JAKARTA, koranmetro.com – Hari ini, Sabtu (10 Januari 2026), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) memasuki usia ke-53 tahun. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ini dirangkaikan langsung dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung selama tiga hari, dari 10 hingga 12 Januari 2026, di Beach City International Stadium Ancol (BCIA), Jakarta Utara.
Acara besar ini menjadi momentum penting bagi PDI-P untuk melakukan konsolidasi internal sekaligus menegaskan peran sebagai “partai penyeimbang” di tengah dinamika politik nasional pasca-pemilu. Ribuan kader dari berbagai tingkatan mulai berdatangan sejak pagi, disambut suasana meriah termasuk atraksi budaya seperti ondel-ondel.
Pembukaan oleh Megawati dan Pidato Politik Penting
Rangkaian kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dengan pidato politik yang dinanti-nantikan. Pidato ini diharapkan memberikan arahan strategis bagi seluruh kader dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Setelah pembukaan HUT, acara dilanjutkan dengan sesi paripurna Rakernas yang menghadirkan pembicara internal partai. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat, pengurus daerah (ketua, sekretaris, dan bendahara tingkat provinsi/kabupaten/kota), anggota DPR RI dari Fraksi PDI-P, anggota DPRD se-Indonesia, serta para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari kader partai.
Tema “Satyam Eva Jayate” Jadi Semangat Utama
PDI-P mengusung tema besar Satyam Eva Jayate (Hanya Kebenaran yang Berjaya) dengan sub-tema “Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya”. Tema ini mencerminkan komitmen partai untuk tetap berpegang pada kebenaran, keadilan, dan keberpihakan kepada rakyat di tengah berbagai krisis yang melanda bangsa.
Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Rakernas kali ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat peran PDI-P sebagai partai yang hadir melalui “kerja nyata” di tengah masyarakat, terutama dalam penanganan bencana dan isu kemanusiaan melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI-P.
Agenda Pembahasan Strategis di Rakernas
Selama tiga hari, Rakernas akan membahas sejumlah isu krusial dan strategis, di antaranya:
- Sikap politik partai terhadap berbagai persoalan nasional dan global
- Krisis ekologis dan kerusakan lingkungan yang semakin memprihatinkan
- Isu korupsi serta penegakan hukum yang masih menjadi pekerjaan rumah besar
- Persoalan ekonomi rakyat di tengah tantangan geopolitik dunia
- Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD sebagai alternatif mekanisme pilkada langsung yang tengah ramai diperbincangkan
PDI-P juga akan menegaskan kembali posisinya sebagai partai oposisi konstruktif yang tetap mengawal kepentingan rakyat, sekaligus menjadi penyeimbang dalam sistem demokrasi Indonesia.
Sentuhan Kreatif dan Inovasi
Tidak hanya agenda politik serius, perayaan HUT ke-53 ini juga diwarnai dengan pengumuman maskot baru banteng hasil sayembara nasional. Maskot ini diharapkan menjadi simbol energi baru partai yang tumbuh dari dan untuk rakyat. Selain itu, ada pameran produk daur ulang sebagai bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan.
Dengan semangat “Satyam Eva Jayate”, PDI Perjuangan di usia ke-53 ini tampil semakin matang dalam menjalankan perjuangan ideologi Pancasila dan Trisakti. Rakernas ini diharapkan menghasilkan langkah-langkah kongkret yang memperkuat posisi partai sebagai garda terdepan pembela kepentingan rakyat Indonesia.









