Buronan Pembunuhan AS Ditangkap Imigrasi di Bali, Langsung Dideportasi ke Amerika

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunjukkan kewaspadaannya dalam menjaga keamanan nasional. Seorang warga negara Amerika Serikat.

Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunjukkan kewaspadaannya dalam menjaga keamanan nasional. Seorang warga negara Amerika Serikat.

JAKARTA, koranmetro.com – Direktorat Jenderal Imigrasi kembali menunjukkan kewaspadaannya dalam menjaga keamanan nasional. Seorang warga negara Amerika Serikat (WN AS) berinisial AJP berhasil ditangkap petugas Imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Pria tersebut merupakan buronan internasional yang dicari aparat Amerika Serikat atas kasus pembunuhan di South Carolina.

Penangkapan berlangsung saat AJP hendak melakukan pemeriksaan keimigrasian melalui sistem autogate. Sistem deteksi otomatis Imigrasi langsung mendeteksi statusnya sebagai buronan melalui jaringan Interpol. Petugas kemudian mengamankan AJP untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut keterangan resmi Ditjen Imigrasi, AJP tiba di Indonesia pada 17 Januari 2026 melalui Bandara Ngurah Rai. Ia diduga menggunakan Indonesia sebagai tempat persembunyian setelah menjadi buron dalam kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah California Selatan atau South Carolina, Amerika Serikat.

Proses Deportasi yang Cepat

Setelah dilakukan pemeriksaan dan koordinasi intensif dengan pihak berwenang Amerika Serikat, AJP langsung diproses administrasi keimigrasian. Pada Kamis (23 April 2026), ia dideportasi kembali ke negara asalnya dengan pengawalan ketat.

Baca Juga :  Kuasa Hukum Terkenal Hotman Paris, Pertanyakan Dasar Penetapan Budi Said Rugikan Negara Rp1,1 Triliun

Direktur Jenderal Imigrasi menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bentuk kerja sama internasional yang baik antara Indonesia dan Amerika Serikat. Bahkan, pihak Amerika Serikat melalui Special Agent Overseas Criminal Investigator, Richard Dunn, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Imigrasi Indonesia atas penangkapan cepat ini.

Deportasi dilakukan berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Selain itu, nama AJP kemungkinan akan dimasukkan ke dalam daftar penangkalan agar tidak dapat kembali masuk ke wilayah Indonesia.

Komitmen Imigrasi Menjaga Bali sebagai Destinasi Aman

Bali sebagai destinasi wisata dunia selalu menjadi perhatian khusus bagi aparat Imigrasi. Kasus ini menegaskan komitmen Ditjen Imigrasi untuk tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan internasional untuk bersembunyi di Indonesia.

Baca Juga :  Jepang Berkomitmen Ambil Bagian dalam Pengembangan PLTP Muara Laboh

“Imigrasi terus memperkuat sistem pengawasan, baik melalui autogate, kerja sama Interpol, maupun koordinasi dengan kepolisian dan lembaga internasional lainnya,” ujar salah satu pejabat Imigrasi.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi para WNA bahwa Indonesia tidak akan mentolerir kehadiran buronan atau pelaku kejahatan serius di wilayahnya, terutama di Bali yang menjadi pintu gerbang wisatawan mancanegara.

Reaksi dan Dampak

Penangkapan dan deportasi AJP mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama kalangan pelaku pariwisata Bali. Mereka berharap kasus serupa dapat terus dicegah agar citra Bali sebagai destinasi wisata aman dan nyaman tetap terjaga.

Hingga saat ini, detail lebih lanjut mengenai kasus pembunuhan yang menjerat AJP di Amerika Serikat belum banyak diungkap ke publik. Proses hukum di negara asalnya kemungkinan akan berlanjut setelah ia tiba kembali di AS.

Berita Terkait

Seperempat Abad Demokrat, Antara Dukungan kepada Pemerintah dan Komitmen pada Rakyat
Partai Demokrat Tolak Anggapan Pidato AHY sebagai Sinyal Maju di Pilpres 2029
Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi
Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik
Nasib Alutsista Pensiun, Dari Museum, Sasaran Latihan, hingga Jadi Terumbu Karang
Demonstrasi, Pati, dan Kembalinya Spirit Republiken
WNA Rusia Diamankan Imigrasi usai Dokumentasikan Aksi KNPB di Wamena
Kronologi Malam Sebelum Penangkapan, Lodewyk Pusung Ditelepon Seskab Teddy lalu Dicopot dari BGN
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 11:12 WIB

Seperempat Abad Demokrat, Antara Dukungan kepada Pemerintah dan Komitmen pada Rakyat

Sabtu, 5 September 2026 - 11:39 WIB

Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi

Rabu, 2 September 2026 - 11:17 WIB

Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Nasib Alutsista Pensiun, Dari Museum, Sasaran Latihan, hingga Jadi Terumbu Karang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Demonstrasi, Pati, dan Kembalinya Spirit Republiken

Berita Terbaru