Duka Pahlawan Perdamaian, Indonesia Kecam Keras Serangan di Lebanon dan Desak PBB Ambil Tindakan Nyata

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 11:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia kembali berduka mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan.

Indonesia kembali berduka mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan.

JAKARTA, koranmetro.com – Indonesia kembali berduka mendalam atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan. Peristiwa tragis ini memicu gelombang kecaman keras dari pemerintah dan masyarakat Indonesia, disertai desakan agar Dewan Keamanan PBB segera mengambil tindakan konkret dan penyelidikan menyeluruh.

Ketiga pahlawan tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Mereka gugur dalam dua insiden terpisah pada 29–30 Maret 2026 saat bertugas di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Insiden pertama terjadi ketika sebuah proyektil meledak di dekat posko UNIFIL di Adchit Al Qusayr. Sehari kemudian, dua prajurit lainnya tewas akibat ledakan di pinggir jalan yang menghantam konvoi logistik di wilayah Bani Hayyan. Beberapa prajurit TNI lainnya juga mengalami luka-luka, salah satunya dalam kondisi kritis.

Kecaman Keras dari Indonesia

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam sekaligus kecaman tegas atas serangan tersebut. Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Baca Juga :  Kontroversi Simbol One Piece di Indonesia, Dari Pin Gibran hingga Tuduhan Pemecah Belah

Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi, dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB menyatakan bahwa Indonesia “tidak terima” atas pembunuhan tiga prajuritnya. Ia menekankan bahwa serangan ini bukan hanya kehilangan besar bagi Indonesia, tetapi juga ancaman langsung terhadap mandat dan kredibilitas misi PBB.

Menteri Luar Negeri RI juga menyerukan agar Dewan Keamanan PBB segera melakukan investigasi independen, transparan, dan cepat untuk mengungkap pelaku serta mencegah terulangnya kejadian serupa.

Desakan Aksi Nyata ke PBB

Tidak hanya kecaman, Indonesia juga mendesak PBB untuk mengambil aksi nyata yang lebih konkret. Beberapa poin desakan yang disampaikan meliputi:

  • Penyelidikan menyeluruh dan independen terhadap kedua insiden
  • Peningkatan keamanan dan perlindungan bagi seluruh personel UNIFIL
  • Sanksi tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas serangan
  • Evaluasi keselamatan misi perdamaian di Lebanon Selatan di tengah eskalasi konflik yang semakin memanas

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah memerintahkan seluruh prajurit TNI di Lebanon untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap berada di dalam bunker sementara. Upacara penghormatan terakhir juga digelar di Lebanon sebelum jenazah ketiga pahlawan dibawa pulang ke Tanah Air.

Baca Juga :  Prabowo Resmi Bentuk Komisi Reformasi Polri, Nama-nama Elite Hukum dan Mantan Kapolri Siap Percepat Perubahan

Respons Internasional

Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, telah mengutuk keras serangan tersebut. PBB menyatakan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan mengancam stabilitas kawasan.

Namun, Indonesia menilai kecaman saja tidak cukup. Desakan untuk tindakan konkret dan perlindungan yang lebih baik terhadap pasukan perdamaian terus digaungkan, baik di forum DK PBB maupun melalui jalur diplomatik bilateral.

Gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon menjadi pengingat pahit akan risiko tinggi yang dihadapi para penjaga perdamaian. Di balik duka yang mendalam, kecaman keras dan desakan aksi nyata dari Indonesia kepada PBB menunjukkan komitmen bangsa ini untuk melindungi putra-putri terbaiknya yang bertugas di garis depan misi kemanusiaan dunia.

Semoga tragedi ini menjadi momentum bagi PBB untuk memperkuat perlindungan pasukan perdamaian dan mendorong semua pihak yang bertikai di Lebanon Selatan untuk menghormati hukum internasional. Bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga ketabahan dan kebanggaan atas pengabdian suami, ayah, dan anak mereka dapat menjadi penghibur di tengah kesedihan.

Berita Terkait

Prabowo Optimis, Ekonomi Indonesia Diprediksi Lampaui Jerman, Inggris, dan Prancis dalam 25 Tahun
Teka-Teki Kepemilikan Emas 74 Kilogram, Siapa Pemilik Sahnya?
Dasco Terima Serikat Karyawan Telkom, Pastikan Tak Ada PHK Imbas “Streamlining”
Prabowo kepada Perwira Remaja TNI-Polri, Setialah kepada Rakyat Indonesia
PBNU Tetapkan Logo Muktamar Ke-35 NU, Ini Maknanya
Hotman, Febrie Adriansyah Kebanggaan Presiden Dikriminalisasi Tanpa Pamit
Bobby Rizaldi Penuhi Panggilan KPK Pasca Penggeledahan Rumah, Anggota BPK RI Kooperatif dalam Pemeriksaan
Pemerintah Percepat Program Biodiesel, B50 Siap Tersedia di Seluruh SPBU Mulai Oktober 2026
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Optimis, Ekonomi Indonesia Diprediksi Lampaui Jerman, Inggris, dan Prancis dalam 25 Tahun

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:07 WIB

Teka-Teki Kepemilikan Emas 74 Kilogram, Siapa Pemilik Sahnya?

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:23 WIB

Dasco Terima Serikat Karyawan Telkom, Pastikan Tak Ada PHK Imbas “Streamlining”

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:19 WIB

Prabowo kepada Perwira Remaja TNI-Polri, Setialah kepada Rakyat Indonesia

Senin, 20 Juli 2026 - 11:07 WIB

PBNU Tetapkan Logo Muktamar Ke-35 NU, Ini Maknanya

Berita Terbaru

Setiap tanggal 30 Juli, dunia memperingati Hari Persahabatan Internasional atau International Day of Friendship.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

30 Juli, Jejak Panjang Hari Persahabatan Internasional dari Paraguay hingga PBB

Kamis, 30 Jul 2026 - 11:05 WIB