JAKARTA, koranmetro.com – Presiden Prabowo Subianto berulang kali menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen keuangan pemerintah, melainkan alat strategis untuk melindungi rakyat Indonesia dari berbagai ancaman, baik ekonomi, pangan, energi, maupun gejolak global.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam beberapa kesempatan resmi, termasuk saat penyampaian Rancangan APBN 2026 di hadapan DPR RI.
Visi Prabowo terhadap APBN
Menurut Presiden Prabowo, APBN harus diarahkan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945. Ia memandang anggaran negara sebagai instrumen untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, mandiri, dan sejahtera.
Dalam pidato penyampaian RAPBN 2026, Prabowo menegaskan bahwa APBN 2026 dirancang dengan fokus utama pada empat bidang ketahanan strategis:
- Ketahanan pangan
- Ketahanan energi
- Ketahanan ekonomi rakyat
- Ketahanan pertahanan negara
Ia juga menekankan pentingnya efisiensi belanja negara. Pemerintah berhasil mengidentifikasi dan menyelamatkan ratusan triliun rupiah dari kebocoran dan pemborosan, yang kemudian dialihkan untuk program-program langsung yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti perbaikan sekolah, rumah rakyat, dan program pangan.
Delapan Agenda Prioritas APBN 2026
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan delapan agenda prioritas RAPBN 2026, antara lain:
- Swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional
- Ketahanan energi
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Pendidikan bermutu
- Kesehatan yang adil dan merata
- Penguatan ekonomi rakyat melalui koperasi dan UMKM
- Pertahanan rakyat semesta
- Percepatan investasi dan perdagangan global
Prabowo menegaskan bahwa di tengah gejolak ekonomi dunia, APBN harus mampu melindungi rakyat melalui stimulus ekonomi, jaring pengaman sosial, dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Efisiensi dan Disiplin Anggaran
Salah satu pesan kuat Prabowo adalah komitmen untuk memangkas pemborosan. Ia menyebut banyak anggaran selama ini rawan diselewengkan, termasuk perjalanan dinas, alat tulis kantor, dan pos-pos lain. Melalui upaya efisiensi dan penyelamatan aset negara, pemerintah berhasil mengalihkan dana signifikan untuk program yang lebih produktif dan langsung menyentuh kehidupan rakyat.
Bagi Presiden Prabowo Subianto, APBN bukanlah sekadar alat administrasi keuangan, melainkan senjata utama negara dalam melindungi rakyat dari kemiskinan, kelaparan, ketidakadilan, dan ketidakpastian global.









