Banjir Landa Probolinggo, 314 Rumah Terdampak, 1 Warga Meninggal

- Jurnalis

Selasa, 11 Maret 2025 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi banjir Probolinggo.

Ilustrasi banjir Probolinggo.

JAKARTA, koranmetro.com – Banjir besar melanda Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Senin (10/03), menyebabkan 314 rumah terendam dan satu warga dilaporkan meninggal dunia. Banjir yang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut memicu meluapnya sejumlah sungai di daerah tersebut, mengakibatkan banjir besar yang menghancurkan.

Dampak Banjir di Probolinggo

Banjir ini berdampak luas, dengan 314 rumah di beberapa desa yang terendam air hingga ketinggian mencapai 1,5 meter. Wilayah-wilayah yang paling terdampak adalah Kecamatan Kraksaan, Pajarakan, dan Tiris. Selain merendam rumah-rumah penduduk, banjir juga merusak fasilitas umum dan menutup sejumlah jalan yang menghubungkan desa-desa di sekitar Probolinggo.

Salah satu korban yang dilaporkan meninggal adalah seorang warga lanjut usia yang terjebak di rumahnya ketika banjir datang. Tim SAR dan aparat kepolisian setempat segera melakukan upaya evakuasi terhadap warga yang terperangkap, namun sayangnya korban tersebut tidak dapat diselamatkan.

Baca Juga :  Kepala BPS Ungkap Progres Finalisasi Data Tunggal untuk Penyaluran Bansos

Penyebab dan Kondisi Terkini

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo, banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, yang membuat volume air di sungai meluap. Beberapa bendungan yang ada di wilayah tersebut juga tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat. Pihak BPBD juga mencatat adanya beberapa saluran drainase yang tersumbat, memperburuk kondisi banjir.

Hingga saat ini, sejumlah petugas gabungan dari BPBD, Polres, dan TNI masih melakukan pencarian dan evakuasi, dengan prioritas utama menyelamatkan warga yang masih terjebak. Selain itu, bantuan logistik seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan juga sudah mulai disalurkan kepada para korban yang tinggal di pos pengungsian sementara.

Pemerintah Tanggap Darurat

Pemerintah Kabupaten Probolinggo telah menetapkan status tanggap darurat untuk menghadapi bencana banjir ini. Dalam beberapa hari ke depan, sejumlah bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi diperkirakan akan tiba untuk mendukung penanganan bencana. Selain itu, pihak berwenang juga mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan banjir untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan.

Baca Juga :  Jadwal Kapal Pelni KM Kelud September, Jakarta-Belawan dengan 3 Kali Singgah di Batam

Pencegahan dan Penanganan Banjir di Masa Depan

Insiden banjir ini memunculkan kesadaran pentingnya upaya mitigasi bencana di kawasan yang rawan banjir. Beberapa langkah pencegahan dan perbaikan saluran drainase serta peningkatan kapasitas bendungan menjadi agenda utama yang perlu segera dilakukan oleh pemerintah setempat. Pemerintah juga berencana untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak akibat banjir agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.

Banjir yang melanda Probolinggo menimbulkan kerugian yang cukup besar baik dari segi material maupun korban jiwa. Meskipun upaya penanggulangan bencana terus dilakukan, kesadaran akan pentingnya persiapan dan tindakan preventif untuk menghadapi potensi bencana banjir harus terus ditingkatkan. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bekerja sama dalam meminimalkan risiko bencana di masa depan, serta memastikan keselamatan warga yang terdampak bencana.

Berita Terkait

Ribuan Jemaah Muhammadiyah Cengkareng Jalani Shalat Id di Bawah Terik Matahari Pagi
Diskusi Maraton Prabowo di Hambalang, Jurnalis dan Pakar Bahas Geopolitik hingga Transformasi Bangsa hingga Subuh
Mensesneg Pimpin Rapat Koordinasi Pengawasan Program Prioritas Presiden Prabowo di Kementerian Pertahanan
Mudik Gratis ala TNI AL, Pemudik di Kapal Perang Nikmati Menu Ayam untuk Buka Puasa dan Sahur
Ironi Penegak Hukum, Polisi Terlibat Narkoba, Gaya Hidup Mewah Jadi Biang Kerok Utama
Optimistis! Prabowo Targetkan Indonesia Mandiri Energi dalam Empat Tahun
Menghentikan Anak dari Medsos, Benteng Orang Tua Melawan Raksasa Algoritma yang Rakus Perhatian
Delpedro Marhaen, Vonis Bebas sebagai Simbol Kemerdekaan Kritik di Era Demokrasi Indonesia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:08 WIB

Ribuan Jemaah Muhammadiyah Cengkareng Jalani Shalat Id di Bawah Terik Matahari Pagi

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:33 WIB

Diskusi Maraton Prabowo di Hambalang, Jurnalis dan Pakar Bahas Geopolitik hingga Transformasi Bangsa hingga Subuh

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:12 WIB

Mensesneg Pimpin Rapat Koordinasi Pengawasan Program Prioritas Presiden Prabowo di Kementerian Pertahanan

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:07 WIB

Mudik Gratis ala TNI AL, Pemudik di Kapal Perang Nikmati Menu Ayam untuk Buka Puasa dan Sahur

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:41 WIB

Ironi Penegak Hukum, Polisi Terlibat Narkoba, Gaya Hidup Mewah Jadi Biang Kerok Utama

Berita Terbaru