Iran Umumkan Senjata Canggih Baru, “Siap Digunakan Jika AS Bertindak”

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran kembali membuat pernyataan tegas di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat. Tehran mengklaim telah mengembangkan senjata baru yang “belum pernah diuji di medan perang”,

Iran kembali membuat pernyataan tegas di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat. Tehran mengklaim telah mengembangkan senjata baru yang “belum pernah diuji di medan perang”,

JAKARTA, koranmetro.com – Iran kembali membuat pernyataan tegas di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat. Tehran mengklaim telah mengembangkan senjata baru yang “belum pernah diuji di medan perang”, namun siap digunakan jika Amerika Serikat melakukan agresi lebih lanjut terhadap wilayahnya.

Pernyataan ini disampaikan oleh pejabat militer Iran, yang menyebut senjata tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kemampuan pertahanan negara di tengah ancaman eksternal yang terus meningkat.

Detail Klaim Senjata Baru

Menurut sumber militer Iran, senjata baru ini dirancang dengan teknologi canggih dan memiliki kemampuan yang “akan mengubah keseimbangan kekuatan” di kawasan. Beberapa karakteristik yang disebutkan meliputi:

  • Jangkauan yang lebih jauh
  • Tingkat akurasi tinggi
  • Kemampuan menghindari deteksi radar (stealth features)
  • Dapat diluncurkan dari darat, laut, maupun platform mobile

Iran sengaja menyebut bahwa senjata ini belum diuji secara penuh di medan pertempuran nyata, tetapi telah melewati serangkaian uji coba teknis di dalam negeri. Pejabat Iran menegaskan bahwa senjata tersebut akan digunakan hanya jika ada ancaman langsung terhadap kedaulatan negara.

Baca Juga :  AS Menarik Diri dari Pendanaan untuk RI, Vietnam, dan Afrika Selatan dalam Upaya Meninggalkan Batu Bara

Latar Belakang Ketegangan

Pernyataan ini muncul di tengah situasi geopolitik yang tegang pasca-konflik langsung antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Iran berulang kali menyatakan bahwa pihaknya tidak mencari perang, tetapi siap memberikan respons “simetris dan menghancurkan” jika wilayahnya diserang.

Komando Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menekankan bahwa Iran terus mengembangkan berbagai jenis rudal balistik, cruise missile, drone kamikaze, serta sistem pertahanan udara generasi baru sebagai bagian dari strategi “pertahanan aktif”.

Reaksi dan Analisis

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen mengenai spesifikasi teknis senjata baru yang diklaim Iran. Beberapa analis militer internasional menyatakan:

  • Klaim semacam ini sering digunakan Iran sebagai deterrence (pencegahan) untuk mengimbangi superioritas teknologi militer AS dan Israel.
  • Sulit memverifikasi kemampuan sebenarnya tanpa uji coba publik atau bukti lapangan.
  • Meski demikian, program rudal Iran telah berkembang pesat dalam dua dekade terakhir dan diakui sebagai salah satu yang terbesar di Timur Tengah.
Baca Juga :  Prabowo Didampingi Didit Makan Malam Bareng Eks PM Thailand Thaksin

Amerika Serikat dan Israel biasanya merespons klaim Iran dengan skeptis, menyebut banyak di antaranya sebagai propaganda, meski tetap memantau perkembangan dengan ketat.

Klaim Iran tentang senjata baru yang siap digunakan ini menunjukkan sikap tegas Tehran di tengah tekanan geopolitik yang tinggi. Meski senjata tersebut belum teruji di medan perang, pengumuman ini jelas ditujukan sebagai pesan pencegahan terhadap kemungkinan agresi lebih lanjut dari AS atau sekutunya.

Berita Terkait

Trump dan Penarikan Pasukan AS dari Eropa: Batalnya Pengiriman 4.000 Tentara ke Polandia
Lionel Messi Masuk Daftar, Skuad Sementara Argentina untuk Pertahankan Gelar Juara Piala Dunia 2026
Kepemimpinan Teladan, CEO Japan Airlines yang Rela Berkorban untuk Lindungi Karyawan
CIA Bocor, Iran Masih Kuasai 70% Rudal, Kontradiksi Klaim Trump soal “Hancur Lebur”
Reaksi Kanselir Jerman terhadap Penarikan Pasukan AS, Langkah Menuju Kemandirian Eropa?
Trump Tolak Proposal Iran Terbaru, Kembali Ancam Aksi Militer jika Tak Ada Kesepakatan
UEA Resmi Hengkang dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Langkah Berani Menuju Kemandirian Energi
Kesehatan Pemimpin di Sorotan, Isu Kondisi Medis dan Dinamika Politik Israel
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:26 WIB

Iran Umumkan Senjata Canggih Baru, “Siap Digunakan Jika AS Bertindak”

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:41 WIB

Trump dan Penarikan Pasukan AS dari Eropa: Batalnya Pengiriman 4.000 Tentara ke Polandia

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:12 WIB

Lionel Messi Masuk Daftar, Skuad Sementara Argentina untuk Pertahankan Gelar Juara Piala Dunia 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:12 WIB

Kepemimpinan Teladan, CEO Japan Airlines yang Rela Berkorban untuk Lindungi Karyawan

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:30 WIB

CIA Bocor, Iran Masih Kuasai 70% Rudal, Kontradiksi Klaim Trump soal “Hancur Lebur”

Berita Terbaru

Pemilik kulit dengan warm undertone (nuansa dasar kuning, golden, atau peach) biasanya terlihat cerah dan sehat saat mengenakan warna-warna hangat.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

4 Warna Outfit yang Bikin Pemilik Kulit Warm Undertone Makin Radiant

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:27 WIB