Helikopter Terjatuh di Bali, Dikarnakan Terlilit Benang Layang Layang

- Jurnalis

Sabtu, 20 Juli 2024 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, koranmetro.com – Menanggapi Insiden helikopter jatuh di Bali yang diduga dipicu terlilit benang layang-layang, Capt. Mohammad Triwibowo Pilot PT. Air Pasifik Utama menyampaikan fenomena helikopter terlilit benang sudah sering terjadi di Bali. Mengingat beberapa destinasi wisata di Bali menyediakan fasilitas Helikopter untuk menikati pemandangan.

Baca Juga :  Kunjungan Gubernur Pramono Anung ke KPK, Upaya Penataan Tiang Monorel Mangkrak dan Revitalisasi Lahan RS Sumber Waras

Capt. Mohammad Triwibowo saat on air di Radio ANDIKA menyampaikan, Rata-rata penerbangan helikopter yang berada di ketinggian antara 1000 ft. Sementara layang layang bisa berada di ketinggian 1500 ft. Karena tidak ada ijin penerbangan layang – layang maka tidak ada NOTAM yang dikeluarkan AirNav, sementara benang layang-layang sulit terlihat di udara.

Baca Juga :  Kasasi Diajukan oleh Hakim Agung Gazalba Saleh Pasca Peningkatan Hukuman di Pengadilan Tinggi

Triwibowo menambahkan, untuk mengantisipasi benang layang-layang yang berjumlah ratusan, para pilot mengidentifikasi arah angin untuk membayangkan letak benang layang-layang sesuai arah angin. Pihaknya berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk tidak menerbangkan layang – layang di lokasi rawan penerbangan helikopter maupun pesawat.(rif)

Berita Terkait

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia
Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi
Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG
Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN
Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:12 WIB

KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi

Berita Terbaru

Manikur bukan sekadar mempercantik kuku, melainkan juga bagian dari perawatan tangan. Setiap jenis manikur punya karakteristik,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Panduan Memilih Manikur, 7 Jenis Populer dan Cocoknya untuk Setiap Kondisi Kuku

Selasa, 13 Okt 2026 - 11:21 WIB