Kapal Isap Timah Tenggelam di Perairan Pulau Lalang, Tanjung Batu Kundur, 16 Orang Jadi Korban

- Jurnalis

Sabtu, 11 Januari 2025 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah Kapal Isap Produksi (KIP) bernama Cinta yang tengah beroperasi di sektor pertambangan timah, tenggelam di perairan Pulau Lalang, Tanjung Batu Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Sebuah Kapal Isap Produksi (KIP) bernama Cinta yang tengah beroperasi di sektor pertambangan timah, tenggelam di perairan Pulau Lalang, Tanjung Batu Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

JAKARTA, koranmetro.com – Sebuah Kapal Isap Produksi (KIP) bernama Cinta yang tengah beroperasi di sektor pertambangan timah, tenggelam di perairan Pulau Lalang, Tanjung Batu Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Peristiwa tersebut terjadi pada malam hari, Jumat (10/1), akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda wilayah tersebut.

Kapolres Karimun, AKBP Ferry Irawan, mengonfirmasi bahwa insiden ini melibatkan 16 kru kapal. Dari jumlah tersebut, 15 orang berhasil diselamatkan, sementara satu orang, seorang warga negara Thailand bernama Winai, dilaporkan hilang. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Tanjungpinang, Polres Karimun, serta pihak terkait lainnya segera melakukan pencarian terhadap korban yang hilang.

Baca Juga :  Polisi Tangkap YouTuber Rudi Simamora di Deli Serdang, Diduga Hina Agama Islam

“Evakuasi dilakukan dengan menggunakan Kapal SB Satria Ekspres. Korban selamat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah untuk mendapatkan perawatan medis,” ujar Kepala Kantor Basarnas Tanjungpinang, Fazzli.

Kapal Isap Cinta diketahui sedang beroperasi menambang timah di perairan tersebut saat terjadinya kecelakaan. Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari tenggelamnya kapal. Dalam proses pencarian, pihak berwenang bekerja keras untuk menemukan korban yang hilang dan memastikan kondisi para korban yang selamat.

Baca Juga :  Hibisc Puncak dan Eiger Adventure Land, Penutupan Sementara Pasca Banjir Jabodetabek

Kejadian ini menjadi sorotan mengingat pentingnya keselamatan dalam operasi pertambangan timah, terutama di tengah kondisi cuaca yang ekstrem. Pemerintah dan perusahaan di sektor ini diharapkan lebih memperhatikan keselamatan kru serta mempersiapkan langkah-langkah antisipasi lebih baik di masa mendatang.

Berita Terkait

Terungkap! Ini Wajah Pasutri yang Diduga Gasak Rp28 Miliar Dana Gereja untuk Umroh & Hidup Mewah
Dua Insiden Penembakan di Mimika, TNI Pastikan Tidak Ada Hubungan Antar Peristiwa
Lowongan Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Terbuka, Dijamin Tanpa Calo dan Ordal
Modus Mengerikan Bupati Tulungagung, Memeras Bawahan dengan Ancaman Mutasi dan Penurunan Jabatan
Laut Indonesia Lebih Vital dari Selat Hormuz, Prabowo Ingatkan Strategi Maritim Nasional
WFH Setiap Jumat Wajib Diterapkan, Wamendagri Tegaskan Instruksi Keras kepada Gubernur Kalsel
Respons Komdigi atas Pembatasan Konten Magdalene, Tindak Lanjut Aduan Masyarakat, Bukan Sensor
Duka Pahlawan Perdamaian, Indonesia Kecam Keras Serangan di Lebanon dan Desak PBB Ambil Tindakan Nyata
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Terungkap! Ini Wajah Pasutri yang Diduga Gasak Rp28 Miliar Dana Gereja untuk Umroh & Hidup Mewah

Sabtu, 18 April 2026 - 12:32 WIB

Dua Insiden Penembakan di Mimika, TNI Pastikan Tidak Ada Hubungan Antar Peristiwa

Kamis, 16 April 2026 - 11:13 WIB

Lowongan Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Terbuka, Dijamin Tanpa Calo dan Ordal

Selasa, 14 April 2026 - 11:25 WIB

Modus Mengerikan Bupati Tulungagung, Memeras Bawahan dengan Ancaman Mutasi dan Penurunan Jabatan

Minggu, 12 April 2026 - 11:25 WIB

Laut Indonesia Lebih Vital dari Selat Hormuz, Prabowo Ingatkan Strategi Maritim Nasional

Berita Terbaru