JAKARTA, koranmetro.com – Komando Operasi (Koops) TNI Habema terus melakukan upaya pengamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menyusul aktivitas kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau TPNPB. Situasi di wilayah tersebut dinilai masih memerlukan perhatian khusus demi melindungi warga sipil dan menjaga stabilitas keamanan.
Situasi di Intan Jaya
Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan Intan Jaya, khususnya di distrik-distrik seperti Sugapa, Agisiga, dan Hitadipa, mengalami ketegangan akibat bentrokan dan aktivitas kelompok bersenjata. Koops Habema menyatakan bahwa operasi yang dilakukan bertujuan menegakkan keamanan serta melindungi masyarakat dari aksi kekerasan dan intimidasi.
Salah satu tindakan yang dilakukan personel TNI adalah penguasaan terhadap sebuah rumah adat (honai) di sekitar Kampung Abundoga yang diduga digunakan sebagai markas kelompok bersenjata. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah senjata api, amunisi, dan perlengkapan lain. Tidak ditemukan anggota kelompok bersenjata di tempat itu saat penggeledahan berlangsung.
Upaya Perlindungan Warga
Koops TNI Habema menekankan bahwa kehadiran personel di lapangan juga diarahkan untuk memberikan rasa aman bagi warga. Dalam sejumlah kesempatan, aparat keamanan melakukan evakuasi atau pendampingan terhadap warga yang terdampak gangguan keamanan di wilayah Papua secara lebih luas, termasuk di Intan Jaya dan daerah sekitarnya.
Kepala Penerangan Koops Habema, Letkol Inf. Wirya Arthadiguna, dalam berbagai keterangan resmi menyampaikan bahwa pihaknya mengajak kelompok bersenjata untuk menempuh jalan damai. Ia menegaskan bahwa pintu untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat selalu terbuka.
Dampak terhadap Masyarakat
Ketegangan di Intan Jaya berdampak pada aktivitas warga. Sebagian penduduk sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke pusat distrik atau hutan sekitar, karena khawatir terhadap kemungkinan bentrokan. Pihak berwenang dan tokoh masyarakat setempat terus berupaya memfasilitasi kebutuhan dasar warga yang terdampak.
Komnas HAM dan sejumlah lembaga juga menyoroti pentingnya pendekatan yang mengutamakan perlindungan warga sipil dalam setiap operasi keamanan di Papua.
Operasi pengamanan di Intan Jaya menjadi bagian dari upaya TNI menjaga kedaulatan dan melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata. Di sisi lain, situasi ini kembali mengingatkan pentingnya dialog dan pendekatan yang berkelanjutan agar masyarakat Papua dapat hidup dalam suasana yang lebih aman dan damai.









