Sebelum Koreksi, Program MBG Akan Di Audit Menyeluruh Terlebih Dahulu

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 11:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah akan melakukan audit menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum melakukan koreksi atau perbaikan signifikan.

Pemerintah akan melakukan audit menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum melakukan koreksi atau perbaikan signifikan.

JAKARTA, koranmetro.com – Pemerintah akan melakukan audit menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum melakukan koreksi atau perbaikan signifikan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program andalan tersebut berjalan efektif, tepat sasaran, dan minim kebocoran.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa audit komprehensif menjadi prioritas utama sebelum pemerintah melakukan penyesuaian mekanisme penyaluran, anggaran, maupun cakupan program.

“Kita tidak ingin buru-buru melakukan koreksi. Audit menyeluruh harus dilakukan terlebih dahulu agar kita tahu letak masalahnya secara pasti,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8 April 2026).

Alasan Dilakukan Audit Menyeluruh

Program MBG yang diluncurkan sejak awal tahun 2026 memang menuai berbagai masukan dari masyarakat. Beberapa isu yang sering muncul meliputi:

  • Kualitas dan kesesuaian menu dengan kebutuhan gizi anak
  • Distribusi logistik yang belum merata di daerah terpencil
  • Potensi kebocoran anggaran dan penyalahgunaan
  • Koordinasi antar kementerian dan pemerintah daerah yang masih perlu diperbaiki
Baca Juga :  Penyebab Siswa Sukoharjo Keracunan MBG Diduga Akibat Ayam Tak Matang

Audit menyeluruh diharapkan dapat memetakan masalah secara faktual, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan.

Ruang Lingkup Audit

Menurut Airlangga, audit akan mencakup beberapa aspek penting:

  • Efektivitas penyaluran makanan bergizi di sekolah dan posyandu
  • Akurasi data penerima manfaat
  • Kualitas bahan baku dan proses pengolahan makanan
  • Efisiensi anggaran dan rantai pasok
  • Tingkat kepuasan penerima manfaat (siswa, guru, dan orang tua)
Baca Juga :  Kejagung Cekal Tom Lembong, Buronan Kasus Impor Gula yang Menggemparkan!

Audit akan melibatkan tim independen yang terdiri dari BPK, KPK, serta lembaga audit eksternal untuk menjaga objektivitas.

Respons dan Harapan Publik

Masyarakat dan berbagai kalangan menyambut baik rencana audit ini. Banyak yang berharap agar hasil audit tidak hanya menjadi laporan di atas kertas, melainkan menjadi dasar perbaikan nyata program MBG.

“Yang penting bukan hanya diaudit, tapi hasilnya ditindaklanjuti dengan koreksi yang konkret,” ujar salah seorang aktivis pendidikan.

Audit menyeluruh sebelum melakukan koreksi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki Program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas program, meminimalkan kebocoran, dan memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak Indonesia.

Berita Terkait

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia
Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi
Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG
Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN
Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:12 WIB

KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi

Berita Terbaru

Manikur bukan sekadar mempercantik kuku, melainkan juga bagian dari perawatan tangan. Setiap jenis manikur punya karakteristik,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Panduan Memilih Manikur, 7 Jenis Populer dan Cocoknya untuk Setiap Kondisi Kuku

Selasa, 13 Okt 2026 - 11:21 WIB