Pertama Sejak 2010, Narapidana di AS Dieksekusi Mati

- Jurnalis

Sabtu, 8 Maret 2025 - 19:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah lebih dari satu dekade, eksekusi mati kembali dilakukan di Amerika Serikat.

Setelah lebih dari satu dekade, eksekusi mati kembali dilakukan di Amerika Serikat.

JAKARTA, koranmetro.com – Setelah lebih dari satu dekade, eksekusi mati kembali dilakukan di Amerika Serikat. Pada hari Kamis, sebuah eksekusi yang dilakukan di negara bagian Missouri menandai eksekusi pertama sejak 2010 terhadap seorang narapidana yang dihukum mati.

Tindak eksekusi ini, yang melibatkan narapidana yang telah dijatuhi hukuman mati akibat tindak kriminal berat, menambah panjang daftar kontroversi mengenai penerapan hukuman mati di Amerika Serikat. Eksekusi ini mengundang berbagai reaksi keras, baik dari dalam negeri maupun dunia internasional, mengenai keberlanjutan penggunaan hukuman mati di negara tersebut.

Narapidana yang dieksekusi, identitasnya telah dipublikasikan oleh otoritas setempat, dijatuhi hukuman mati atas keterlibatannya dalam pembunuhan brutal yang terjadi beberapa tahun lalu. Eksekusi dilakukan dengan cara suntik mati, yang merupakan metode paling umum yang digunakan oleh sebagian besar negara bagian di AS. Meskipun demikian, eksekusi tersebut telah memicu perdebatan terkait apakah hukuman mati masih relevan di era modern ini.

Baca Juga :  Kala Tentara Sudan Deklarasi Rebut Ibu Kota Khartoum

Beberapa pihak yang mendukung penghapusan hukuman mati di AS, seperti kelompok hak asasi manusia dan organisasi-organisasi kemanusiaan, dengan keras mengecam langkah tersebut. Mereka menekankan bahwa eksekusi mati melanggar hak untuk hidup dan tidak memberikan solusi atas masalah mendalam yang ada di sistem peradilan pidana. “Hukuman mati tidak hanya menciptakan ketidakadilan, tetapi juga berisiko mengorbankan nyawa orang yang mungkin salah dihukum,” kata Juru Bicara Amnesty International.

Sementara itu, pendukung hukuman mati berargumen bahwa eksekusi merupakan bentuk keadilan yang pantas bagi korban kejahatan berat dan dapat memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan lainnya. Di negara bagian Missouri dan beberapa negara bagian lainnya, eksekusi mati dianggap sebagai bagian dari sistem hukum yang sah, meskipun penggunaan hukuman ini semakin menurun di seluruh negara bagian AS.

Baca Juga :  Kecelakaan Fatal, Tiga Nyawa Melayang Usai Mengikuti Petunjuk Google Maps di India, Bisakah Google Dimintai Pertanggungjawaban

Sejak 2010, penggunaan hukuman mati di AS mengalami penurunan signifikan, dengan banyak negara bagian yang moratorium atau bahkan secara resmi menghapuskan hukuman mati. Namun, beberapa negara bagian yang masih mempertahankan hukuman mati, termasuk Missouri, Texas, dan Florida, tetap melakukan eksekusi pada narapidana yang dijatuhi hukuman mati.

Eksekusi pertama ini juga menggarisbawahi ketegangan yang semakin meningkat dalam debat nasional mengenai penerapan hukuman mati, dan apakah AS seharusnya mengikuti jejak negara-negara lain yang telah menghapuskan praktik tersebut.

Bagi keluarga korban pembunuhan yang terjadi lebih dari satu dekade lalu, eksekusi ini merupakan penutupan atas peristiwa tragis yang menimpa mereka. Namun, bagi banyak pihak lainnya, eksekusi ini justru menambah pertanyaan mengenai moralitas dan efektivitas dari hukuman mati di zaman kontemporer.

Berita Terkait

Trump dan Penarikan Pasukan AS dari Eropa: Batalnya Pengiriman 4.000 Tentara ke Polandia
Lionel Messi Masuk Daftar, Skuad Sementara Argentina untuk Pertahankan Gelar Juara Piala Dunia 2026
Kepemimpinan Teladan, CEO Japan Airlines yang Rela Berkorban untuk Lindungi Karyawan
CIA Bocor, Iran Masih Kuasai 70% Rudal, Kontradiksi Klaim Trump soal “Hancur Lebur”
Reaksi Kanselir Jerman terhadap Penarikan Pasukan AS, Langkah Menuju Kemandirian Eropa?
Trump Tolak Proposal Iran Terbaru, Kembali Ancam Aksi Militer jika Tak Ada Kesepakatan
UEA Resmi Hengkang dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Langkah Berani Menuju Kemandirian Energi
Kesehatan Pemimpin di Sorotan, Isu Kondisi Medis dan Dinamika Politik Israel
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:41 WIB

Trump dan Penarikan Pasukan AS dari Eropa: Batalnya Pengiriman 4.000 Tentara ke Polandia

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:12 WIB

Lionel Messi Masuk Daftar, Skuad Sementara Argentina untuk Pertahankan Gelar Juara Piala Dunia 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:12 WIB

Kepemimpinan Teladan, CEO Japan Airlines yang Rela Berkorban untuk Lindungi Karyawan

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:30 WIB

CIA Bocor, Iran Masih Kuasai 70% Rudal, Kontradiksi Klaim Trump soal “Hancur Lebur”

Senin, 4 Mei 2026 - 11:19 WIB

Reaksi Kanselir Jerman terhadap Penarikan Pasukan AS, Langkah Menuju Kemandirian Eropa?

Berita Terbaru

Pemilik kulit dengan warm undertone (nuansa dasar kuning, golden, atau peach) biasanya terlihat cerah dan sehat saat mengenakan warna-warna hangat.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

4 Warna Outfit yang Bikin Pemilik Kulit Warm Undertone Makin Radiant

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:27 WIB

Ekonomi Indonesia bukan dibangun di gedung-gedung tinggi Wall Street atau hiruk-pikuk pasar saham, melainkan di hamparan sawah hijau,

NASIONAL

Fondasi Sawah, Kekuatan Ekonomi Indonesia yang Sejati

Senin, 18 Mei 2026 - 11:22 WIB