JAKARTA, koranmetro.com – Kepolisian dan TNI kembali memberikan klarifikasi terkait dua peristiwa penembakan yang terjadi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dalam waktu yang berdekatan. Kedua kejadian tersebut sempat menimbulkan spekulasi di masyarakat, namun TNI menegaskan bahwa insiden itu tidak saling terkait.
Insiden pertama terjadi pada 6 April 2026 di kawasan Kwamki Narama, di mana seorang warga sipil menjadi korban penembakan. Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 9 April 2026, terjadi penembakan lagi di wilayah yang berbeda, kali ini menewaskan seorang anggota TNI.
Klarifikasi Resmi dari TNI
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan, menyatakan bahwa kedua peristiwa tersebut merupakan insiden terpisah dengan motif dan pelaku yang berbeda.
“Kami telah melakukan investigasi awal dan dapat memastikan bahwa tidak ada keterkaitan antara dua kejadian penembakan tersebut. Satu kasus melibatkan konflik pribadi, sementara yang lain diduga terkait dengan aksi kriminal biasa,” ujar Panglima dalam konferensi pers di Timika.
TNI juga menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Polri untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kedua peristiwa tersebut. Saat ini, tim gabungan sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku yang masih buron.
Kondisi Keamanan di Mimika
Meski kedua insiden tidak saling terkait, Panglima mengakui bahwa situasi keamanan di Mimika dan sekitarnya masih menjadi perhatian serius. Pihak TNI dan Polri telah meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan, terutama di sekitar kawasan pertambangan dan pemukiman warga.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial. “Kami mohon masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.
Respons Masyarakat dan Tokoh Lokal
Beberapa tokoh masyarakat Mimika menyambut baik klarifikasi dari TNI. Mereka berharap kedua kasus ini dapat segera diungkap agar tidak menimbulkan ketakutan di kalangan warga.
“Yang terpenting adalah keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami mendukung aparat untuk bekerja secara profesional dan transparan,” ujar salah seorang tokoh adat setempat.
Dua peristiwa penembakan di Mimika yang sempat menjadi perhatian publik akhirnya mendapatkan penjelasan resmi dari TNI. Dengan pernyataan bahwa kedua kejadian tidak saling terkait, diharapkan masyarakat dapat lebih tenang dan tidak terpecah oleh spekulasi yang berkembang.









