Aturan Diperketat, Singapura Sita 1.500 Vape dalam 4 Hari

- Jurnalis

Sabtu, 6 September 2025 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam upaya menekan peredaran vape ilegal dan berbahaya, Singapura telah memperketat regulasi dan melakukan tindakan keras terhadap pelanggaran penggunaan vape.

Dalam upaya menekan peredaran vape ilegal dan berbahaya, Singapura telah memperketat regulasi dan melakukan tindakan keras terhadap pelanggaran penggunaan vape.

JAKARTA, koranmetro.com – Dalam upaya menekan peredaran vape ilegal dan berbahaya, Singapura telah memperketat regulasi dan melakukan tindakan keras terhadap pelanggaran penggunaan vape. Antara 1 hingga 4 September 2025, pihak Imigrasi dan Otoritas Pemeriksaan (ICA) menyita lebih dari 1.500 unit vape dan komponen terkait di berbagai pos pemeriksaan negara.

Seiring dengan operasi penegakan hukum tersebut, pemerintah mulai 1 September memberlakukan sanksi yang lebih berat bagi pelanggar aturan vaping. Etomidate — zat anestesi yang ditemukan terkandung dalam beberapa vape dan dikenal sebagai “K-pods” — telah diklasifikasikan sebagai obat terlarang Kelas C di bawah Undang-Undang Penyalahgunaan Narkotika.

Baca Juga :  Menlu AS Tiba di Arab Saudi, Bahas Nasib Perang Rusia vs Ukraina

Akibatnya, pengguna vape biasa kini dikenai denda hingga S$700 bagi orang dewasa dan S$500 untuk anak di bawah umur, serta wajib mengikuti program rehabilitasi selama hingga enam bulan. Pelanggaran berulang dapat berujung denda hingga S$2.000 dan hukuman penjara sampai 10 tahun.

Ancaman paling serius ditujukan bagi distributor atau importir K-pods. Mereka menghadapi ancaman penjara 3–20 tahun dan hingga 15 cambukan. Penjual juga berisiko dipenjara selama 2–10 tahun ditambah caning.

Baca Juga :  Inggris Utara Sedang Dilanda Cuaca Ekstrem Berupa Salju Tebal dan Hujan es

Tak hanya warganegara, peraturan ini berlaku untuk semua orang di Singapura. Pelanggar asing bisa mengalami pencabutan izin tinggal, deportasi, dan larangan masuk kembali ke negara ini.

Tindakan ini mencerminkan upaya Singapura dalam memerangi vaping sebagai jalur masuk penyalahgunaan zat terlarang dan melindungi kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.

Berita Terkait

Iran Serang Balik Pangkalan AS di Yordania, Fasilitas F-35 Dilaporkan Rusak Berat
Tragedi Kemanusiaan di Gaza, Bayi 7 Bulan Tewas Ditembak, Sang Ibu Luka Berat
Iran Mengkaji Proposal Damai AS, Trump Klaim Perundingan Masih Berjalan Positif
Iran Kembalikan Produksi Gas di South Pars, Bukti Ketangguhan Ekonomi di Tengah Tekanan
Kontroversi Uang $250 Baru, Wajah Trump Diusulkan Jadi Ikon Peringatan 250 Tahun Amerika
Trump Dorong Normalisasi Hubungan Israel dengan Negara Muslim Pasca-Perang
Iran Umumkan Senjata Canggih Baru, “Siap Digunakan Jika AS Bertindak”
Trump dan Penarikan Pasukan AS dari Eropa: Batalnya Pengiriman 4.000 Tentara ke Polandia
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:41 WIB

Iran Serang Balik Pangkalan AS di Yordania, Fasilitas F-35 Dilaporkan Rusak Berat

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:36 WIB

Tragedi Kemanusiaan di Gaza, Bayi 7 Bulan Tewas Ditembak, Sang Ibu Luka Berat

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:47 WIB

Iran Mengkaji Proposal Damai AS, Trump Klaim Perundingan Masih Berjalan Positif

Senin, 1 Juni 2026 - 11:46 WIB

Iran Kembalikan Produksi Gas di South Pars, Bukti Ketangguhan Ekonomi di Tengah Tekanan

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:47 WIB

Kontroversi Uang $250 Baru, Wajah Trump Diusulkan Jadi Ikon Peringatan 250 Tahun Amerika

Berita Terbaru

Puma Speedcat Multiverse adalah koleksi terbaru dari Puma yang mengajak setiap orang untuk mengeksplorasi identitas dan gaya mereka melalui sepatu.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Puma Speedcat Multiverse, Menemukan Gaya Pribadi Melalui Sepatu Ikonik

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:45 WIB