Kronologi Malam Sebelum Penangkapan, Lodewyk Pusung Ditelepon Seskab Teddy lalu Dicopot dari BGN

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengungkap rangkaian peristiwa yang dialaminya menjelang pencopotan jabatan dan penangkapan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengungkap rangkaian peristiwa yang dialaminya menjelang pencopotan jabatan dan penangkapan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

JAKARTA, koranmetro.com – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengungkap rangkaian peristiwa yang dialaminya menjelang pencopotan jabatan dan penangkapan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Keterangan tersebut disampaikan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Lodewyk, pada malam 2 Juni 2026 ia dihubungi melalui telepon oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Dalam percakapan itu, Teddy menyampaikan ucapan terima kasih dari Presiden Prabowo Subianto atas pelaksanaan tugas yang telah dijalankan Lodewyk di BGN.

“Beliau sampaikan ke saya, terima kasih Pak dari presiden atas pelaksanaan tugasnya…,” ujar Lodewyk menirukan isi percakapan tersebut.

Pada malam yang sama, diumumkan bahwa Lodewyk dicopot dari jabatan Wakil Kepala BGN bersama Kepala BGN Dadan Hindayana dan Wakil Kepala BGN lainnya, Sonny Sonjaya. Lodewyk mengaku tidak mempermasalahkan pergantian tersebut.

Baca Juga :  Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG

Ditangkap di Dini Hari

Beberapa jam kemudian, tepatnya pada 3 Juni 2026 dini hari sekitar pukul 01.20 WIB, Lodewyk mendapat telepon dari ajudannya. Ajudan itu memberitahu bahwa petugas Kejaksaan datang ke rumah. Lodewyk kemudian didatangi penyidik dan dibawa ke Kejaksaan Agung.

Di Kejagung, ia awalnya diperiksa sebagai saksi. Namun menjelang subuh, statusnya berubah menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di BGN tahun 2025–2026.

Konteks Kasus

Lodewyk, Dadan Hindayana, dan Sonny Sonjaya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penyimpangan dalam pengelolaan program MBG. Kejagung menyatakan telah memiliki alat bukti yang cukup, termasuk bukti elektronik berupa percakapan. Sementara itu, kubu Lodewyk melalui praperadilan mempersoalkan prosedur penangkapan, penetapan tersangka, hingga penahanan yang dinilai tidak sesuai ketentuan.

Baca Juga :  Geger! Mayat Pria Ditemukan di Sukabumi Setelah Tiga Hari Terabaikan

Dalam sidang, Lodewyk juga membantah keterlibatannya dalam intervensi pengadaan barang dan jasa di BGN serta memberikan sejumlah keterangan terkait pembangunan dapur MBG.

Profil Singkat

Lodewyk Pusung merupakan purnawirawan TNI berpangkat bintang dua. Ia pernah menjabat sebagai Pangdam I/Bukit Barisan dan memiliki latar belakang panjang di militer sebelum diangkat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan pada 2024.

Pengungkapan Lodewyk mengenai telepon dari Seskab Teddy Indra Wijaya menambah detail kronologi di balik pencopotan pimpinan BGN dan penangkapan yang terjadi dalam waktu berdekatan. Peristiwa ini menjadi bagian dari proses hukum yang masih berlangsung terkait dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis. Sidang praperadilan menjadi ajang bagi Lodewyk untuk memaparkan versi kejadian dari sisinya, sementara proses pidana utama masih berjalan di Kejaksaan Agung.

Berita Terkait

Badai Sempurna di Tanah Air, Ketika Banyak Krisis Saling Mengikat
Usulan Luhut soal Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi, Begini Bunyi UU Tipikor dan Klarifikasinya
Mantan Komisi II DPR, Pasal PKPU soal Syarat Pencalonan Gibran Tidak Pernah Dibahas
Empat Petugas dan Relawan Gugur dalam Upaya Pemadaman Karhutla di Bromo, Kemenhut Tekankan Keselamatan Personel
Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia
Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Badai Sempurna di Tanah Air, Ketika Banyak Krisis Saling Mengikat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Usulan Luhut soal Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi, Begini Bunyi UU Tipikor dan Klarifikasinya

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Mantan Komisi II DPR, Pasal PKPU soal Syarat Pencalonan Gibran Tidak Pernah Dibahas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Empat Petugas dan Relawan Gugur dalam Upaya Pemadaman Karhutla di Bromo, Kemenhut Tekankan Keselamatan Personel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia

Berita Terbaru

Kesehatan mata sering kali diabaikan hingga muncul keluhan seperti mata kering, penglihatan kabur, atau sakit kepala. Padahal,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Lima Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Mengancam Kesehatan Mata

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:21 WIB