Blokir Akun Hasbil Politisi Demokrat: Hindari Saja, Karena Itu Iblis Ungkap Arie Kriting

- Jurnalis

Selasa, 17 September 2024 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasbil Politisi Demokrat: Hindari Saja, Karena Itu Iblis Ungkap Arie Kriting

Hasbil Politisi Demokrat: Hindari Saja, Karena Itu Iblis Ungkap Arie Kriting

JAKARTA, koranmetro.com – Dalam dunia politik Indonesia yang terus berkembang, seringkali muncul kontroversi yang melibatkan tokoh-tokoh publik. Salah satu isu terbaru yang mencuat adalah pemblokiran akun media sosial Hasbil, seorang politisi dari Partai Demokrat. Komika dan aktor Arie Kriting turut memberikan pendapatnya tentang isu ini, menekankan pentingnya untuk “menghindari” akun yang dianggapnya bermasalah.

Latar Belakang

Hasbil, yang dikenal aktif dalam pengembangan kebijakan publik dan sering terlibat dalam debat politik, baru-baru ini mengalami pemblokiran akun media sosialnya. Pemblokiran ini membuat banyak pihak bertanya-tanya mengenai alasan yang mendasarinya. Dalam konteks ini, Arie Kriting, yang dikenal dengan pandangan kritisnya, menanggapi situasi tersebut dengan cara yang cukup provokatif.

Baca Juga :  Evaluasi Kebijakan WFO Tiga Kali Seminggu untuk ASN oleh BKN Setiap Bulan

Arie Kriting dan Pandangannya

Arie Kriting, dalam salah satu unggahannya, menyebutkan bahwa akun Hasbil adalah “iblis” yang sebaiknya dihindari. Pernyataan ini menggugah perhatian publik dan menimbulkan beragam reaksi. Arie berpendapat bahwa di era digital saat ini, banyak informasi yang beredar di media sosial bisa menyesatkan, dan tidak semua akun patut diikuti atau dipercayai.

Dampak Media Sosial dalam Politik

Media sosial telah menjadi arena penting dalam politik modern. Politisi sering kali menggunakan platform ini untuk berkomunikasi dengan konstituen mereka dan menyampaikan pesan politik. Namun, dengan adanya kebebasan berekspresi, tidak jarang muncul akun-akun yang menyebarkan informasi yang tidak akurat atau bahkan merugikan pihak lain. Dalam hal ini, pandangan Arie Kriting menyoroti pentingnya bagi masyarakat untuk lebih selektif dalam mengikuti akun-akun di media sosial.

Baca Juga :  Karyawan Tambang Emas Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Depresi

Kontroversi mengenai pemblokiran akun Hasbil dari Partai Demokrat ini merupakan pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi di media sosial. Saran Arie Kriting untuk “menghindari” akun yang dianggap bermasalah patut dipertimbangkan. Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, bijak dalam memilih informasi dan sumber yang kita ikuti adalah kunci untuk menjaga integritas pemahaman kita terhadap isu-isu politik yang berkembang.Pada akhirnya, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menyaring informasi yang mereka terima dan membagikannya dengan bijaksana.

Berita Terkait

Misteri Di Balik Sebutan “Kandang Banteng” untuk Jawa Tengah
PDI Perjuangan Rayakan Milad ke-53, Konsolidasi Kekuatan di Tengah Tantangan Bangsa
Mengapa Chromebook Sulit Digunakan di Wilayah 3T? Penjelasan dari Mantan Dirjen Dikdasmen
Musibah Sumatra, Cobaan Akhir Tahun bagi Persatuan Bangsa
BNPB Terima Lebih dari 34.000 Permohonan Hunian bagi Korban Banjir Sumatera
Panggil CEO Danantara, Prabowo Minta Laporan Kampung Haji hingga Hunian Korban Bencana
Viral Pembatalan Misa Natal di Depok, Wali Kota depok Beri Penjelasan
Pramono Larang Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:18 WIB

Misteri Di Balik Sebutan “Kandang Banteng” untuk Jawa Tengah

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:32 WIB

PDI Perjuangan Rayakan Milad ke-53, Konsolidasi Kekuatan di Tengah Tantangan Bangsa

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:00 WIB

Mengapa Chromebook Sulit Digunakan di Wilayah 3T? Penjelasan dari Mantan Dirjen Dikdasmen

Kamis, 1 Januari 2026 - 11:23 WIB

Musibah Sumatra, Cobaan Akhir Tahun bagi Persatuan Bangsa

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:18 WIB

BNPB Terima Lebih dari 34.000 Permohonan Hunian bagi Korban Banjir Sumatera

Berita Terbaru