JAKARTA, koranmetro.com – Sebuah gempa tektonik kuat yang mengguncang Filipina Selatan pada Selasa malam (9 Juni 2026) terasa hingga wilayah Indonesia Timur. Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh warga di beberapa daerah Sulawesi, dan memicu tsunami kecil di pesisir Maluku Utara.
Fakta Gempa Filipina
- Magnitudo: 7,1 SR
- Kedalaman: 40 km
- Lokasi: Laut Filipina, sekitar 120 km tenggara Davao City, Filipina
- Waktu: Selasa, 9 Juni 2026 pukul 23.47 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa ini termasuk gempa berkekuatan signifikan dan berpotensi tsunami, meski skalanya tidak besar.
Dampak di Indonesia
Meski episentrum berada di Filipina, getaran gempa terasa cukup kuat di beberapa wilayah Indonesia Timur:
- Sulawesi Utara (Manado, Bitung, Gorontalo)
- Sulawesi Tengah (Palu, Poso)
- Sulawesi Selatan (Makassar – terasa ringan)
- Maluku Utara (Ternate, Tidore, Halmahera)
Di Maluku Utara, gempa memicu tsunami kecil dengan ketinggian gelombang mencapai 30–50 cm di beberapa pesisir. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, namun warga sempat panik dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.
Kondisi Terkini
Hingga Rabu pagi (10 Juni 2026), BMKG masih mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Warga diimbau untuk tidak mendekati pantai dan tetap waspada terhadap gempa susulan.
Pemerintah setempat melalui BPBD telah melakukan evakuasi sementara di beberapa titik rawan di Maluku Utara. Belum ada laporan kerusakan bangunan signifikan di Indonesia.
Respons Pemerintah Filipina
Di Filipina, gempa menyebabkan kerusakan sedang di beberapa bangunan di Davao dan wilayah sekitarnya. Pemerintah Filipina telah mengaktifkan status siaga darurat dan sedang melakukan assessment kerusakan.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk:
- Tidak terpancing isu hoaks tentang gempa dan tsunami besar
- Tetap tenang namun waspada terhadap gempa susulan
- Mengikuti arahan BPBD setempat
- Menghindari pantai dan sungai yang bermuara ke laut untuk sementara waktu









