TNI Habema Lakukan Pengamanan di Intan Jaya Imbas Aktivitas Kelompok Bersenjata

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komando Operasi (Koops) TNI Habema terus melakukan upaya pengamanan di Kabupaten Intan Jaya,

Komando Operasi (Koops) TNI Habema terus melakukan upaya pengamanan di Kabupaten Intan Jaya,

JAKARTA, koranmetro.com – Komando Operasi (Koops) TNI Habema terus melakukan upaya pengamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, menyusul aktivitas kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau TPNPB. Situasi di wilayah tersebut dinilai masih memerlukan perhatian khusus demi melindungi warga sipil dan menjaga stabilitas keamanan.

Situasi di Intan Jaya

Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan Intan Jaya, khususnya di distrik-distrik seperti Sugapa, Agisiga, dan Hitadipa, mengalami ketegangan akibat bentrokan dan aktivitas kelompok bersenjata. Koops Habema menyatakan bahwa operasi yang dilakukan bertujuan menegakkan keamanan serta melindungi masyarakat dari aksi kekerasan dan intimidasi.

Salah satu tindakan yang dilakukan personel TNI adalah penguasaan terhadap sebuah rumah adat (honai) di sekitar Kampung Abundoga yang diduga digunakan sebagai markas kelompok bersenjata. Dari lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah senjata api, amunisi, dan perlengkapan lain. Tidak ditemukan anggota kelompok bersenjata di tempat itu saat penggeledahan berlangsung.

Baca Juga :  Fenomena Kecurangan di Sekolah, Mendikdasmen Berencana Revitalisasi Metode Pembelajaran

Upaya Perlindungan Warga

Koops TNI Habema menekankan bahwa kehadiran personel di lapangan juga diarahkan untuk memberikan rasa aman bagi warga. Dalam sejumlah kesempatan, aparat keamanan melakukan evakuasi atau pendampingan terhadap warga yang terdampak gangguan keamanan di wilayah Papua secara lebih luas, termasuk di Intan Jaya dan daerah sekitarnya.

Kepala Penerangan Koops Habema, Letkol Inf. Wirya Arthadiguna, dalam berbagai keterangan resmi menyampaikan bahwa pihaknya mengajak kelompok bersenjata untuk menempuh jalan damai. Ia menegaskan bahwa pintu untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat selalu terbuka.

Baca Juga :  Ibu Lady Diduga Intimidasi Mahasiswa Koas Terkait Jadwal Jaga

Dampak terhadap Masyarakat

Ketegangan di Intan Jaya berdampak pada aktivitas warga. Sebagian penduduk sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke pusat distrik atau hutan sekitar, karena khawatir terhadap kemungkinan bentrokan. Pihak berwenang dan tokoh masyarakat setempat terus berupaya memfasilitasi kebutuhan dasar warga yang terdampak.

Komnas HAM dan sejumlah lembaga juga menyoroti pentingnya pendekatan yang mengutamakan perlindungan warga sipil dalam setiap operasi keamanan di Papua.

Operasi pengamanan di Intan Jaya menjadi bagian dari upaya TNI menjaga kedaulatan dan melindungi masyarakat dari ancaman kekerasan bersenjata. Di sisi lain, situasi ini kembali mengingatkan pentingnya dialog dan pendekatan yang berkelanjutan agar masyarakat Papua dapat hidup dalam suasana yang lebih aman dan damai.

Berita Terkait

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia
Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi
Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG
Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN
Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:12 WIB

KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi

Berita Terbaru

Manikur bukan sekadar mempercantik kuku, melainkan juga bagian dari perawatan tangan. Setiap jenis manikur punya karakteristik,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Panduan Memilih Manikur, 7 Jenis Populer dan Cocoknya untuk Setiap Kondisi Kuku

Selasa, 13 Okt 2026 - 11:21 WIB