Delegasi AS dan Iran Mulai Pembicaraan Baru di Swiss Hari Ini

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Utusan Amerika Serikat dan Iran telah tiba di Swiss untuk memulai putaran pembicaraan baru pada Minggu (21 Juni 2026).

Utusan Amerika Serikat dan Iran telah tiba di Swiss untuk memulai putaran pembicaraan baru pada Minggu (21 Juni 2026).

JAKARTA, koranmetro.com – Utusan Amerika Serikat dan Iran telah tiba di Swiss untuk memulai putaran pembicaraan baru pada Minggu (21 Juni 2026). Pertemuan ini merupakan upaya lanjutan untuk meredakan ketegangan kedua negara pasca-konflik baru-baru ini dan membahas isu nuklir serta pencabutan sanksi.

Menurut sumber diplomatik, delegasi AS dipimpin oleh seorang pejabat senior dari Departemen Luar Negeri, sementara pihak Iran diwakili oleh kepala negosiator nuklir mereka. Swiss kembali berperan sebagai mediator netral, sesuai tradisi negara ini sebagai tuan rumah berbagai perundingan internasional sensitif.

Agenda Pembicaraan

Pembicaraan kali ini diperkirakan akan membahas beberapa isu krusial, antara lain:

  • Program nuklir Iran dan batas pengayaan uranium
  • Pencabutan sebagian sanksi ekonomi AS terhadap Iran
  • Keamanan maritim di Selat Hormuz
  • Isu-isu regional, termasuk situasi di Lebanon dan Yaman
Baca Juga :  AS Siap Mendukung Indonesia Menjadi Anggota OECD

Seorang diplomat Eropa yang terlibat dalam persiapan pertemuan menyebutkan bahwa kedua pihak datang dengan sikap lebih terbuka dibandingkan pertemuan sebelumnya. Namun, keduanya tetap bersikeras pada “garis merah” masing-masing.

Latar Belakang

Pembicaraan ini berlangsung hanya beberapa hari setelah kedua negara menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang memuat 14 poin kesepakatan damai sementara. Meski demikian, banyak pihak skeptis karena sejarah panjang ketidakpercayaan antara Washington dan Tehran.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa ia ingin mencapai kesepakatan komprehensif yang “lebih baik dari kesepakatan sebelumnya”, sementara Iran menekankan bahwa setiap kesepakatan harus menghormati kedaulatan dan hak mereka untuk pengembangan energi nuklir sipil.

Baca Juga :  Menemukan 5 Jenazah Penumpang Kapal Bayesian Yang Hilang , Diduga Termasuk Mike Lynch dan Putrinya

Harapan dan Tantangan

Komunitas internasional, termasuk Uni Eropa dan negara-negara Teluk, menyambut positif pembicaraan ini. Banyak yang berharap hasil pertemuan kali ini dapat membuka jalan bagi kesepakatan nuklir baru yang lebih kuat dan stabil.

Namun, tantangan tetap besar. Israel yang merupakan sekutu utama AS telah menyatakan penolakan keras terhadap setiap kesepakatan yang dianggap terlalu lunak terhadap Iran. Di sisi lain, kelompok garis keras di Iran juga terus mengawasi proses diplomasi ini dengan ketat.

Pembicaraan dijadwalkan berlangsung selama dua hari di sebuah lokasi rahasia di Swiss. Hasil pertemuan ini akan sangat menentukan arah hubungan AS-Iran ke depan serta stabilitas harga minyak dunia.

Berita Terkait

Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat
Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye
AS Perberat Tekanan Ekonomi dan Blokade Laut terhadap Iran, Bukan Perluas Serangan Militer
Operasi Rahasia Trump Ganti Pesawat di Turki Picu Kontroversi di AS
Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Resmi Menikah setelah Satu Dekade Bersama
Media Italia Soroti Kekalahan Telak 0-3 AC Milan dari Chelsea di Jakarta
Marine One Trump Hampir Langgar Jarak Aman dengan Jet Komersial di Washington, Prosedur Pasca-Tragedi 2025 Dipertanyakan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:12 WIB

China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:06 WIB

AS Perberat Tekanan Ekonomi dan Blokade Laut terhadap Iran, Bukan Perluas Serangan Militer

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Operasi Rahasia Trump Ganti Pesawat di Turki Picu Kontroversi di AS

Berita Terbaru

Stroberi premium Oishii menjadi perbincangan karena harganya yang sangat tinggi, mencapai sekitar Rp 1,7 juta hingga Rp 1,78 juta per kotak.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Stroberi Oishii Dijual hingga Rp 1,7 Juta per Kotak, Ini yang Membuatnya Mahal

Rabu, 26 Agu 2026 - 11:39 WIB