Mengapa Chromebook Sulit Digunakan di Wilayah 3T? Penjelasan dari Mantan Dirjen Dikdasmen

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program pengadaan laptop Chromebook untuk digitalisasi pendidikan di Indonesia sempat menjadi sorotan, terutama karena kegagalannya di daerah terdepan,

Program pengadaan laptop Chromebook untuk digitalisasi pendidikan di Indonesia sempat menjadi sorotan, terutama karena kegagalannya di daerah terdepan,

koranmetro.com – Program pengadaan laptop Chromebook untuk digitalisasi pendidikan di Indonesia sempat menjadi sorotan, terutama karena kegagalannya di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbudristek, Hamid Muhammad, mengungkap alasan utama mengapa perangkat ini tidak efektif di wilayah tersebut.

Latar Belakang Pengadaan Chromebook

Pengadaan Chromebook dilakukan pada era Menteri Pendidikan Nadiem Makarim (2019-2024) sebagai bagian dari program digitalisasi sekolah, termasuk untuk asesmen nasional berbasis komputer. Namun, uji coba sebelumnya pada 2018-2019 sudah menunjukkan kegagalan, terutama di daerah 3T. Meski demikian, program ini dilanjutkan pada 2020-2022, dan kini menjadi kasus dugaan korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Alasan Utama Chromebook Tidak Cocok di Daerah 3T

Hamid Muhammad, yang pernah menjabat sebagai Plt Dirjen PAUD Dikdasmen, bersaksi dalam sidang korupsi pada Desember 2025. Ia menyatakan bahwa Chromebook mengalami kegagalan karena infrastruktur di daerah 3T tidak mendukung. Berikut alasan detailnya:

  1. Ketergantungan pada Koneksi Internet Stabil Chromebook berbasis sistem operasi Chrome OS yang sebagian besar fungsinya bergantung pada cloud dan internet. Di daerah 3T, akses internet sering lambat, tidak stabil, atau bahkan tidak ada.
  1. Kebutuhan Listrik yang Kontinu Perangkat tidak bisa beroperasi optimal tanpa pasokan listrik stabil, sementara banyak sekolah di wilayah terpencil sering mengalami pemadaman atau keterbatasan energi.
  1. Inkompatibilitas dengan Aplikasi Lokal Banyak aplikasi pendidikan standar Kemendikbud seperti Dapodik, Microsoft Office, atau software lain berbasis Windows tidak bisa diinstal di Chromebook.
  2. Keterbatasan Fitur Offline Meski ada mode offline terbatas, fungsi utama seperti update, sinkronisasi data, dan akses materi belajar tetap memerlukan koneksi online.
Baca Juga :  Kapal Roro Angkut 122 Penumpang Mudik Natal Terbakar di Batam

Jaksa dalam sidang juga menyebut empat poin serupa, termasuk kecepatan internet yang menjadi isu utama di sekolah 3T.

Baca Juga :  Demokrasi Sehat Bukan Harus Serba Satu, Pemerintahan Butuh Oposisi yang Kuat

Dampak dan Pelajaran

Akibatnya, laptop yang didistribusikan banyak menganggur, tujuan digitalisasi tidak tercapai, dan proses belajar-mengajar terganggu. Nadiem sendiri pernah mengklarifikasi bahwa Chromebook ditujukan untuk sekolah dengan akses internet memadai, sementara untuk daerah 3T ada program alternatif seperti “Awan Penggerak” berbasis local cloud.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penyesuaian teknologi dengan kondisi lapangan, terutama di wilayah terpencil Indonesia. Digitalisasi pendidikan harus inklusif, dengan solusi yang realistis dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Musibah Sumatra, Cobaan Akhir Tahun bagi Persatuan Bangsa
BNPB Terima Lebih dari 34.000 Permohonan Hunian bagi Korban Banjir Sumatera
Panggil CEO Danantara, Prabowo Minta Laporan Kampung Haji hingga Hunian Korban Bencana
Viral Pembatalan Misa Natal di Depok, Wali Kota depok Beri Penjelasan
Pramono Larang Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta
Dugaan Suap Ijon Proyek, Kasus Korupsi yang Menjerat Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang
Komjak Tegas, Oknum Jaksa Terjerat OTT di Banten dan Kalsel Harus Diproses Pidana hingga Dipecat
Harga Emas Antam Hari Ini 17 Desember 2025, Stabil dengan Kenaikan Buyback yang Menarik Perhatian Investor
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:00 WIB

Mengapa Chromebook Sulit Digunakan di Wilayah 3T? Penjelasan dari Mantan Dirjen Dikdasmen

Kamis, 1 Januari 2026 - 11:23 WIB

Musibah Sumatra, Cobaan Akhir Tahun bagi Persatuan Bangsa

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:18 WIB

BNPB Terima Lebih dari 34.000 Permohonan Hunian bagi Korban Banjir Sumatera

Sabtu, 27 Desember 2025 - 23:16 WIB

Panggil CEO Danantara, Prabowo Minta Laporan Kampung Haji hingga Hunian Korban Bencana

Kamis, 25 Desember 2025 - 21:34 WIB

Viral Pembatalan Misa Natal di Depok, Wali Kota depok Beri Penjelasan

Berita Terbaru