Mabes TNI Bantah Narasi Negatif, Klarifikasi Dwifungsi dan Polemik Pembangunan Yon TP

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) terus melakukan komunikasi terbuka dengan publik untuk meluruskan berbagai narasi yang dianggap menyudutkan institusi.

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) terus melakukan komunikasi terbuka dengan publik untuk meluruskan berbagai narasi yang dianggap menyudutkan institusi.

JAKARTA, koranmetro.com – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) terus melakukan komunikasi terbuka dengan publik untuk meluruskan berbagai narasi yang dianggap menyudutkan institusi. Dari tudingan kebangkitan dwifungsi hingga polemik pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP), Mabes TNI menegaskan komitmennya menjalankan tugas sesuai koridor hukum dan untuk kepentingan bangsa.

Respons Terhadap Tudingan Dwifungsi

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menjelaskan bahwa keterlibatan prajurit TNI di berbagai bidang bukanlah bentuk dwifungsi baru atau upaya militerisasi pemerintahan. Menurutnya, semua penempatan perwira aktif di jabatan tertentu dilakukan berdasarkan undang-undang dan kebutuhan negara.

“Kami tidak pernah mengancam masyarakat. Narasi yang tercipta seolah-olah menciptakan demokrasi berwatak militer atau dwifungsi TNI adalah tidak benar,” tegas Kapuspen Nas. Ia menambahkan bahwa TNI terbuka menerima kritik konstruktif dan siap menindak tegas prajurit yang melanggar aturan.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga menekankan komitmen institusi untuk tetap profesional sebagai alat negara di bidang pertahanan, sekaligus mendukung pembangunan nasional sesuai amanat konstitusi.

Baca Juga :  Mungkinkah Krisis Startup Menular ke Sektor Teknologi Lain, Apa Penyebabnya

Klarifikasi Polemik Yon TP

Salah satu isu hangat adalah pembangunan ratusan Yon TP di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan pertahanan teritorial dan dukungan program pembangunan pemerintah. Beberapa kelompok masyarakat sempat memprotes dengan tudingan penyerobotan lahan.

Mabes TNI membantah keras tudingan tersebut. Kapuspen Muhammad Nas menyatakan bahwa lokasi pembangunan Yon TP ditentukan berdasarkan data dan usulan pemerintah daerah, serta berdiri di atas lahan milik negara, lahan TNI, atau lokasi yang telah disiapkan secara resmi.

“Tidak benar kalau disebut TNI menyerobot lahan masyarakat. Semua dilakukan melalui koordinasi dengan pemda dan instansi terkait,” ujarnya.

Yon TP dirancang tidak hanya sebagai satuan tempur, melainkan juga mendukung pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, penanganan bencana, dan pemberdayaan masyarakat di wilayah binaan. Program ini merupakan bagian dari target pembentukan ratusan batalyon baru hingga tahun 2029 untuk memperkuat pertahanan di tingkat kabupaten/kota.

Baca Juga :  Pihak Berwajib Amankan 18 Anggota Polisi Terkait Dugaan Pemerasan DWP

Komitmen Transparansi dan Dialog

Mabes TNI menyatakan siap berdialog dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan media. Pendekatan persuasif dan dialogis menjadi prioritas dalam menyelesaikan setiap polemik di lapangan.

Dengan membuka diri terhadap masukan, TNI berharap narasi-narasi negatif dapat diluruskan sehingga fokus tetap pada tugas utama: menjaga kedaulatan negara dan mendukung pembangunan bangsa.

Langkah Mabes TNI yang lebih terbuka ini mencerminkan upaya membangun kepercayaan publik di era transparansi informasi. Meski polemik dwifungsi dan Yon TP masih menjadi perhatian sebagian kalangan, penjelasan resmi menegaskan bahwa semua dilakukan dalam kerangka hukum dan untuk kepentingan bersama. Perkembangan isu ini akan terus dipantau publik sebagai bagian dari dinamika hubungan sipil-militer di Indonesia.

Berita Terkait

Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi
Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG
Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN
Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar
Malaysia Kirim Pesawat dan Helikopter Bantu Indonesia Atasi Karhutla di Kalimantan
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:12 WIB

KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi

Senin, 28 September 2026 - 11:04 WIB

Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG

Jumat, 25 September 2026 - 11:50 WIB

Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN

Berita Terbaru

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Tiga Zodiak yang Bakal Merasa Lebih Ringan dan Bahagia di Tanggal 10 Oktober 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 11:09 WIB