Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, “Akan Dibuka Kembali Setelah AS Hentikan Blokade”

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal asing.

Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal asing.

JAKARTA, koranmetro.com – Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan penutupan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal asing. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap apa yang disebut Iran sebagai “blokade ekonomi dan militer” yang dilakukan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Teluk Persia.

Pengumuman ini disampaikan oleh Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Laksamana Ali Fadavi, dalam konferensi pers di Teheran pada Selasa (7 April 2026). Ia menegaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara dan akan dicabut hanya jika AS menghentikan segala bentuk blokade dan sanksi yang dianggap merugikan Iran.

“Selat Hormuz adalah jalur milik kami. Kami akan menutupnya selama AS dan sekutunya terus melakukan tekanan ekonomi dan militer terhadap Republik Islam Iran,” tegas Fadavi.

Latar Belakang Penutupan

Penutupan ini merupakan kali kedua dalam waktu singkat setelah gencatan senjata sementara antara Iran dan AS-Israel. Meski gencatan senjata telah diumumkan, Iran mengklaim bahwa AS masih memberlakukan blokade de facto melalui kehadiran armada laut yang besar dan sanksi ekonomi yang terus berlanjut.

Baca Juga :  Houthi Serang Kapal Induk AS Dua Kali dalam 24 Jam sebagai Respons terhadap Trump

Menurut pihak Iran, penutupan ini bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional dan sebagai bentuk tekanan balik terhadap kebijakan Washington yang dianggap tidak konsisten.

Dampak terhadap Pasar Global

Pengumuman penutupan Selat Hormuz langsung memicu lonjakan harga minyak dunia. Harga Brent sempat melonjak lebih dari 8% dalam waktu singkat, karena Selat Hormuz merupakan jalur pengangkutan sekitar 20% pasokan minyak global.

Beberapa negara importir besar seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan menyatakan kekhawatiran mendalam. Sementara itu, Amerika Serikat melalui juru bicaranya menyebut tindakan Iran sebagai “ancaman serius terhadap kebebasan navigasi internasional” dan mengancam akan merespons dengan kekuatan militer jika diperlukan.

Baca Juga :  Kritik Pedas Eks PM Israel terhadap Rencana Relokasi Gaza, Ancaman Pembersihan Etnis

Respons Internasional

  • Arab Saudi dan UEA mendesak Iran untuk segera membuka kembali selat tersebut demi stabilitas pasar energi.
  • Rusia menyatakan bahwa penutupan ini merupakan konsekuensi logis dari eskalasi yang dipicu AS.
  • China menyerukan kedua pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan masalah melalui dialog.
  • PBB melalui Sekretaris Jenderal menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak semua pihak untuk menghormati kebebasan navigasi di perairan internasional.

Keputusan Iran untuk kembali menutup Selat Hormuz menunjukkan bahwa meskipun gencatan senjata telah diumumkan, ketegangan di kawasan Teluk Persia masih sangat tinggi. Pernyataan bahwa penutupan akan berlangsung hingga AS menghentikan blokade menandakan bahwa Teheran ingin menggunakan jalur vital ini sebagai kartu tawar dalam perundingan mendatang.

Berita Terkait

Lionel Messi Masuk Daftar, Skuad Sementara Argentina untuk Pertahankan Gelar Juara Piala Dunia 2026
Kepemimpinan Teladan, CEO Japan Airlines yang Rela Berkorban untuk Lindungi Karyawan
CIA Bocor, Iran Masih Kuasai 70% Rudal, Kontradiksi Klaim Trump soal “Hancur Lebur”
Reaksi Kanselir Jerman terhadap Penarikan Pasukan AS, Langkah Menuju Kemandirian Eropa?
Trump Tolak Proposal Iran Terbaru, Kembali Ancam Aksi Militer jika Tak Ada Kesepakatan
UEA Resmi Hengkang dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Langkah Berani Menuju Kemandirian Energi
Kesehatan Pemimpin di Sorotan, Isu Kondisi Medis dan Dinamika Politik Israel
AS Jadi Mediator Utama, Israel dan Lebanon Siap Bertemu Lagi di Washington untuk Perundingan Damai
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:12 WIB

Lionel Messi Masuk Daftar, Skuad Sementara Argentina untuk Pertahankan Gelar Juara Piala Dunia 2026

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:30 WIB

CIA Bocor, Iran Masih Kuasai 70% Rudal, Kontradiksi Klaim Trump soal “Hancur Lebur”

Senin, 4 Mei 2026 - 11:19 WIB

Reaksi Kanselir Jerman terhadap Penarikan Pasukan AS, Langkah Menuju Kemandirian Eropa?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:41 WIB

Trump Tolak Proposal Iran Terbaru, Kembali Ancam Aksi Militer jika Tak Ada Kesepakatan

Rabu, 29 April 2026 - 11:15 WIB

UEA Resmi Hengkang dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Langkah Berani Menuju Kemandirian Energi

Berita Terbaru

Merkuri (mercury) sering kali menjadi bahan “ajaib” yang ditambahkan pada produk skincare, terutama krim pemutih wajah.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Waspada Merkuri dalam Skincare, Ancaman Tersembunyi yang Bisa Merusak Otak dan Organ Tubuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:19 WIB