DPR RI Desak Investigasi Transparan Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tragedi maut tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, terus menjadi sorotan.

Tragedi maut tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, terus menjadi sorotan.

JAKARTA, koranmetro.com – Tragedi maut tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, yang terjadi pada Senin malam, 27 April 2026, terus menjadi sorotan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak pemerintah, PT Kereta Api Indonesia (KAI), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk membuka secara transparan penyebab dan kronologi lengkap kecelakaan tersebut.

Insiden tersebut melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek (relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) yang menabrak bagian belakang rangkaian KRL Commuter Line Lin Lingkar Cikarang. Hingga 29 April 2026, data korban mencatat 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, dengan angka yang masih berpotensi bertambah.

Anggota Komisi V dan Komisi VI DPR, seperti Dewi Juliani dan Sofwan Dedy, menekankan pentingnya investigasi yang cepat, terbuka, dan menyeluruh. Mereka menilai masyarakat berhak mengetahui fakta sebenarnya agar kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api dapat dipulihkan.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan sementara dari KAI dan saksi mata, peristiwa tragis ini bermula dari rantai kecelakaan:

  1. Sekitar pukul 20.40 WIB, sebuah mobil taksi listrik (Green SM) mogok dan terjebak di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur (area Bulak Kapal/Jalan Ampera). Taksi tersebut kemudian tertabrak oleh KRL Commuter Line arah Jakarta.
  2. Akibat insiden pertama tersebut, jalur menjadi tidak aman dan lalu lintas kereta sempat terganggu. Sebuah rangkaian KRL Commuter Line arah Cikarang (nomor PLB 5568A) berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur.
  3. Sekitar pukul 20.57 WIB, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat (Jakarta) menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti tersebut dengan keras.
Baca Juga :  Nama Bung Karno Kembali Dipulihkan, Megawati Ucapkan Terima Kasih kepada Prabowo

Tabrakan beruntun ini menyebabkan kerusakan berat pada kedua rangkaian kereta dan memicu evakuasi massal korban.

Desakan Anggota DPR

Beberapa poin utama yang didesak anggota DPR:

  • Transparansi penuh mengenai kronologi, rekaman CCTV, data persinyalan, dan komunikasi antara pusat kendali dengan masinis.
  • Investigasi mendalam KNKT untuk mengungkap akar penyebab, apakah karena kelalaian manusia, gangguan sistem persinyalan, kegagalan rem, atau faktor lain.
  • Evaluasi total terhadap perlintasan sebidang di seluruh Indonesia yang selama ini menjadi titik rawan kecelakaan.
  • Penanganan maksimal bagi korban dan keluarga, termasuk santunan dan perawatan medis.
  • Audit keselamatan sistem perkeretaapian secara menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Baca Juga :  Prabowo-Anwar, Pertemuan Hangat di Puncak Keketuaan Malaysia

Wakil Ketua Komisi V DPR juga mendorong pemerintah segera membenahi ribuan perlintasan sebidang yang masih rawan, termasuk rencana pembangunan flyover di kawasan Bekasi.

Respons Pemerintah dan KAI

Presiden Prabowo Subianto telah meninjau lokasi kejadian dan memerintahkan penanganan cepat. PT KAI menyatakan menyesalkan kejadian ini, membatalkan puluhan perjalanan kereta, dan terus bekerja sama dengan KNKT untuk investigasi. Saat ini, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan mendalam.

Tragedi Bekasi Timur menjadi pengingat penting akan kerentanan sistem transportasi massal di Indonesia. Banyak pihak berharap insiden ini tidak hanya berujung pada duka, tetapi juga menjadi momentum perbaikan fundamental keselamatan kereta api nasional.

Berita Terkait

Duka dari Misi Perdamaian, Satu Lagi Prajurit Indonesia Gugur di Lebanon
Buronan Pembunuhan AS Ditangkap Imigrasi di Bali, Langsung Dideportasi ke Amerika
KPK Selidiki Dugaan Penyimpangan Lelang, Pegawai Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq Diperiksa
Sebelum Koreksi, Program MBG Akan Di Audit Menyeluruh Terlebih Dahulu
Terungkap! Ini Wajah Pasutri yang Diduga Gasak Rp28 Miliar Dana Gereja untuk Umroh & Hidup Mewah
Dua Insiden Penembakan di Mimika, TNI Pastikan Tidak Ada Hubungan Antar Peristiwa
Lowongan Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Terbuka, Dijamin Tanpa Calo dan Ordal
Modus Mengerikan Bupati Tulungagung, Memeras Bawahan dengan Ancaman Mutasi dan Penurunan Jabatan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 11:22 WIB

DPR RI Desak Investigasi Transparan Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Jumat, 24 April 2026 - 11:23 WIB

Buronan Pembunuhan AS Ditangkap Imigrasi di Bali, Langsung Dideportasi ke Amerika

Rabu, 22 April 2026 - 11:39 WIB

KPK Selidiki Dugaan Penyimpangan Lelang, Pegawai Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq Diperiksa

Senin, 20 April 2026 - 11:28 WIB

Sebelum Koreksi, Program MBG Akan Di Audit Menyeluruh Terlebih Dahulu

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Terungkap! Ini Wajah Pasutri yang Diduga Gasak Rp28 Miliar Dana Gereja untuk Umroh & Hidup Mewah

Berita Terbaru

Manchester United berhasil meraih kemenangan penting 2-1 atas Brentford dalam lanjutan Premier League di Old Trafford, Senin (27 April 2026)

Liga Inggris

Casemiro dan Sesko Bawa MU Makin Dekat ke Liga Champions

Selasa, 28 Apr 2026 - 11:14 WIB

Malam puncak Pemilihan Puteri Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat (24 April 2026).

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Agnes Aditya Rahajeng dari Banten Raih Mahkota Puteri Indonesia 2026

Minggu, 26 Apr 2026 - 11:26 WIB