Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk Empat Negara, Ada Imbalan Strategis

- Jurnalis

Sabtu, 7 November 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran memberikan pengecualian bagi kapal-kapal dari empat negara—India, China, Irak, dan Qatar—untuk melintasi Selat Hormuz.

Iran memberikan pengecualian bagi kapal-kapal dari empat negara—India, China, Irak, dan Qatar—untuk melintasi Selat Hormuz.

JAKARTA, koranmetro.com – Iran memberikan pengecualian bagi kapal-kapal dari empat negara—India, China, Irak, dan Qatar—untuk melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini disampaikan Wakil Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Amir Hayat Moqaddam, di tengah pembatasan pelayaran yang berlaku di jalur strategis tersebut.

Menurut pernyataan tersebut, kapal dari keempat negara dapat melintas dengan relatif bebas, dan Amerika Serikat pun disebut tidak mencegatnya.

Empat Negara yang Dikecualikan

Negara yang mendapat pengecualian adalah:

  • India
  • China
  • Irak
  • Qatar

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur krusial bagi distribusi energi global, sehingga setiap kebijakan terkait aksesnya berdampak besar bagi perdagangan dan diplomasi regional.

Apa yang Diharapkan Iran sebagai Imbalan?

Hayat Moqaddam menjelaskan sejumlah manfaat yang dikaitkan dengan kebijakan tersebut:

  1. India
    Iran menyebut akses bagi kapal India terkait kebutuhan pasokan obat-obatan.
  2. China
    Pengecualian bagi kapal China dikaitkan dengan dukungan politik Beijing terhadap Teheran.
  3. Qatar
    Iran menyebut telah menerima dukungan diplomatik dari Qatar, yang berperan dalam upaya mediasi terkait konflik yang sedang berlangsung. Kapal Qatar juga disebut boleh melintas tanpa biaya.
  4. Biaya transit
    Iran menyatakan akan memungut biaya transit dari kapal India dan China. Status biaya untuk kapal Irak tidak dijelaskan secara rinci dalam pernyataan tersebut.
Baca Juga :  AS Setop Selidiki Putin soal Invasi ke Ukraina, Langkah Diplomasi atau Taktik Politik?

Sejumlah pengamat menilai skema imbalan ini bisa berupa dukungan politik, pasokan kebutuhan penting, maupun pungutan transit atas kapal yang diizinkan lewat.

Mengapa Langkah Ini Dianggap Strategis?

Bagi Iran, membuka akses secara selektif dapat menjadi cara untuk:

  • Menjaga hubungan dengan mitra penting
  • Mempertahankan arus barang atau dukungan diplomatik
  • Mengelola tekanan ekonomi di tengah pembatasan
  • Mempertahankan pengaruh di jalur pelayaran kritis
Baca Juga :  Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, “Akan Dibuka Kembali Setelah AS Hentikan Blokade”

Sementara bagi negara yang dikecualikan, akses Hormuz penting karena ketergantungan pada jalur tersebut untuk arus energi dan perdagangan.

Catatan dan Risiko

Meski pengecualian diumumkan, sejumlah analis mempertanyakan seberapa efektif dan stabil kebijakan ini di lapangan. Situasi keamanan di sekitar Selat Hormuz tetap sensitif, dan setiap pengaturan akses berpotensi memunculkan risiko politik, asuransi pelayaran, serta dinamika diplomasi yang berubah cepat.

Keputusan Iran mengecualikan India, China, Irak, dan Qatar dari pembatasan Selat Hormuz mencerminkan pendekatan selektif di jalur pelayaran paling strategis di dunia. Di balik izin melintas, Teheran mengaitkan kebijakan itu dengan imbalan berupa obat-obatan, dukungan politik, diplomasi, dan potensi biaya transit.

Berita Terkait

Pemilu Sela AS 2026, Kontrol Kongres Jadi Taruhan Besar bagi Pemerintahan Trump
AS Setujui 500 Rudal Patriot untuk Ukraina, namun Pengiriman Masih Lama
Singapura Panggil Eksekutif Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Dipimpin Tiga Menteri
Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat
Dua Kerentanan Kritis PHP Ditemukan AI, Puluhan Persen Situs Dunia Ambil Langkah Darurat
Kerusuhan Melanda Perancis, Demo Biaya Hidup Berujung Penjarahan dan Kerusakan Massal
Serangan Rudal Houthi Hantam Istana Al-Maashiq di Aden, Lima Tewas dan 16 Luka-luka
Dua WNI Alami Luka Ringan dalam Serangan di Riyadh, KBRI Pastikan Kondisi Sudah Membaik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 11:08 WIB

Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk Empat Negara, Ada Imbalan Strategis

Rabu, 4 November 2026 - 11:21 WIB

Pemilu Sela AS 2026, Kontrol Kongres Jadi Taruhan Besar bagi Pemerintahan Trump

Minggu, 1 November 2026 - 11:08 WIB

AS Setujui 500 Rudal Patriot untuk Ukraina, namun Pengiriman Masih Lama

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Singapura Panggil Eksekutif Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Dipimpin Tiga Menteri

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat

Berita Terbaru

Merasa tidak dihargai dalam pertemanan bisa menguras energi. Kamu mungkin sering jadi pihak yang lebih dulu menghubungi,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Saat Pertemanan Terasa Satu Arah, 6 Cara Menyampaikan Perasaanmu

Sabtu, 7 Nov 2026 - 11:05 WIB

Barcelona membuka musim 2026/2027 dengan rekor mencengangkan. Di bawah asuhan Hansi Flick, Blaugrana telah mencetak 60 gol dalam 15 pertandingan resmi pertama mereka.

Liga Spanyol

Barcelona Gila Gol, 60 Kali Jebol Gawang Lawan dalam 15 Laga

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:05 WIB