JAKARTA, koranmetro.com – Pemerintah akan melakukan audit menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum melakukan koreksi atau perbaikan signifikan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa program andalan tersebut berjalan efektif, tepat sasaran, dan minim kebocoran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa audit komprehensif menjadi prioritas utama sebelum pemerintah melakukan penyesuaian mekanisme penyaluran, anggaran, maupun cakupan program.
“Kita tidak ingin buru-buru melakukan koreksi. Audit menyeluruh harus dilakukan terlebih dahulu agar kita tahu letak masalahnya secara pasti,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8 April 2026).
Alasan Dilakukan Audit Menyeluruh
Program MBG yang diluncurkan sejak awal tahun 2026 memang menuai berbagai masukan dari masyarakat. Beberapa isu yang sering muncul meliputi:
- Kualitas dan kesesuaian menu dengan kebutuhan gizi anak
- Distribusi logistik yang belum merata di daerah terpencil
- Potensi kebocoran anggaran dan penyalahgunaan
- Koordinasi antar kementerian dan pemerintah daerah yang masih perlu diperbaiki
Audit menyeluruh diharapkan dapat memetakan masalah secara faktual, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan.
Ruang Lingkup Audit
Menurut Airlangga, audit akan mencakup beberapa aspek penting:
- Efektivitas penyaluran makanan bergizi di sekolah dan posyandu
- Akurasi data penerima manfaat
- Kualitas bahan baku dan proses pengolahan makanan
- Efisiensi anggaran dan rantai pasok
- Tingkat kepuasan penerima manfaat (siswa, guru, dan orang tua)
Audit akan melibatkan tim independen yang terdiri dari BPK, KPK, serta lembaga audit eksternal untuk menjaga objektivitas.
Respons dan Harapan Publik
Masyarakat dan berbagai kalangan menyambut baik rencana audit ini. Banyak yang berharap agar hasil audit tidak hanya menjadi laporan di atas kertas, melainkan menjadi dasar perbaikan nyata program MBG.
“Yang penting bukan hanya diaudit, tapi hasilnya ditindaklanjuti dengan koreksi yang konkret,” ujar salah seorang aktivis pendidikan.
Audit menyeluruh sebelum melakukan koreksi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki Program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas program, meminimalkan kebocoran, dan memastikan bahwa manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak Indonesia.









