JAKARTA, koranmetro.com – Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah adanya usulan keras untuk menerbitkan uang kertas baru senilai $250 yang menampilkan potret Trump. Proposal ini dikaitkan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat (America’s Semiquincentennial) pada tahun 2026.
Latar Belakang Usulan
Pada Februari 2025, Anggota DPR dari Partai Republik, Joe Wilson, mengajukan Rancangan Undang-Undang bernama “Donald J. Trump $250 Bill Act” (H.R. 1761). RUU ini bertujuan untuk:
- Menerbitkan uang kertas $250 sebagai legal tender resmi.
- Menampilkan potret Presiden Donald Trump di bagian depan uang.
- Memberikan pengecualian terhadap aturan lama yang melarang gambar orang hidup dicetak di mata uang AS.
Menteri Keuangan Scott Bessent dan beberapa pejabat Trump Administration telah menunjukkan dukungan terhadap ide ini. Mereka mengklaim bahwa uang ini akan menjadi simbol kebanggaan nasional sekaligus memperingati 250 tahun berdirinya Amerika.
Reaksi Keras dari Demokrat
Partai Demokrat langsung menolak keras usulan tersebut. Mereka menyebut langkah ini sebagai proyek kesombongan (vanity project) yang didorong oleh ego Presiden Trump.
Beberapa respons keras dari Demokrat:
- Hakeem Jeffries (Pemimpin Mayoritas DPR Demokrat): “Hard no on a Trump $250 bill. Get over yourself.”
- Hillary Clinton mengejek: “By the end of Trump’s term, it’ll be just enough to buy one gallon of gas and a carton of eggs.”
- Senator Mark Warner menyebut prioritas pemerintahan Trump “sangat terlepas dari masalah yang dihadapi keluarga Amerika sehari-hari.”
Demokrat berargumen bahwa di tengah kenaikan harga bahan bakar, pangan, dan biaya hidup, pemerintah seharusnya tidak membuang waktu dan anggaran untuk proyek semacam ini.
Pro dan Kontra
Pendukung (Republikan):
- Ini adalah cara menghormati presiden yang “membuat Amerika hebat kembali”.
- Uang $250 akan memudahkan transaksi bernilai besar.
- Cocok sebagai kenang-kenangan sejarah untuk America 250.
Penentang (Demokrat & Kritikus):
- Melanggar tradisi lama yang menghindari kultus individu di mata uang.
- Dianggap sebagai bentuk self-promotion yang berlebihan.
- Membuang-buang waktu Kongres dan sumber daya publik.
Status Terkini (Mei 2026)
Hingga akhir Mei 2026, RUU tersebut masih bergulir di Kongres dan belum disahkan. Meski demikian, Kementerian Keuangan disebut sudah mempersiapkan desain mock-up uang tersebut. Perubahan ini juga memerlukan amandemen undang-undang yang melarang gambar orang hidup di mata uang.
Usulan uang $250 bergambar Trump mencerminkan polarisasi politik yang sangat dalam di Amerika saat ini. Bagi pendukungnya, ini adalah bentuk penghargaan. Bagi penentangnya, ini hanyalah manifestasi ego presiden. Apakah proposal ini akan lolos atau hanya menjadi catatan sejarah kontroversial, masih menunggu keputusan Kongres dalam waktu dekat.









