Partai Demokrat Tolak Anggapan Pidato AHY sebagai Sinyal Maju di Pilpres 2029

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Partai Demokrat menepis anggapan bahwa pidato Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam peringatan HUT ke-25 partai merupakan sinyal untuk maju dalam Pilpres 2029.

Partai Demokrat menepis anggapan bahwa pidato Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam peringatan HUT ke-25 partai merupakan sinyal untuk maju dalam Pilpres 2029.

JAKARTA, koranmetro.com – Partai Demokrat menepis anggapan bahwa pidato Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam peringatan HUT ke-25 partai merupakan sinyal untuk maju dalam Pilpres 2029. Pihak Demokrat menegaskan bahwa isi pidato tersebut justru menekankan komitmen partai dalam mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Konteks Pidato AHY

Dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat, AHY menyinggung soal sifat kekuasaan yang tidak abadi. Ia menyatakan bahwa kekuasaan datang dan pergi, jabatan memiliki batas waktu, serta pemilu memiliki siklusnya sendiri. Namun, tanggung jawab kepada rakyat, menurutnya, tidak pernah selesai.

Pernyataan tersebut kemudian ditafsirkan sebagian pihak, termasuk dari Partai Golkar, sebagai gestur politik yang mengarah pada persiapan kontestasi 2029. Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai nuansa penyampaian dan posisi AHY seolah menunjukkan kesiapan menjadi salah satu kontender di Pilpres mendatang.

Baca Juga :  PN Jaksel Terima Permohonan Praperadilan Hasto, Sidang Perdana Dijadwalkan 3 Maret

Bantahan Demokrat

Menanggapi tafsiran itu, sejumlah tokoh Demokrat memberikan klarifikasi. Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam, menekankan bahwa pidato AHY harus dibaca secara utuh. Menurutnya, sama sekali tidak ada pembahasan mengenai 2029.

“Kalau pidato Mas Ketum AHY itu dibaca secara utuh, konteksnya sangat jelas. Sama sekali tidak membahas 2029. Justru yang ditegaskan adalah bagaimana Demokrat bekerja untuk rakyat dan mengambil bagian dalam menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Umam.

Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat Herzaky Mahendra Putra juga menyatakan bahwa pidato tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis. Ia menilai keliru jika pernyataan soal batas kekuasaan diartikan sebagai sinyal AHY tengah bersiap maju sebagai calon presiden.

Penegasan Dukungan ke Pemerintah

Demokrat berulang kali menekankan bahwa saat ini partai berada dalam koalisi pendukung pemerintahan Prabowo. AHY dalam pidatonya juga menyinggung pentingnya mengawal kebijakan yang baik bagi rakyat serta membantu memperbaiki hal-hal yang masih belum sempurna.

Baca Juga :  Fufufafa Menghadapi Era Baru, Audiensi 30 Tokoh Bersama DPD

Beberapa program pemerintahan yang disebut mendapat dukungan Demokrat antara lain terkait pendidikan, seperti Sekolah Rakyat serta revitalisasi madrasah dan pondok pesantren.

Pihak partai menilai pembahasan soal Pilpres 2029 masih terlalu dini. Fokus utama Demokrat saat ini diarahkan untuk menjalankan mandat sebagai bagian dari pemerintahan dan hadir bagi kepentingan masyarakat.

Dinamika Politik

Meski Demokrat sudah memberikan bantahan resmi, tafsir politik terhadap pidato AHY menunjukkan bahwa posisi dan pernyataan tokoh-tokoh partai tetap menjadi perhatian dalam peta politik nasional. Dengan 2029 yang masih beberapa tahun lagi, setiap pernyataan publik dari ketua umum partai berpotensi memunculkan berbagai interpretasi.

Berita Terkait

Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi
Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik
Nasib Alutsista Pensiun, Dari Museum, Sasaran Latihan, hingga Jadi Terumbu Karang
Demonstrasi, Pati, dan Kembalinya Spirit Republiken
WNA Rusia Diamankan Imigrasi usai Dokumentasikan Aksi KNPB di Wamena
Kronologi Malam Sebelum Penangkapan, Lodewyk Pusung Ditelepon Seskab Teddy lalu Dicopot dari BGN
Pertemuan Menhan RI dan China di Jakarta, Sjafrie Sambut Dong Jun, Perkuat Kerja Sama Pertahanan
DPR Desak Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa Flores
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 11:07 WIB

Partai Demokrat Tolak Anggapan Pidato AHY sebagai Sinyal Maju di Pilpres 2029

Sabtu, 5 September 2026 - 11:39 WIB

Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi

Rabu, 2 September 2026 - 11:17 WIB

Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Nasib Alutsista Pensiun, Dari Museum, Sasaran Latihan, hingga Jadi Terumbu Karang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Demonstrasi, Pati, dan Kembalinya Spirit Republiken

Berita Terbaru

Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Saran Epidemiolog agar Tetap Aman

Senin, 7 Sep 2026 - 11:28 WIB