Empat Orang Tewas Tertabrak Kereta Api di Karawang, Satu Jasad Terseret

- Jurnalis

Selasa, 24 September 2024 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Karawang, Jawa Barat, di mana empat orang dilaporkan tewas setelah tertabrak kereta api yang melintas.

Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Karawang, Jawa Barat, di mana empat orang dilaporkan tewas setelah tertabrak kereta api yang melintas.

JAKARTA, koranmetro.com – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Karawang, Jawa Barat, di mana empat orang dilaporkan tewas setelah tertabrak kereta api yang melintas. Insiden ini terjadi pada pagi hari di dekat jalur rel yang sering dilalui kendaraan dan pejalan kaki.

Menurut saksi mata, korban yang terdiri dari tiga pria dan satu wanita sedang berada di dekat perlintasan kereta api saat kejadian. “Mereka tampak tidak menyadari kedatangan kereta dan terkejut ketika kereta mendekat,” ujar salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya.

Dari laporan awal, satu jasad ditemukan terseret sejauh beberapa meter akibat tabrakan tersebut, menyebabkan kepanikan di sekitar lokasi. Tim kepolisian dan petugas medis segera datang untuk mengevakuasi korban dan mengamankan area tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti insiden ini,” kata Kapolsek setempat.

Baca Juga :  BPNT Oktober 2024 Siap Cair Rp 400 Ribu ke Rekening Anda!" Segera Akses Cekbansos Kemensos

Kecelakaan ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan di perlintasan kereta api, terutama di daerah yang tidak memiliki palang pintu. Beberapa warga sekitar mengungkapkan keprihatinan mereka mengenai kurangnya perhatian dari pihak berwenang terhadap keselamatan di perlintasan tersebut. “Kami berharap ada langkah-langkah yang diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” ungkap seorang warga.

Baca Juga :  Sandy Permana Ditemukan Tewas dengan Luka Berdarah di Bekasi

Saat ini, semua korban telah dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi dan identifikasi lebih lanjut. Keluarga korban sedang dalam proses pemberitahuan. Sementara itu, pihak kereta api juga menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tersebut dan berjanji akan bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam penyelidikan.

Kejadian ini menambah daftar panjang kecelakaan di perlintasan kereta api, yang sering kali disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya yang mengancam. Pihak berwenang diharapkan dapat segera mengambil tindakan untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Berita Terkait

Transparansi TNI Diuji, Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus dan Tuntutan Akuntabilitas Publik
Prabowo Instruksikan Bahlil Lahadalia Cari Sumber Pendapatan Baru dari Sektor Mineral yang Lebih Adil bagi Indonesia
Anies Baswedan Bertemu SBY dan AHY, Salah Paham Sudah Dibereskan, Hubungan Tetap Baik
Pekik Kritis Terbungkam, Demokrasi yang Mulai Rapuh di Balik Kekuasaan
Anies Baswedan, Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Bukan Kasus Kriminal Biasa
Memaknai Silaturahmi Kebangsaan, Pertemuan Megawati dan Prabowo sebagai Simbol Rekonsiliasi Nasional
Ribuan Jemaah Muhammadiyah Cengkareng Jalani Shalat Id di Bawah Terik Matahari Pagi
Diskusi Maraton Prabowo di Hambalang, Jurnalis dan Pakar Bahas Geopolitik hingga Transformasi Bangsa hingga Subuh
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:22 WIB

Transparansi TNI Diuji, Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus dan Tuntutan Akuntabilitas Publik

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Instruksikan Bahlil Lahadalia Cari Sumber Pendapatan Baru dari Sektor Mineral yang Lebih Adil bagi Indonesia

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:25 WIB

Anies Baswedan Bertemu SBY dan AHY, Salah Paham Sudah Dibereskan, Hubungan Tetap Baik

Senin, 23 Maret 2026 - 11:06 WIB

Pekik Kritis Terbungkam, Demokrasi yang Mulai Rapuh di Balik Kekuasaan

Minggu, 22 Maret 2026 - 11:03 WIB

Anies Baswedan, Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Bukan Kasus Kriminal Biasa

Berita Terbaru