Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap Pangkalan Udara Abu al-Duhur di barat laut Suriah pada Selasa (18/8/2026).

Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap Pangkalan Udara Abu al-Duhur di barat laut Suriah pada Selasa (18/8/2026).

JAKARTA, koranmetro.com – Israel melancarkan serangkaian serangan udara terhadap Pangkalan Udara Abu al-Duhur di barat laut Suriah pada Selasa (18/8/2026). Aksi tersebut langsung memicu kecaman keras dari Turkiye, yang menilai serangan itu melanggar kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.

Target Serangan

Media pemerintah Suriah melaporkan jet tempur Israel menghantam landasan pacu serta fasilitas penyimpanan di pangkalan Abu al-Duhur, yang terletak di kawasan Idlib. Pangkalan ini berjarak sekitar 70 kilometer dari perbatasan Turkiye.

Menurut laporan, setidaknya delapan serangan udara dilancarkan. Kerusakan material dilaporkan terjadi, namun tidak ada keterangan resmi mengenai korban jiwa.

Alasan Israel

Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengakui serangan tersebut. Dalam pernyataan resminya, Israel menyebut Suriah hampir melanggar kesepakatan status quo keamanan dengan mengizinkan kemungkinan penempatan pasukan Turkiye di pangkalan udara dekat Aleppo.

“Israel telah berulang kali memperingatkan Suriah bahwa penempatan semacam itu akan menimbulkan ancaman bagi keamanan Israel. Suriah memilih mengabaikan peringatan ini,” bunyi pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Jepang Dilanda Wabah Influenza Terburuk, Perjalanan Wisata Dibatasi

Israel menegaskan tidak akan mentolerir ancaman terhadap keamanannya dan mengaku siap menyambut kembalinya status quo.

Respons Turkiye

Kementerian Luar Negeri Turkiye mengecam keras serangan itu. Ankara menilai tindakan Israel secara terang-terangan melanggar persatuan dan integritas wilayah Suriah.

Turkiye juga menyerukan komunitas internasional untuk bersikap lebih tegas guna menghentikan eskalasi agresi Israel terhadap Suriah. Dalam pandangan Ankara, serangan berulang ke infrastruktur dan fasilitas Suriah mengancam stabilitas kawasan.

Pernyataan serupa juga disampaikan pejabat Turkiye lainnya, yang menekankan dukungan terhadap kedaulatan Suriah serta penolakan terhadap langkah yang dinilai memperburuk ketegangan regional.

Kecaman dari Suriah dan Respons AS

Otoritas Suriah mengecam serangan tersebut sebagai “agresi yang tidak berdasar” sekaligus pelanggaran terhadap kedaulatan negara. Sementara itu, utusan khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, menyatakan keprihatinan mendalam. Ia menyebut serangan Israel sebagai eskalasi yang tidak perlu dan tidak mendukung stabilitas kawasan.

Baca Juga :  Kala Prabowo Nyatakan Tolak Standar Ganda saat Hadiri KTT BRICS

Konteks Ketegangan yang Lebih Luas

Insiden ini terjadi di tengah dinamika baru di Suriah pasca-perubahan politik dalam negeri, serta memburuknya hubungan Israel-Turkiye dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran atau potensi pengaruh militer Turkiye di sejumlah titik di Suriah dipandang Israel sebagai faktor sensitif, sementara Ankara menolak narasi bahwa keterlibatannya merupakan ancaman.

Akibatnya, setiap gerakan di sekitar pangkalan udara atau infrastruktur strategis mudah berubah menjadi titik gesekan baru.

Serangan Israel ke Pangkalan Udara Abu al-Duhur bukan hanya soal target militer di Suriah, tetapi juga mencerminkan persaingan pengaruh yang semakin terbuka di kawasan. Kecaman keras Turkiye menunjukkan bahwa isu ini menyentuh sensitivitas regional yang lebih dalam daripada sekadar satu kali serangan udara.

Berita Terkait

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”
Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat
Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

Jumat, 18 September 2026 - 11:13 WIB

Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara

Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V

Rabu, 9 September 2026 - 11:31 WIB

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

Berita Terbaru

Dua ajang modest fashion terbesar di Indonesia, IN2MOTIONFEST (Indonesia International Modest Fashion Festival) dan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW),

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Kolaborasi Besar Modest Fashion di JICC 14–18 Oktober

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:24 WIB