JAKARTA, koranmetro.com – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Sekitar 2.000 jemaah dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cengkareng dan sekitarnya berkumpul di salah satu lokasi utama, Masjid Raya Muhammadiyah Uswatun Hasanah, Kedaung Kali Angke, untuk menunaikan ibadah sunnah ini.
Meski matahari pagi sudah terik menyengat sejak dini hari—dengan suhu udara mencapai 30-32 derajat Celsius—para jemaah tetap khusyuk melaksanakan shalat berjamaah. Mereka datang dari berbagai kelurahan di Kecamatan Cengkareng, seperti Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Kedaung Kali Angke, dan sekitarnya, dengan mengenakan pakaian terbaik: baju koko putih, mukena, sarung, dan peci untuk kaum pria, serta gamis serta kerudung untuk kaum wanita.
Pelaksanaan shalat Id dimulai tepat setelah matahari terbit, dipimpin oleh imam dan khatib dari kalangan Muhammadiyah setempat. Takbiratul ihram bergema menggema, diikuti gerakan ruku, sujud, dan duduk tasyahud yang dilakukan dengan penuh kekhusyukan. Tak ada keluhan terdengar meski panas semakin terasa; justru semangat kebersamaan dan rasa syukur atas nikmat Idul Fitri membuat suasana semakin hangat.
“Kami sangat bersyukur bisa melaksanakan shalat Id bersama-sama tahun ini. Terik matahari memang terasa, tapi hati kami dingin karena penuh dengan takwa dan harapan ampunan dari Allah SWT,” ujar salah seorang jemaah, Bapak Ahmad (45), warga Kedaung Kali Angke, seusai shalat.
Shalat Id di Cengkareng ini merupakan bagian dari 22 titik lokasi yang disediakan PCM Jakarta Barat untuk Idul Fitri 2026, sesuai penetapan PP Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Lokasi-lokasi lain di wilayah ini termasuk Masjid Al Jihad (Jl. Kincir Raya), Masjid Al Barokah (Jl. Cendrawasih Raya), dan Masjid Baitul Hikmah (Tomang), yang juga dipadati ribuan jemaah.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen ibadah, tapi juga silaturahmi besar-besaran. Setelah khutbah Id selesai, jemaah saling bersalaman, berpelukan, dan mengucapkan “Taqabbalallahu minna wa minkum” sambil berbagi senyum dan maaf-memaafkan. Anak-anak kecil berlarian dengan baju baru mereka, menambah keceriaan suasana.
Panitia PCM Cengkareng menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang tetap antusias meski cuaca panas. “Kehadiran sekitar 2.000 jemaah ini menunjukkan semangat umat Muhammadiyah di Cengkareng untuk menjaga tradisi shalat Id berjamaah. Kami berharap ini menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT,” kata salah seorang panitia.
Di tengah hiruk-pikuk kota metropolitan Jakarta Barat, momen seperti ini mengingatkan kita bahwa kekhusyukan ibadah tidak tergantung pada kondisi cuaca atau fasilitas mewah, melainkan pada niat dan keikhlasan hati. Selamat Idul Fitri 1447 H—semoga kita semua kembali fitri, bersih dari dosa, dan saling memaafkan.









