Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026. Bencana ini menewaskan sedikitnya 157 orang di Nepal,

Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026. Bencana ini menewaskan sedikitnya 157 orang di Nepal,

JAKARTA, koranmetro.com – Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu, 26 Agustus 2026. Bencana ini menewaskan sedikitnya 157 orang di Nepal, sementara 403 lainnya dilaporkan hilang. Sebagian besar korban hilang merupakan wisatawan dan peziarah asing.

Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlangsungnya operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah yang sulit dijangkau.

Wilayah Terdampak

Banjir melanda sejumlah distrik di Nepal, termasuk Rasuwa dan Nuwakot, serta kawasan sekitar Sungai Trishuli, Bhotekoshi, dan Narayani. Di sisi Tibet, wilayah Gyirong juga terdampak, dengan laporan korban jiwa dan ratusan orang hilang.

Air bah membawa lumpur dan material longsoran, menghancurkan pemukiman, jembatan, jalan, serta infrastruktur listrik. Sedikitnya 19 jembatan dan hampir 40 kilometer jalan rusak atau hanyut, sehingga beberapa kawasan menjadi terisolasi.

Korban Jiwa dan Orang Hilang

Menurut data kepolisian Nepal, sedikitnya 157 jenazah telah ditemukan di berbagai lokasi, antara lain Chitwan, Dhading, Nawalparasi Timur, Gorkha, Nuwakot, Tanahun, dan Rasuwa. Di Tibet, laporan media pemerintah China menyebut setidaknya tiga orang tewas dan ratusan lainnya hilang.

Baca Juga :  Operasi Rahasia Trump Ganti Pesawat di Turki Picu Kontroversi di AS

Dari 403 orang yang hilang di Nepal, sekitar 341 di antaranya merupakan warga negara asing. Rincian sementara meliputi:

  • 133 warga India (sebagian besar peziarah menuju Gunung Kailash)
  • 47 warga Amerika Serikat
  • 34 warga Australia
  • 33 warga Inggris
  • 24 warga Kanada

Selain itu, puluhan warga Nepal yang sedang melakukan trekking di kawasan Danau Gosaikunda, Distrik Rasuwa, juga dilaporkan hilang. Sejumlah personel keamanan Nepal ikut belum diketahui nasibnya.

Dugaan Penyebab

Para ahli menduga banjir dipicu longsoran es, batu, dan material dari gletser di kawasan Himalaya yang sempat membendung aliran sungai. Ketika bendungan alami jebol, air bah turun dengan cepat ke hilir dan menghantam permukiman serta infrastruktur di sepanjang sungai.

Baca Juga :  Australia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Bermedia Sosial, Langkah untuk Melindungi Generasi Muda

Peristiwa ini terjadi di wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, di mana gletser Himalaya semakin tidak stabil.

Upaya Penanganan

Otoritas Nepal terus melakukan pencarian, evakuasi, dan pemulihan. Warga di beberapa distrik diimbau menjauh dari bantaran sungai yang berisiko. Bantuan darurat, termasuk selimut, peralatan medis, dan logistik, disalurkan ke kawasan terdampak.

Beberapa negara yang warganya dilaporkan hilang juga memantau situasi dan berkoordinasi dengan pihak Nepal terkait proses pencarian serta identifikasi.

Banjir bandang di perbatasan Nepal–Tibet menjadi salah satu bencana paling mematikan di kawasan tersebut dalam waktu dekat. Dengan ratusan korban jiwa dan orang hilang—termasuk banyak wisatawan asing—operasi pencarian masih menjadi prioritas utama.

Berita Terkait

Pemilu Sela AS 2026, Kontrol Kongres Jadi Taruhan Besar bagi Pemerintahan Trump
AS Setujui 500 Rudal Patriot untuk Ukraina, namun Pengiriman Masih Lama
Singapura Panggil Eksekutif Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Dipimpin Tiga Menteri
Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat
Dua Kerentanan Kritis PHP Ditemukan AI, Puluhan Persen Situs Dunia Ambil Langkah Darurat
Kerusuhan Melanda Perancis, Demo Biaya Hidup Berujung Penjarahan dan Kerusakan Massal
Serangan Rudal Houthi Hantam Istana Al-Maashiq di Aden, Lima Tewas dan 16 Luka-luka
Dua WNI Alami Luka Ringan dalam Serangan di Riyadh, KBRI Pastikan Kondisi Sudah Membaik
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:08 WIB

AS Setujui 500 Rudal Patriot untuk Ukraina, namun Pengiriman Masih Lama

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Singapura Panggil Eksekutif Perusahaan Terkait Kabut Asap Karhutla, Dipimpin Tiga Menteri

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Dua Kerentanan Kritis PHP Ditemukan AI, Puluhan Persen Situs Dunia Ambil Langkah Darurat

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Kerusuhan Melanda Perancis, Demo Biaya Hidup Berujung Penjarahan dan Kerusakan Massal

Berita Terbaru

Barcelona membuka musim 2026/2027 dengan rekor mencengangkan. Di bawah asuhan Hansi Flick, Blaugrana telah mencetak 60 gol dalam 15 pertandingan resmi pertama mereka.

Liga Spanyol

Barcelona Gila Gol, 60 Kali Jebol Gawang Lawan dalam 15 Laga

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:05 WIB

Babak playoff MPL ID Season 18 dibuka dengan hasil mengejutkan. Pada hari pertama di Surabaya, Rabu (4/11/2026), dua nama besar langsung tersingkir.

TEKNOLOGI

Shock Playoff MPL ID S18, ONIC dan EVOS Gugur di Hari Pertama

Kamis, 5 Nov 2026 - 11:03 WIB