KKP Ungkap Segel Pagar Laut yang Membingungkan di Tangerang

- Jurnalis

Kamis, 9 Januari 2025 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyegelan ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap lingkungan laut dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut

Penyegelan ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap lingkungan laut dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut

JAKARTA, koranmetro.com – ementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru-baru ini melakukan penyegelan pada sebuah area pagar laut yang misterius sepanjang 30 kilometer di Tangerang. Penyegelan ini dilakukan setelah adanya laporan mengenai aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut yang dapat berdampak pada ekosistem laut dan keberlanjutan sumber daya perikanan.Para petugas KKP menemukan bahwa pagar laut tersebut dibangun tanpa izin dan berpotensi mengganggu jalur migrasi ikan serta habitat makhluk laut lainnya.

Baca Juga :  16 Pengacara Bela Agus Difabel Hadapi Kasus Pelecehan Seksual

Tim KKP menyatakan bahwa tindakan cepat diperlukan untuk melindungi lingkungan dan memastikan bahwa praktik-praktik penangkapan ikan dilakukan secara berkelanjutan.“Kami akan menyelidiki lebih lanjut mengenai asal-usul dan tujuan dari pembangunan pagar laut ini,” ujar salah satu pejabat KKP. “Kami juga akan bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk menindaklanjuti kasus ini.

Baca Juga :  Banjir Landa Probolinggo, 314 Rumah Terdampak, 1 Warga Meninggal

Penyegelan ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap lingkungan laut dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut. KKP mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam melindungi ekosistem laut demi masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia
Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi
Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG
Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN
Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:12 WIB

KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi

Berita Terbaru

Manikur bukan sekadar mempercantik kuku, melainkan juga bagian dari perawatan tangan. Setiap jenis manikur punya karakteristik,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Panduan Memilih Manikur, 7 Jenis Populer dan Cocoknya untuk Setiap Kondisi Kuku

Selasa, 13 Okt 2026 - 11:21 WIB