Iran Mengkaji Proposal Damai AS, Trump Klaim Perundingan Masih Berjalan Positif

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teheran sedang mempelajari usulan kesepakatan damai yang diajukan Amerika Serikat,

Teheran sedang mempelajari usulan kesepakatan damai yang diajukan Amerika Serikat,

JAKARTA, koranmetro.com – Teheran sedang mempelajari usulan kesepakatan damai yang diajukan Amerika Serikat, sementara Presiden Donald Trump terus menyatakan bahwa dialog dengan Iran tetap berjalan dan menunjukkan kemajuan.

Situasi ini muncul setelah berbulan-bulan ketegangan tinggi dan konflik bersenjata yang sempat melibatkan Selat Hormuz dan program nuklir Iran.

Situasi Terkini (per 3 Juni 2026)

Menurut laporan media Iran dan sumber diplomatik, pemerintah Teheran masih mengkaji dokumen usulan perjanjian yang disampaikan melalui mediator. Sementara itu, Trump berulang kali menyatakan optimismenya.

Trump mengklaim bahwa sebagian besar isi kesepakatan sudah dinegosiasikan dan menekankan bahwa Iran “sangat ingin mencapai kesepakatan”. Ia juga kembali menegaskan bahwa kesepakatan tersebut harus secara tegas melarang Iran memiliki senjata nuklir.

Isi Utama Usulan Kesepakatan

Berdasarkan bocoran dari berbagai sumber, proposal damai yang sedang dikaji mencakup:

  • Perpanjangan gencatan senjata hingga 60 hari
  • Pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal secara penuh
  • Pencabutan sebagian sanksi AS dan pelepasan aset Iran yang dibekukan
  • Pembicaraan lanjutan mengenai program nuklir Iran
  • Jaminan bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir
Baca Juga :  CIA Bocor, Iran Masih Kuasai 70% Rudal, Kontradiksi Klaim Trump soal “Hancur Lebur”

Kesepakatan ini dirancang bertahap: tahap pertama fokus pada penghentian permusuhan dan pembukaan jalur perdagangan, sementara tahap kedua membahas isu nuklir secara lebih mendalam.

Sikap Kedua Belah Pihak

Amerika Serikat (Trump): Trump terus menekankan pendekatan “deal maker” dengan memberikan sinyal positif sekaligus tekanan. Ia sempat mengancam bahwa jika Iran tidak menerima kesepakatan, konsekuensi serius akan terjadi. Namun di sisi lain, ia mengatakan dialog berjalan baik.

Iran: Teheran bersikap lebih hati-hati. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pihaknya masih mempelajari proposal secara menyeluruh dan menginginkan kesepakatan yang komprehensif serta adil. Iran menolak kesepakatan yang dianggap merugikan kedaulatannya.

Latar Belakang Konflik

Ketegangan AS-Iran meningkat tajam sejak awal 2026, yang berujung pada konflik bersenjata terbatas. Serangan terhadap fasilitas energi dan penutupan Selat Hormuz sempat mengganggu pasokan minyak global. Gencatan senjata sementara kemudian dicapai, dan sejak itu perundingan tidak langsung terus berlangsung melalui mediator seperti Qatar, Oman, dan Pakistan.

Baca Juga :  Truk Tabrak Kerumunan Perayaan Tahun Baru di New Orleans, Menewaskan 10 Orang

Dampak Potensial

Jika kesepakatan tercapai, dampaknya akan sangat signifikan:

  • Stabilisasi harga minyak dunia
  • Pembukaan kembali rute perdagangan penting di Teluk Persia
  • Pengurangan ketegangan di Timur Tengah
  • Peluang normalisasi hubungan AS-Iran yang selama ini tegang

Namun, banyak analis memperingatkan bahwa jalan menuju kesepakatan masih panjang karena kedua pihak memiliki “red line” yang sulit dikompromikan.

Proses perundingan damai AS-Iran memasuki fase krusial. Meski Trump terlihat optimistis dan aktif mendorong kesepakatan, Iran tetap mengambil sikap hati-hati dengan terus mengkaji proposal yang ada. Dunia internasional kini menanti apakah kedua pihak dapat mencapai terobosan nyata dalam waktu dekat atau kembali terjebak dalam lingkaran ketegangan.

Berita Terkait

Pemilu Sela AS 2026, Kontrol Kongres Jadi Taruhan Besar bagi Pemerintahan Trump
AS Setujui 500 Rudal Patriot untuk Ukraina, namun Pengiriman Masih Lama
Singapura Panggil Eksekutif Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Dipimpin Tiga Menteri
Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat
Dua Kerentanan Kritis PHP Ditemukan AI, Puluhan Persen Situs Dunia Ambil Langkah Darurat
Kerusuhan Melanda Perancis, Demo Biaya Hidup Berujung Penjarahan dan Kerusakan Massal
Serangan Rudal Houthi Hantam Istana Al-Maashiq di Aden, Lima Tewas dan 16 Luka-luka
Dua WNI Alami Luka Ringan dalam Serangan di Riyadh, KBRI Pastikan Kondisi Sudah Membaik
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:08 WIB

AS Setujui 500 Rudal Patriot untuk Ukraina, namun Pengiriman Masih Lama

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Singapura Panggil Eksekutif Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Dipimpin Tiga Menteri

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Dua Kerentanan Kritis PHP Ditemukan AI, Puluhan Persen Situs Dunia Ambil Langkah Darurat

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Kerusuhan Melanda Perancis, Demo Biaya Hidup Berujung Penjarahan dan Kerusakan Massal

Berita Terbaru

Barcelona membuka musim 2026/2027 dengan rekor mencengangkan. Di bawah asuhan Hansi Flick, Blaugrana telah mencetak 60 gol dalam 15 pertandingan resmi pertama mereka.

Liga Spanyol

Barcelona Gila Gol, 60 Kali Jebol Gawang Lawan dalam 15 Laga

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:05 WIB

Babak playoff MPL ID Season 18 dibuka dengan hasil mengejutkan. Pada hari pertama di Surabaya, Rabu (4/11/2026), dua nama besar langsung tersingkir.

TEKNOLOGI

Shock Playoff MPL ID S18, ONIC dan EVOS Gugur di Hari Pertama

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:03 WIB