JAKARTA, koranmetro.com – Seorang pemuda Warga Negara Indonesia (WNI) baru-baru ini ditangkap oleh pihak berwenang di Singapura setelah diduga melakukan tindakan tidak senonoh dengan memamerkan alat kelaminnya kepada seorang pramugari di dalam pesawat. Kejadian ini terjadi saat penerbangan dari Indonesia menuju Singapura, dan insiden tersebut telah memicu kemarahan publik serta menarik perhatian aparat hukum setempat.
Menurut laporan pihak berwajib, pria yang berusia 24 tahun itu diduga sengaja melakukan aksi tersebut setelah pramugari tersebut meminta penumpang untuk mematuhi prosedur keamanan dan kenyamanan selama penerbangan. Aksi tidak senonoh yang dilakukan pemuda tersebut segera dilaporkan oleh pramugari yang bersangkutan, dan pihak maskapai segera berkoordinasi dengan pihak keamanan.
Setelah pesawat mendarat di Bandara Changi Singapura, pria tersebut segera dibawa oleh polisi untuk diperiksa lebih lanjut. Pihak kepolisian Singapura menjelaskan bahwa pelaku dapat dikenakan dakwaan berdasarkan pelanggaran terhadap undang-undang kesusilaan dan perilaku tidak senonoh di depan umum. Hukum Singapura cukup ketat terkait tindakan yang dianggap merendahkan martabat orang lain, terlebih jika melibatkan pelecehan seksual.
Pemuda WNI ini kini berada dalam tahanan pihak kepolisian Singapura dan sedang menjalani penyelidikan lebih lanjut. Pemerintah Indonesia melalui kedutaan besarnya di Singapura turut memberikan perhatian dan bantuan hukum terhadap kasus ini. Mereka mengingatkan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum setempat, tetapi juga dapat merusak citra baik warga negara Indonesia di luar negeri.
Kasus ini menyoroti pentingnya kesadaran dan penghormatan terhadap norma sosial serta peraturan hukum di negara lain. Masyarakat pun diingatkan untuk selalu menjaga sikap dan perilaku mereka, terutama ketika berada di luar negeri, untuk menghindari masalah hukum yang dapat merugikan diri sendiri serta negara.
Tindakan tak senonoh yang dilakukan pemuda WNI di Singapura menjadi peringatan penting akan pentingnya menjaga etika dan perilaku yang baik, terutama saat berinteraksi dengan orang lain dalam ruang publik. Pemerintah Indonesia juga terus mengawasi kasus ini dan berkomitmen memberikan bantuan hukum kepada warganya yang terlibat dalam insiden tersebut.