Panggil CEO Danantara, Prabowo Minta Laporan Kampung Haji hingga Hunian Korban Bencana

- Jurnalis

Sabtu, 27 Desember 2025 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

koranmetro.com – Presiden Prabowo Subianto memanggil CEO Danantara untuk meminta laporan perkembangan sejumlah program strategis nasional. Dalam pertemuan tersebut, perhatian utama tertuju pada progres pembangunan Kampung Haji serta penyediaan hunian bagi korban bencana. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan program prioritas berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kampung Haji menjadi salah satu agenda yang disorot. Proyek ini dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia, sekaligus memperkuat kehadiran Indonesia dalam pengelolaan fasilitas pendukung ibadah di luar negeri. Prabowo menekankan pentingnya perencanaan yang matang, pengelolaan profesional, serta transparansi dalam setiap tahap pengembangan proyek tersebut.

Selain Kampung Haji, Presiden juga meminta penjelasan rinci mengenai program hunian bagi korban bencana. Indonesia sebagai negara rawan bencana membutuhkan sistem penanganan yang cepat dan berkelanjutan, tidak hanya dalam fase darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan jangka panjang. Hunian layak menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

Baca Juga :  Perpisahan Teladan, Marsda TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko, Mantan Komandan Paspampres Era Jokowi yang Berpulang Selamanya

Prabowo menegaskan bahwa pembangunan hunian korban bencana tidak boleh sekadar bersifat sementara. Desain, kualitas bangunan, serta ketersediaan fasilitas dasar harus diperhatikan agar hunian tersebut benar-benar layak huni. Ia juga meminta agar proyek ini melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat, sehingga hasilnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Dalam pertemuan tersebut, CEO Danantara diminta menyampaikan capaian, kendala, serta rencana tindak lanjut dari setiap program. Prabowo ingin memastikan bahwa pengelolaan investasi dan pembangunan dilakukan secara akuntabel, efisien, dan berorientasi pada kepentingan publik. Evaluasi berkala dianggap penting untuk mencegah keterlambatan dan potensi masalah di kemudian hari.

Langkah pemanggilan ini mencerminkan gaya kepemimpinan Prabowo yang menekankan kontrol langsung terhadap proyek strategis. Dengan meminta laporan secara detail, Presiden ingin memastikan bahwa kebijakan yang telah ditetapkan benar-benar diterjemahkan ke dalam aksi nyata. Ia juga mendorong Danantara untuk bekerja cepat namun tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Baca Juga :  Prabowo Lakukan Kunjungan Kenegaraan ke Singapura, Perkuat Hubungan Bilateral

Pengawasan terhadap proyek Kampung Haji dan hunian korban bencana dinilai krusial mengingat dampaknya yang luas. Keberhasilan program tersebut tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Prabowo berharap setiap pihak yang terlibat mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Melalui pertemuan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kemanusiaan dan pelayanan publik. Dari Kampung Haji hingga hunian korban bencana, fokus utama adalah memastikan setiap program memberikan solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat. Langkah tegas Prabowo ini menjadi sinyal bahwa pemerintah akan terus mengawal proyek strategis demi kepentingan rakyat.

Berita Terkait

Mensesneg Pimpin Rapat Koordinasi Pengawasan Program Prioritas Presiden Prabowo di Kementerian Pertahanan
Mudik Gratis ala TNI AL, Pemudik di Kapal Perang Nikmati Menu Ayam untuk Buka Puasa dan Sahur
Ironi Penegak Hukum, Polisi Terlibat Narkoba, Gaya Hidup Mewah Jadi Biang Kerok Utama
Optimistis! Prabowo Targetkan Indonesia Mandiri Energi dalam Empat Tahun
Menghentikan Anak dari Medsos, Benteng Orang Tua Melawan Raksasa Algoritma yang Rakus Perhatian
Delpedro Marhaen, Vonis Bebas sebagai Simbol Kemerdekaan Kritik di Era Demokrasi Indonesia
Jusuf Kalla Peringatkan, Subsidi Energi Berpotensi Membengkak Parah Akibat Eskalasi Perang di Iran
Misteri Di Balik Sebutan “Kandang Banteng” untuk Jawa Tengah
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:12 WIB

Mensesneg Pimpin Rapat Koordinasi Pengawasan Program Prioritas Presiden Prabowo di Kementerian Pertahanan

Minggu, 15 Maret 2026 - 13:07 WIB

Mudik Gratis ala TNI AL, Pemudik di Kapal Perang Nikmati Menu Ayam untuk Buka Puasa dan Sahur

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:41 WIB

Ironi Penegak Hukum, Polisi Terlibat Narkoba, Gaya Hidup Mewah Jadi Biang Kerok Utama

Kamis, 12 Maret 2026 - 11:14 WIB

Optimistis! Prabowo Targetkan Indonesia Mandiri Energi dalam Empat Tahun

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:36 WIB

Menghentikan Anak dari Medsos, Benteng Orang Tua Melawan Raksasa Algoritma yang Rakus Perhatian

Berita Terbaru