Trump dan Penarikan Pasukan AS dari Eropa: Batalnya Pengiriman 4.000 Tentara ke Polandia

- Jurnalis

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump kembali membuat kejutan di kancah internasional.

Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump kembali membuat kejutan di kancah internasional.

JAKARTA, koranmetro.com – Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump kembali membuat kejutan di kancah internasional. Pentagon secara mendadak membatalkan rencana pengerahan sekitar 4.000 tentara ke Polandia. Keputusan ini menjadi bagian dari realignment kekuatan militer AS di Eropa yang lebih luas, termasuk penarikan ribuan pasukan dari Jerman.

Kronologi dan Detail Keputusan

Rencana semula adalah mengerahkan Brigade Tempur Lapis Baja ke-2 (2nd Armored Brigade Combat Team) dari Divisi Kavaleri ke-1 untuk rotasi sembilan bulan di Polandia sebagai bagian dari Operation Atlantic Resolve. Beberapa peralatan dan pasukan pendahulu bahkan sudah dalam perjalanan ketika perintah pembatalan dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Keputusan ini diumumkan hanya beberapa minggu setelah Pentagon mengumumkan penarikan sekitar 5.000 tentara dari Jerman. Jenderal Christopher LaNeve, Kepala Staf Angkatan Darat AS yang bertindak, mengonfirmasi pembatalan tersebut dalam sidang Kongres.

Apakah Ini “Hukuman” dari Trump?

Banyak analis dan politisi menghubungkan keputusan ini dengan ketegangan antara Trump dan sekutu Eropa, khususnya terkait konflik dengan Iran. Trump dikabarkan marah atas sikap Eropa yang dinilai kurang mendukung posisi AS dalam isu tersebut. Kanselir Jerman Friedrich Merz bahkan disebut-sebut “menghina” AS, yang memicu respons keras dari Trump.

Baca Juga :  Menemukan 5 Jenazah Penumpang Kapal Bayesian Yang Hilang , Diduga Termasuk Mike Lynch dan Putrinya

Namun, pihak Pentagon menegaskan bahwa ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi kehadiran militer AS di Eropa dan mendorong negara-negara NATO meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka sendiri. Trump telah lama mengkritik negara Eropa yang dianggap “free rider” dalam aliansi NATO.

Reaksi dari Berbagai Pihak

  • Polandia: Perdana Menteri Donald Tusk menyatakan telah mendapat jaminan bahwa keamanan Polandia tidak akan terganggu. Polandia, yang selama ini menjadi salah satu sekutu paling setia AS di garis depan NATO, menyatakan siap menyesuaikan diri meski kecewa.
  • Kongres AS: Baik anggota Partai Republik maupun Demokrat mengkritik keputusan mendadak ini. Mereka khawatir sinyal yang dikirim ke Rusia dan melemahkan deterrence di sayap timur NATO.
  • Analis Militer: Mantan komandan seperti Letnan Jenderal Ben Hodges menyebut langkah ini bisa menguntungkan Rusia.
Baca Juga :  Trump Pertimbangkan Opsi Militer untuk Akuisisi Greenland, Ancaman Baru bagi NATO?

Dampak Lebih Luas

Keputusan ini menimbulkan ketidakpastian besar mengenai postur militer AS di Eropa ke depan. Jumlah pasukan AS di Polandia berpotensi turun signifikan, dari sekitar 10.000 menjadi 6.000 orang. Ini sejalan dengan visi Trump untuk mengurangi komitmen luar negeri yang mahal dan memfokuskan sumber daya pada prioritas domestik serta ancaman lain seperti China.

Meski demikian, para pejabat AS menekankan bahwa pembatalan rotasi ini bukan berarti penarikan total, melainkan penyesuaian untuk efisiensi anggaran dan strategi.

Pembatalan pengiriman 4.000 tentara ke Polandia mencerminkan pergeseran kebijakan luar negeri Trump yang “America First” — lebih pragmatis, transactional, dan menuntut sekutu untuk lebih mandiri dalam pertahanan. Bagi Polandia dan negara Baltik yang merasa paling terancam oleh Rusia, keputusan ini menimbulkan kekhawatiran, meski jaminan keamanan terus diberikan.

Berita Terkait

Lionel Messi Masuk Daftar, Skuad Sementara Argentina untuk Pertahankan Gelar Juara Piala Dunia 2026
Kepemimpinan Teladan, CEO Japan Airlines yang Rela Berkorban untuk Lindungi Karyawan
CIA Bocor, Iran Masih Kuasai 70% Rudal, Kontradiksi Klaim Trump soal “Hancur Lebur”
Reaksi Kanselir Jerman terhadap Penarikan Pasukan AS, Langkah Menuju Kemandirian Eropa?
Trump Tolak Proposal Iran Terbaru, Kembali Ancam Aksi Militer jika Tak Ada Kesepakatan
UEA Resmi Hengkang dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Langkah Berani Menuju Kemandirian Energi
Kesehatan Pemimpin di Sorotan, Isu Kondisi Medis dan Dinamika Politik Israel
AS Jadi Mediator Utama, Israel dan Lebanon Siap Bertemu Lagi di Washington untuk Perundingan Damai
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:41 WIB

Trump dan Penarikan Pasukan AS dari Eropa: Batalnya Pengiriman 4.000 Tentara ke Polandia

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:12 WIB

Kepemimpinan Teladan, CEO Japan Airlines yang Rela Berkorban untuk Lindungi Karyawan

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:30 WIB

CIA Bocor, Iran Masih Kuasai 70% Rudal, Kontradiksi Klaim Trump soal “Hancur Lebur”

Senin, 4 Mei 2026 - 11:19 WIB

Reaksi Kanselir Jerman terhadap Penarikan Pasukan AS, Langkah Menuju Kemandirian Eropa?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:41 WIB

Trump Tolak Proposal Iran Terbaru, Kembali Ancam Aksi Militer jika Tak Ada Kesepakatan

Berita Terbaru

Merkuri (mercury) sering kali menjadi bahan “ajaib” yang ditambahkan pada produk skincare, terutama krim pemutih wajah.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Waspada Merkuri dalam Skincare, Ancaman Tersembunyi yang Bisa Merusak Otak dan Organ Tubuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:19 WIB