Trump Dorong Normalisasi Hubungan Israel dengan Negara Muslim Pasca-Perang

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan visi besarnya mengenai perdamaian Timur Tengah.

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan visi besarnya mengenai perdamaian Timur Tengah.

koranmetro.com – Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump kembali menyampaikan visi besarnya mengenai perdamaian Timur Tengah. Setelah konflik besar di kawasan dinyatakan usai, Trump menyatakan keinginannya agar negara-negara Muslim melakukan normalisasi hubungan penuh dengan Israel.

Pernyataan ini disampaikan Trump dalam wawancara dan unggahan di media sosialnya baru-baru ini, di mana ia menyebut bahwa “waktunya telah tiba bagi dunia Muslim untuk berdamai dan bekerja sama dengan Israel demi kemakmuran bersama.”

Visi “Abraham Accords Plus”

Trump menganggap perluasan Abraham Accords — kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dengan beberapa negara Arab yang dicapai pada masa pemerintahannya periode pertama — sebagai fondasi utama. Ia ingin kesepakatan tersebut diperluas secara signifikan setelah perang berakhir.

Beberapa poin utama yang disampaikan Trump:

  • Negara-negara Muslim yang selama ini bersikap bermusuhan dengan Israel diharapkan membuka hubungan diplomatik, ekonomi, dan keamanan.
  • Kerja sama di bidang teknologi, energi, pariwisata, dan pertahanan menjadi prioritas.
  • Trump menekankan bahwa perdamaian harus membawa manfaat ekonomi konkret bagi seluruh pihak, bukan sekadar perjanjian politik.
  • Ia juga menyatakan siap menjadi “penengah” atau fasilitator bagi kesepakatan-kesepakatan baru tersebut.
Baca Juga :  Israel Panggil Dubes Vatikan Usai Komentar Paus Fransiskus soal Gaza

Respons Beragam

Dukungan:

  • Beberapa negara Teluk yang sudah menjalin hubungan dengan Israel menyambut positif visi Trump.
  • Kelompok pro-Israel di Amerika Serikat dan Israel memandang ini sebagai langkah maju menuju perdamaian regional.

Kritik dan Kekhawatiran:

  • Beberapa negara Muslim dan kelompok Palestina menilai pernyataan Trump terlalu memihak Israel dan mengabaikan isu inti Palestina.
  • Analis politik menyebut bahwa normalisasi penuh akan sangat sulit dicapai tanpa adanya penyelesaian yang adil terhadap konflik Palestina-Israel.
Baca Juga :  Ratusan Wanita Thailand Jadi Korban Peternakan Sel Telur Manusia

Konteks Strategis

Trump sering menyebut bahwa perdamaian Timur Tengah hanya bisa tercapai jika ada “kekuatan dan kesepakatan yang realistis”, bukan pendekatan idealis yang gagal dilakukan pemerintahan sebelumnya. Ia juga mengaitkan isu ini dengan upaya menekan pengaruh Iran di kawasan.

Jika terwujud, perluasan normalisasi ini berpotensi mengubah peta geopolitik Timur Tengah secara drastis, termasuk terciptanya aliansi baru melawan ancaman bersama.

Visi Trump untuk mendorong negara-negara Muslim “akur” dengan Israel pasca-perang menunjukkan ambisinya yang besar untuk meninggalkan warisan perdamaian di Timur Tengah. Meski banyak tantangan politik, keamanan, dan emosional yang harus diatasi, pernyataan ini kembali menegaskan pendekatan transactional dan pragmatis ala Trump dalam diplomasi internasional.

Berita Terkait

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”
Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat
Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

Jumat, 18 September 2026 - 11:13 WIB

Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara

Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V

Rabu, 9 September 2026 - 11:31 WIB

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

Berita Terbaru

Dua ajang modest fashion terbesar di Indonesia, IN2MOTIONFEST (Indonesia International Modest Fashion Festival) dan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW),

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Kolaborasi Besar Modest Fashion di JICC 14–18 Oktober

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:24 WIB