Trump Sebut AS Siap Bantu Iran Membersihkan Ranjau di Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat siap memberikan bantuan teknis kepada Iran untuk membersihkan ranjau laut di Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat siap memberikan bantuan teknis kepada Iran untuk membersihkan ranjau laut di Selat Hormuz.

JAKARTA, koranmetro.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat siap memberikan bantuan teknis kepada Iran untuk membersihkan ranjau laut di Selat Hormuz. Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara singkat di Gedung Putih, hanya beberapa hari setelah gencatan senjata antara kedua negara mulai berlaku.

“Kami siap membantu Iran membersihkan ranjau yang mereka tebar di Selat Hormuz. Ini demi kepentingan semua orang, termasuk mereka sendiri. Selat Hormuz harus aman untuk lalu lintas minyak dunia,” ujar Trump.

Pernyataan ini muncul di tengah upaya pemulihan situasi pasca konflik yang sempat memanas selama hampir dua minggu. Selama masa konflik, Iran disebut telah menebar ranjau laut di beberapa titik strategis di Selat Hormuz sebagai bentuk pertahanan asimetris.

Latar Belakang Pernyataan Trump

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada harga minyak global. Selama konflik, beberapa kapal dagang sempat terancam akibat keberadaan ranjau, sehingga menimbulkan kekhawatiran luas di pasar energi internasional.

Baca Juga :  Ketegangan Diplomatik, Qatar dan AS Pasca-Serangan Israel di Doha

Trump menekankan bahwa bantuan teknis dari AS bukan berarti memberikan kelemahan bagi Iran, melainkan langkah pragmatis untuk memulihkan stabilitas perdagangan global.

“Kami tidak sedang membantu Iran sebagai negara. Kami sedang membantu dunia agar minyak bisa mengalir dengan lancar lagi,” tambahnya.

Respons dari Pihak Iran

Hingga saat ini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan resmi terhadap tawaran Trump. Beberapa analis di Teheran menilai pernyataan tersebut sebagai bentuk diplomasi publik yang bertujuan menunjukkan bahwa AS ingin terlihat sebagai “pembawa perdamaian”, meski sebelumnya terlibat langsung dalam eskalasi militer.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa Iran mampu membersihkan ranjau sendiri dan tidak memerlukan bantuan dari pihak yang sebelumnya menjadi lawan.

Baca Juga :  Norwegia Akan Donasikan Keuntungan Laga Lawan Israel untuk Gaza

Reaksi Internasional

Pernyataan Trump mendapat respons beragam dari komunitas internasional. Beberapa negara Teluk seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyambut positif tawaran tersebut karena khawatir terhadap gangguan pasokan energi. Sementara itu, Rusia dan China memperingatkan agar setiap bantuan tidak dijadikan alat intervensi politik.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) juga menyatakan dukungan terhadap upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz demi keselamatan pelayaran internasional.

Tawaran Presiden Trump untuk membantu Iran membersihkan ranjau di Selat Hormuz menandai pergeseran nada dari fase konflik menuju upaya pemulihan. Meski masih menuai skeptisisme dari Teheran, pernyataan ini menjadi sinyal bahwa kedua pihak mungkin mulai membuka ruang untuk kerja sama teknis di tengah ketegangan geopolitik yang masih tinggi.

Berita Terkait

Pemilu Sela AS 2026, Kontrol Kongres Jadi Taruhan Besar bagi Pemerintahan Trump
AS Setujui 500 Rudal Patriot untuk Ukraina, namun Pengiriman Masih Lama
Singapura Panggil Eksekutif Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Dipimpin Tiga Menteri
Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat
Dua Kerentanan Kritis PHP Ditemukan AI, Puluhan Persen Situs Dunia Ambil Langkah Darurat
Kerusuhan Melanda Perancis, Demo Biaya Hidup Berujung Penjarahan dan Kerusakan Massal
Serangan Rudal Houthi Hantam Istana Al-Maashiq di Aden, Lima Tewas dan 16 Luka-luka
Dua WNI Alami Luka Ringan dalam Serangan di Riyadh, KBRI Pastikan Kondisi Sudah Membaik
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:08 WIB

AS Setujui 500 Rudal Patriot untuk Ukraina, namun Pengiriman Masih Lama

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Singapura Panggil Eksekutif Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Dipimpin Tiga Menteri

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Dua Kerentanan Kritis PHP Ditemukan AI, Puluhan Persen Situs Dunia Ambil Langkah Darurat

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Kerusuhan Melanda Perancis, Demo Biaya Hidup Berujung Penjarahan dan Kerusakan Massal

Berita Terbaru

Barcelona membuka musim 2026/2027 dengan rekor mencengangkan. Di bawah asuhan Hansi Flick, Blaugrana telah mencetak 60 gol dalam 15 pertandingan resmi pertama mereka.

Liga Spanyol

Barcelona Gila Gol, 60 Kali Jebol Gawang Lawan dalam 15 Laga

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:05 WIB

Babak playoff MPL ID Season 18 dibuka dengan hasil mengejutkan. Pada hari pertama di Surabaya, Rabu (4/11/2026), dua nama besar langsung tersingkir.

TEKNOLOGI

Shock Playoff MPL ID S18, ONIC dan EVOS Gugur di Hari Pertama

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:03 WIB