DPR Desak Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa Flores

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap ratusan sekolah yang rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap ratusan sekolah yang rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

JAKARTA, koranmetro.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap ratusan sekolah yang rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menegaskan bahwa keselamatan anak-anak dan keberlangsungan pendidikan harus menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana.

Ratusan Sekolah Terdampak

Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 253 satuan pendidikan terdampak.

Rinciannya meliputi 199 sekolah jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan SKB yang menjadi kewenangan kabupaten, serta 54 SMA/SMK/SLB di bawah kewenangan provinsi. Kabupaten Manggarai tercatat sebagai wilayah dengan kerusakan paling banyak, diikuti Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, Ngada, Sikka, dan Manggarai Barat.

Selain kerusakan bangunan, gempa juga menelan korban dari lingkungan sekolah. Sejumlah murid dan guru dilaporkan meninggal dunia.

Desakan agar Pendidikan Tidak Terhenti

Lalu Hadrian menekankan bahwa banyaknya sekolah rusak menyangkut dua hal sekaligus: keselamatan warga sekolah dan hak anak untuk tetap belajar. Karena itu, pemerintah pusat dan daerah diminta segera mendata kerusakan secara akurat, menyediakan ruang belajar sementara, serta mempercepat pencairan anggaran perbaikan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto Siapkan Anggaran Rp4,7 Triliun untuk Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis

“Jangan sampai anak-anak menjadi korban kedua karena proses pemulihan pendidikan berjalan lambat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian juga mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah. Ia meminta penyediaan kelas darurat, fasilitas belajar, serta dukungan psikososial bagi siswa, terutama yang berada di pengungsian.

Respons Pemerintah

Kemendikdasmen menyatakan terus memetakan kondisi sekolah dan warga sekolah di wilayah terdampak. Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan pemulihan pembelajaran akan dikawal bersama pemerintah daerah hingga kegiatan belajar dapat berjalan aman kembali.

Pemerintah juga menyiapkan bantuan berupa tenda kelas darurat beserta perlengkapan pendukung untuk sejumlah kabupaten terdampak. Sekolah diimbau menunda pembelajaran di ruang yang rusak dan memindahkan kegiatan ke lokasi yang lebih aman.

Baca Juga :  Kecelakaan Menghantam Tol Pandaan-Malang, Pengemudi Dihimbau Keluar Lewat GT Purwodadi

Di tingkat daerah, beberapa kabupaten telah meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar, terutama di jenjang PAUD hingga SMP, sambil menunggu kondisi lebih stabil dan antisipasi gempa susulan.

Tantangan ke Depan

Pemulihan sekolah pascagempa tidak hanya soal memperbaiki tembok dan atap. Tantangan yang muncul antara lain:

  • Pendataan kerusakan yang cepat dan akurat
  • Ketersediaan ruang belajar sementara
  • Dukungan bagi guru dan siswa yang terdampak
  • Perbaikan fasilitas agar lebih tahan bencana ke depan
  • Pemulihan rutin pembelajaran tanpa mengabaikan aspek keselamatan

Jika penanganan berjalan lambat, risiko putus sekolah dan ketertinggalan belajar bisa meningkat, terutama di wilayah yang aksesnya terbatas.

Kerusakan ratusan sekolah di NTT akibat gempa Flores menjadi ujian bagi respons pemerintah dalam melindungi hak pendidikan anak di situasi darurat. Desakan DPR agar perbaikan dipercepat, ruang belajar sementara disiapkan, dan anggaran segera dicairkan mencerminkan urgensi masalah ini.

Berita Terkait

Gempa M 7,7 Guncang Flores, BNPB Pastikan 1 Orang Meninggal dan 4 Luka-luka
Menhan Sjafrie dan Pejabat Tinggi AS Bahas Penguatan Kemitraan Pertahanan
TNI Habema Lakukan Pengamanan di Intan Jaya Imbas Aktivitas Kelompok Bersenjata
Polemik Makalah MBG untuk Nobel, Istana dan Kemendikti Tegaskan Bukan Inisiatif Pemerintah
Ketergantungan Fiskal Daerah, Antara Realitas Transfer Pusat dan Tuntutan Kemandirian
BGN Tutup Permanen 833 Dapur Program MBG karena Langgar Standar Higienitas
Prabowo Optimis, Ekonomi Indonesia Diprediksi Lampaui Jerman, Inggris, dan Prancis dalam 25 Tahun
Teka-Teki Kepemilikan Emas 74 Kilogram, Siapa Pemilik Sahnya?
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:54 WIB

DPR Desak Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa Flores

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Menhan Sjafrie dan Pejabat Tinggi AS Bahas Penguatan Kemitraan Pertahanan

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:58 WIB

TNI Habema Lakukan Pengamanan di Intan Jaya Imbas Aktivitas Kelompok Bersenjata

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Polemik Makalah MBG untuk Nobel, Istana dan Kemendikti Tegaskan Bukan Inisiatif Pemerintah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:57 WIB

Ketergantungan Fiskal Daerah, Antara Realitas Transfer Pusat dan Tuntutan Kemandirian

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta pemerintah memberi perhatian serius terhadap ratusan sekolah yang rusak akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

NASIONAL

DPR Desak Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa Flores

Selasa, 18 Agu 2026 - 10:54 WIB

Banyak pendaki masih menganggap kacamata sekadar pelengkap penampilan. Padahal, di jalur pendakian,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Mengapa Kacamata Wajib Dibawa saat Mendaki, Bukan Hanya Soal Gaya

Senin, 17 Agu 2026 - 11:08 WIB