Reaksi Kanselir Jerman terhadap Penarikan Pasukan AS, Langkah Menuju Kemandirian Eropa?

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara Amerika Serikat dari wilayah Jerman, Kanselir Friedrich Merz.

Setelah Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara Amerika Serikat dari wilayah Jerman, Kanselir Friedrich Merz.

JAKARTA, koranmetro.com – Setelah Pentagon resmi mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara Amerika Serikat dari wilayah Jerman, Kanselir Friedrich Merz akhirnya angkat bicara. Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan diplomasi antara Berlin dan Washington yang dipicu kritik Merz terhadap penanganan perang di Iran oleh pemerintahan Donald Trump.

Dalam konferensi pers singkat di Berlin, Merz menyebut keputusan AS sebagai “langkah yang dapat diprediksi” namun tetap menekankan pentingnya memperkuat pertahanan Eropa. “Kami telah lama mempersiapkan skenario di mana mitra transatlantik kami menyesuaikan kehadiran militernya,” ujar Merz, seperti dikutip dari pernyataan serupa Menteri Pertahanan Boris Pistorius.

Latar Belakang Perseteruan

Kontroversi ini bermula ketika Kanselir Merz mengkritik strategi AS di Timur Tengah. Ia menyebut Iran berhasil “menghumiliasi” Washington karena kurangnya strategi keluar yang jelas dalam konflik tersebut. Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari Presiden Trump, yang kemudian mengancam pengurangan pasukan di Jerman.

Baca Juga :  Kerusakan Israel Rudal Hipersonik Iran

Pada Jumat (1 Mei 2026), Pentagon mengonfirmasi perintah penarikan sekitar 5.000 personel militer dalam waktu 6 hingga 12 bulan mendatang. Meski demikian, ribuan tentara AS lainnya tetap akan berada di Jerman, yang selama ini menjadi basis utama kehadiran militer Amerika di Eropa.

Respons Jerman dan NATO

Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menegaskan bahwa keputusan ini seharusnya menjadi pendorong bagi Eropa untuk meningkatkan tanggung jawab pertahanannya sendiri. “Ini menegaskan kembali bahwa Eropa harus lebih mandiri dalam menjaga keamanannya,” katanya.

Sementara itu, NATO sedang meminta klarifikasi resmi dari Washington dan menilai dampak operasional dari penarikan tersebut. Aliansi tersebut menyatakan sedang “menilai detail” untuk memastikan tidak mengganggu postur pertahanan kolektif.

Baca Juga :  Nasib Pilu Dokter di India Diperkosa dan Tewas

Implikasi Lebih Luas

Penarikan pasukan ini terjadi di tengah tekanan domestik Trump serta kritik terhadap komitmen keamanan Eropa. Beberapa analis melihatnya sebagai sinyal bahwa era ketergantungan total Eropa pada “payung perlindungan” AS mungkin mulai bergeser. Jerman, sebagai kekuatan ekonomi utama Eropa, kini dihadapkan pada tantangan untuk mempercepat program pertahanan bersama Uni Eropa.

Meski hubungan transatlantik sempat tegang, Merz menutup pernyataannya dengan nada diplomatis: “Jerman tetap berkomitmen pada NATO dan persahabatan dengan Amerika Serikat, tetapi kami juga harus siap menghadapi realitas baru.”

Berita Terkait

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat
Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye
AS Perberat Tekanan Ekonomi dan Blokade Laut terhadap Iran, Bukan Perluas Serangan Militer
Operasi Rahasia Trump Ganti Pesawat di Turki Picu Kontroversi di AS
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:29 WIB

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:12 WIB

China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat

Berita Terbaru

Pemerintahan Amerika Serikat merinci skema keterlibatan Pentagon dalam pengelolaan cadangan minyak Venezuela melalui kemitraan dengan perusahaan swasta.

INTERNASIONAL

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Rabu, 2 Sep 2026 - 11:29 WIB