Reformasi Kepolisian di Depan Mata: Komite Ad Hoc Prabowo Siap Beraksi dalam 6 Bulan

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pembenahan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pembenahan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

JAKARTA , koranmetro.com – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pembenahan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Salah satu langkah konkret adalah pembentukan Komite Reformasi Polri, yang bersifat ad hoc dan direncanakan bekerja selama enam bulan. Meskipun nama-nama anggota sudah dikantongi, pelantikan resmi masih menunggu kepulangan Presiden Prabowo dari kunjungan kerja ke luar negeri, dengan pengumuman diantisipasi pada pertengahan Oktober mendatang.

Inisiatif ini muncul sebagai respons atas tuntutan masyarakat yang semakin menggebu, terutama pasca peristiwa Prahara Agustus yang memicu demonstrasi besar-besaran. Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menjadi salah satu pendorong utama, setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo pada 11 September 2025 di Istana Kepresidenan. “Ini atas tuntutan dari masyarakat yang cukup banyak,” ujar Pendeta Gomar Gultom, anggota GNB, usai pertemuan tersebut.

Sifat Ad Hoc dan Jangka Waktu Kerja

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto menegaskan bahwa Komite Reformasi Polri bukan lembaga permanen, melainkan bersifat ad hoc. “Reformasi Polri itu ad hoc, ad hoc. Sekitar enam bulan kalau enggak salah,” katanya saat ditemui di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Jumat (26/9/2025). Masa kerja enam bulan ini dimaksudkan untuk melakukan kajian mendalam terhadap kedudukan, tugas, dan wewenang Polri yang dinilai perlu dievaluasi ulang, mengingat Undang-Undang Kepolisian telah berlaku lebih dari 20 tahun tanpa penyesuaian signifikan.

Baca Juga :  Harta Anggota DPRD Wahyudin Moridu Minus Rp2 Juta, KPK Turun Tangan

Komite ini akan fokus merumuskan rekomendasi komprehensif, termasuk evaluasi undang-undang terkait, yang nantinya diserahkan langsung kepada Presiden. Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), menambahkan bahwa komite akan bekerja selama beberapa bulan untuk menghasilkan perubahan struktural yang menyesuaikan dengan tuntutan rakyat saat ini.

Pelantikan Tertunda, Tunggu Prabowo Pulang

Meski antusiasme tinggi, pelantikan anggota komite masih tertunda. Bambang Eko menjelaskan bahwa proses ini baru akan dilakukan setelah Presiden Prabowo kembali dari perjalanan dinasnya, termasuk menghadiri Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat. “Tunggu Presiden datang saja,” tegasnya. Yusril memperkirakan pengumuman resmi paling lambat pada pertengahan Oktober 2025, di mana nama-nama komisioner akan disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres).

Pemerintah sudah mengantongi daftar calon anggota, yang jumlahnya diperkirakan 7 hingga 9 orang. Beberapa nama yang bocor termasuk eks Menko Polhukam Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, serta eks Kapolri. Yusril sendiri disebut-sebut akan bergabung, meskipun detail lengkap belum diungkap secara resmi. “Saya nanti cek lagi, saya takutnya salah kalau saya ngomong,” ujar Bambang soal komposisi anggota.

Sinergi dengan Tim Internal Polri

Pembentukan komite ini tidak berdiri sendiri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini membentuk Tim Transformasi Reformasi Polri untuk mengidentifikasi masalah internal dan menerima masukan publik. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa kedua tim ini tidak bertentangan, melainkan saling melengkapi. “Tim transformasi dan reformasi Polri bentukan Listyo tidak bertentangan dengan Komite Reformasi Polri bentukan pemerintah,” katanya.

Baca Juga :  PDIP Minta KPK Tidak Dramatisir Kasus Hasto, Menyoroti Proses Hukum yang Adil

Bambang Eko menambahkan bahwa komite bentukan Presiden akan menjadi tim utama, sementara tim internal Polri berfungsi sebagai pendukung. Kapolri Sigit sendiri menyatakan kesiapannya menjalankan rekomendasi komite. “Polisi tentunya terbuka untuk melaksanakan apa yang tentunya nanti menjadi satu kesimpulan, satu rekomendasi, satu kebijakan,” ungkapnya di Mabes Polri pada Jumat (26/9/2025). Ia menekankan sikap institusi Polri yang terbuka terhadap kritik dan masukan dari pakar serta masyarakat.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Pembentukan Komite Reformasi Polri ini diharapkan menjadi momentum bersejarah bagi penegakan hukum di Indonesia. Dengan fokus pada reformasi kultural, struktural, dan fungsional, komite diantisipasi mampu mengatasi isu-isu krusial seperti penyalahgunaan wewenang, terutama pada Korps Brimob yang menjadi sorotan. Namun, tantangannya tak kecil: memastikan rekomendasi tak hanya jadi wacana, tapi terealisasi dalam bentuk undang-undang baru.

Yusril menjamin tidak ada benturan antar tim, dan sinergi ini akan mempercepat proses. “Komite Reformasi Polri tidak akan bertabrakan dengan Tim Transformasi Kapolri,” tegasnya. Bagi masyarakat, langkah ini menjadi sinyal positif bahwa pemerintahan Prabowo serius mendengar aspirasi rakyat untuk Polri yang lebih akuntabel dan humanis.

Berita Terkait

Prabowo Tiba di New Delhi, Disambut Hangat Mahasiswa dan Diaspora Indonesia
Seperempat Abad Demokrat, Antara Dukungan kepada Pemerintah dan Komitmen pada Rakyat
Partai Demokrat Tolak Anggapan Pidato AHY sebagai Sinyal Maju di Pilpres 2029
Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi
Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik
Nasib Alutsista Pensiun, Dari Museum, Sasaran Latihan, hingga Jadi Terumbu Karang
Demonstrasi, Pati, dan Kembalinya Spirit Republiken
WNA Rusia Diamankan Imigrasi usai Dokumentasikan Aksi KNPB di Wamena
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Tiba di New Delhi, Disambut Hangat Mahasiswa dan Diaspora Indonesia

Kamis, 10 September 2026 - 11:12 WIB

Seperempat Abad Demokrat, Antara Dukungan kepada Pemerintah dan Komitmen pada Rakyat

Selasa, 8 September 2026 - 11:07 WIB

Partai Demokrat Tolak Anggapan Pidato AHY sebagai Sinyal Maju di Pilpres 2029

Sabtu, 5 September 2026 - 11:39 WIB

Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi

Rabu, 2 September 2026 - 11:17 WIB

Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik

Berita Terbaru