KKP Ungkap Segel Pagar Laut yang Membingungkan di Tangerang

- Jurnalis

Kamis, 9 Januari 2025 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyegelan ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap lingkungan laut dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut

Penyegelan ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap lingkungan laut dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut

JAKARTA, koranmetro.com – ementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru-baru ini melakukan penyegelan pada sebuah area pagar laut yang misterius sepanjang 30 kilometer di Tangerang. Penyegelan ini dilakukan setelah adanya laporan mengenai aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut yang dapat berdampak pada ekosistem laut dan keberlanjutan sumber daya perikanan.Para petugas KKP menemukan bahwa pagar laut tersebut dibangun tanpa izin dan berpotensi mengganggu jalur migrasi ikan serta habitat makhluk laut lainnya.

Baca Juga :  WNA Rusia Diamankan Imigrasi usai Dokumentasikan Aksi KNPB di Wamena

Tim KKP menyatakan bahwa tindakan cepat diperlukan untuk melindungi lingkungan dan memastikan bahwa praktik-praktik penangkapan ikan dilakukan secara berkelanjutan.“Kami akan menyelidiki lebih lanjut mengenai asal-usul dan tujuan dari pembangunan pagar laut ini,” ujar salah satu pejabat KKP. “Kami juga akan bekerja sama dengan pihak berwenang setempat untuk menindaklanjuti kasus ini.

Baca Juga :  Eks Anak Buah Tom Lembong Diperiksa Kejagung dalam Kasus Dugaan Korupsi Gula

Penyegelan ini diharapkan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap lingkungan laut dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut. KKP mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam melindungi ekosistem laut demi masa depan yang lebih baik.

Berita Terkait

Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar
Malaysia Kirim Pesawat dan Helikopter Bantu Indonesia Atasi Karhutla di Kalimantan
Usulan Gaji Minimum Dokter IDI, Mengurai Sumber Pendapatan di Tengah Sistem JKN
Prabowo Tiba di New Delhi, Disambut Hangat Mahasiswa dan Diaspora Indonesia
Seperempat Abad Demokrat, Antara Dukungan kepada Pemerintah dan Komitmen pada Rakyat
Partai Demokrat Tolak Anggapan Pidato AHY sebagai Sinyal Maju di Pilpres 2029
Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi
Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 10:59 WIB

Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar

Sabtu, 19 September 2026 - 11:13 WIB

Malaysia Kirim Pesawat dan Helikopter Bantu Indonesia Atasi Karhutla di Kalimantan

Selasa, 15 September 2026 - 11:23 WIB

Usulan Gaji Minimum Dokter IDI, Mengurai Sumber Pendapatan di Tengah Sistem JKN

Sabtu, 12 September 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Tiba di New Delhi, Disambut Hangat Mahasiswa dan Diaspora Indonesia

Kamis, 10 September 2026 - 11:12 WIB

Seperempat Abad Demokrat, Antara Dukungan kepada Pemerintah dan Komitmen pada Rakyat

Berita Terbaru

Pernahkah Anda tiba-tiba mendapat ide bagus saat sedang mandi? Solusi masalah yang sejak tadi buntu justru muncul di antara guyuran air hangat.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Mengapa Ide Brilian Sering Muncul saat Mandi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Minggu, 20 Sep 2026 - 11:12 WIB