Menteri PU, Sekolah Rakyat Gratis Prabowo Akan Didirikan di 100 Lokasi

- Jurnalis

Jumat, 7 Maret 2025 - 20:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak UKI menyatakan akan bekerja sama penuh dengan kepolisian dalam investigasi ini serta meningkatkan pengawasan keamanan di area kampus untuk mencegah kejadian serupa terulang

Pihak UKI menyatakan akan bekerja sama penuh dengan kepolisian dalam investigasi ini serta meningkatkan pengawasan keamanan di area kampus untuk mencegah kejadian serupa terulang

JAKARTA, koranmetro.com – Pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat Gratis Prabowo di 100 lokasi di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan bahwa proyek ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan fokus pada daerah terpencil dan tertinggal.

Program ini merupakan salah satu janji kampanye Presiden terpilih Prabowo Subianto yang bertujuan memberikan pendidikan gratis berkualitas bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Sekolah ini akan mengadopsi kurikulum nasional dengan tambahan pelatihan keterampilan praktis untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja.

Baca Juga :  Fakta-fakta Menarik tentang Titipan Dokumen Hasto kepada Connie Bakrie

Menteri PUPR menegaskan bahwa pembangunan akan dimulai pada awal 2025 dengan target penyelesaian dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan organisasi sosial untuk memastikan kelangsungan serta mutu pengajaran di sekolah-sekolah ini.

Baca Juga :  Sejumlah Kapal Nelayan Asal Batam Telah Ditangkap Polisi Laut Singapura

Selain fasilitas pendidikan, Sekolah Rakyat Gratis Prabowo dirancang untuk memiliki asrama bagi siswa yang tinggal jauh, serta fasilitas pendukung seperti perpustakaan, laboratorium, dan pusat pelatihan keterampilan. Pendanaan proyek ini akan berasal dari APBN serta dukungan berbagai pihak, termasuk sektor swasta yang ingin berkontribusi dalam program pendidikan nasional.

Berita Terkait

Menghentikan Anak dari Medsos, Benteng Orang Tua Melawan Raksasa Algoritma yang Rakus Perhatian
Delpedro Marhaen, Vonis Bebas sebagai Simbol Kemerdekaan Kritik di Era Demokrasi Indonesia
Jusuf Kalla Peringatkan, Subsidi Energi Berpotensi Membengkak Parah Akibat Eskalasi Perang di Iran
Misteri Di Balik Sebutan “Kandang Banteng” untuk Jawa Tengah
PDI Perjuangan Rayakan Milad ke-53, Konsolidasi Kekuatan di Tengah Tantangan Bangsa
Mengapa Chromebook Sulit Digunakan di Wilayah 3T? Penjelasan dari Mantan Dirjen Dikdasmen
Musibah Sumatra, Cobaan Akhir Tahun bagi Persatuan Bangsa
BNPB Terima Lebih dari 34.000 Permohonan Hunian bagi Korban Banjir Sumatera
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:36 WIB

Menghentikan Anak dari Medsos, Benteng Orang Tua Melawan Raksasa Algoritma yang Rakus Perhatian

Minggu, 8 Maret 2026 - 11:12 WIB

Delpedro Marhaen, Vonis Bebas sebagai Simbol Kemerdekaan Kritik di Era Demokrasi Indonesia

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:18 WIB

Misteri Di Balik Sebutan “Kandang Banteng” untuk Jawa Tengah

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:32 WIB

PDI Perjuangan Rayakan Milad ke-53, Konsolidasi Kekuatan di Tengah Tantangan Bangsa

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:00 WIB

Mengapa Chromebook Sulit Digunakan di Wilayah 3T? Penjelasan dari Mantan Dirjen Dikdasmen

Berita Terbaru