Operasi Senyap 6 Bulan, Hacker Klaim Bobol Superkomputer China dan Curikan 10 Petabyte Data Sensitif

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang hacker atau kelompok peretas mengklaim telah berhasil melakukan salah satu pembobolan data terbesar dalam sejarah siber terhadap China.

Seorang hacker atau kelompok peretas mengklaim telah berhasil melakukan salah satu pembobolan data terbesar dalam sejarah siber terhadap China.

JAKARTA, koranmetro.com – Seorang hacker atau kelompok peretas mengklaim telah berhasil melakukan salah satu pembobolan data terbesar dalam sejarah siber terhadap China. Selama enam bulan penuh, pelaku menjalankan operasi senyap untuk menyedot lebih dari 10 petabyte data sensitif dari National Supercomputing Center (NSCC) di Tianjin tanpa terdeteksi.

Menurut laporan CNN dan berbagai sumber keamanan siber per April 2026, data yang dicuri mencakup dokumen pertahanan sangat rahasia, skema rudal, simulasi militer, riset kedirgantaraan, hingga data biologi dan fusion energy. Sebagian sampel data telah disebar di Telegram dan platform dark web, sementara pelaku dikabarkan menawarkan dataset lengkap dengan harga jutaan dolar dalam bentuk kripto.

Bagaimana Operasi Senyap Berlangsung

Pelaku, yang menggunakan handle FlamingChina, mengklaim berhasil masuk melalui VPN yang dikompromikan. Setelah mendapatkan akses awal, ia menggunakan teknik botnet untuk mengekstrak data secara perlahan dan terdistribusi. Metode ini sengaja dirancang agar lalu lintas data tidak terdeteksi oleh sistem keamanan superkomputer, yang biasanya mampu memproses petabyte data dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Mengenal True Tone, Fungsi dan Manfaatnya di iPhone yang Perlu Anda Ketahui

Proses exfiltration (pengambilan data) memakan waktu sekitar enam bulan. Teknik ini mirip dengan “pencurian tetes demi tetes” — mengambil data dalam porsi kecil secara terus-menerus sehingga tidak memicu alarm keamanan.

Para ahli keamanan siber yang meninjau sampel data mengatakan bahwa sebagian besar informasi tampak autentik, termasuk dokumen terkait proyek militer China dan riset ilmiah strategis.

Dampak Potensial yang Sangat Besar

Jika klaim ini terverifikasi, insiden ini bisa menjadi salah satu kebocoran data militer terbesar yang pernah menimpa China. Data yang bocor berpotensi mengungkap:

  • Desain dan teknologi rudal canggih
  • Riset pertahanan dan simulasi militer
  • Kemajuan teknologi AI dan superkomputasi China
  • Data sensitif dari ribuan klien pemerintah dan swasta yang menggunakan fasilitas NSCC Tianjin

Para analis menyebut bahwa kebocoran semacam ini dapat memberikan keuntungan intelijen signifikan bagi negara-negara pesaing, meskipun verifikasi penuh masih sulit dilakukan karena sifat data yang sangat rahasia.

Baca Juga :  AI Baru Buatan Induk ChatGPT Dapat Mengambil Alih Komputer Pengguna: Inovasi atau Ancaman?

Respons China dan Komunitas Siber

Hingga saat ini, pemerintah China belum memberikan komentar resmi atas klaim pembobolan ini. Sementara itu, komunitas keamanan siber global terbagi dua: sebagian percaya ini adalah kebocoran nyata yang sangat serius, sementara sebagian lainnya masih skeptis dan menunggu bukti lebih kuat.

Pelaku disebut sedang menjual akses atau sampel data di pasar gelap dengan harga tinggi, yang semakin memperumit situasi.

Operasi senyap selama enam bulan yang berhasil membobol salah satu superkomputer paling penting di China menjadi pengingat betapa rentannya infrastruktur teknologi strategis di era siber saat ini. Meski masih perlu verifikasi lebih lanjut, klaim ini telah memicu kekhawatiran global tentang keamanan data militer dan ilmiah negara-negara besar.

Berita Terkait

Apple Akui Ada Masalah Layar Dalam iPhone Duo, Pengguna Bisa Ajukan Penggantian
9 Fakta Penting soal Celah PHP2Shell yang Picu Peringatan BSSN bagi Pengelola Website
Oppo Resmi Rilis Find X10 dan Find X10 Pro Max Global, Kapasitas Baterai Lebih Kecil di Sejumlah Pasar
Elon Musk Janji Beri Satu Saham SpaceX ke Setiap Anak di Amerika, Totalnya Sekitar 1 Persen Kepemilikannya
DeepSeek Luncurkan Model AI Baru yang Lebih Cepat dan Murah, Tandingi Model Raksasa
WhatsApp Resmi Luncurkan Guest Calling, Kini Bisa Undang Siapa Saja ke Panggilan, Bahkan Tanpa Akun
Sony Diam-diam Perbarui Bagian Dalam PS5 Slim, Perbaikan Jadi Lebih Mudah
Amazon Luncurkan Jajaran Tablet Alexa Baru, Tinggalkan Merek Fire dan Beralih ke Android Penuh
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:08 WIB

9 Fakta Penting soal Celah PHP2Shell yang Picu Peringatan BSSN bagi Pengelola Website

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Oppo Resmi Rilis Find X10 dan Find X10 Pro Max Global, Kapasitas Baterai Lebih Kecil di Sejumlah Pasar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Elon Musk Janji Beri Satu Saham SpaceX ke Setiap Anak di Amerika, Totalnya Sekitar 1 Persen Kepemilikannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:16 WIB

DeepSeek Luncurkan Model AI Baru yang Lebih Cepat dan Murah, Tandingi Model Raksasa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:15 WIB

WhatsApp Resmi Luncurkan Guest Calling, Kini Bisa Undang Siapa Saja ke Panggilan, Bahkan Tanpa Akun

Berita Terbaru

Inter Milan berhasil meraih kemenangan penting di pekan kesembilan Serie A 2026/2027. Bertandang ke markas Venezia pada 28 Oktober 2026,

Liga Italia

Inter Milan Menang Dramatis atas Venezia Berkat Dua Gol Bunuh Diri

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:19 WIB

Banyak orang menganggap dengkuran saat tidur sebagai hal biasa.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Kurang Oksigen Saat Tidur Bisa Picu Hipertensi, Dokter Ingatkan Bahaya Dengkur

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:20 WIB