Kasus Korupsi Impor Gula, Kejagung Amankan Aset Senilai Rp565 Miliar

- Jurnalis

Selasa, 25 Februari 2025 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

. Modus yang digunakan mencakup pengaturan kuota impor yang tidak sesuai prosedur, mark-up harga, serta dugaan suap dalam proses perizinan

. Modus yang digunakan mencakup pengaturan kuota impor yang tidak sesuai prosedur, mark-up harga, serta dugaan suap dalam proses perizinan

JAKARTA, koranmetro.com – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali mengungkap kasus dugaan korupsi dalam impor gula yang diduga merugikan negara dalam jumlah besar. Dalam penyelidikan yang terus berjalan, tim penyidik berhasil mengamankan aset senilai Rp565 miliar yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi. Aset yang disita meliputi uang tunai, rekening bank yang diblokir, serta sejumlah properti yang terkait dengan tersangka kasus ini.

Juru bicara Kejagung menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pengembalian kerugian negara dan memastikan bahwa aset-aset tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi pihak yang terlibat. “Kami terus mendalami aliran dana yang terkait dengan impor gula ini dan akan mengambil langkah hukum terhadap seluruh pihak yang terbukti bersalah,” ujar perwakilan Kejagung dalam konferensi pers.

Baca Juga :  WNI Alumni Kamboja Jadi Tersangka di Balik Sindikat Judol Internasional Hayam Wuruk

Kasus ini bermula dari dugaan manipulasi dalam pemberian izin impor gula yang melibatkan oknum pejabat dan pengusaha. Modus yang digunakan mencakup pengaturan kuota impor yang tidak sesuai prosedur, mark-up harga, serta dugaan suap dalam proses perizinan. Praktik ilegal ini tidak hanya menyebabkan kerugian finansial bagi negara, tetapi juga berdampak pada harga gula di pasar domestik, yang akhirnya merugikan masyarakat luas.

Penyitaan aset ini menjadi salah satu langkah awal dalam proses hukum yang masih berlangsung. Kejagung terus menelusuri kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat dalam skandal ini, baik dari sektor swasta maupun jajaran pemerintahan. Sejumlah dokumen keuangan dan alat bukti elektronik telah diamankan untuk memperkuat dugaan keterlibatan para pelaku.

Baca Juga :  Menyabut 17 Agustus, Promo Tiket Masuk TMII Cuma Rp 7.900

Kasus korupsi ini mendapat perhatian luas dari publik, mengingat gula merupakan komoditas strategis yang berdampak langsung pada ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Berbagai pihak mendesak agar pemerintah meningkatkan transparansi dalam kebijakan impor, terutama untuk bahan pangan pokok, guna mencegah praktik serupa terjadi di masa mendatang.

Berita Terkait

Prabowo Tiba di New Delhi, Disambut Hangat Mahasiswa dan Diaspora Indonesia
Seperempat Abad Demokrat, Antara Dukungan kepada Pemerintah dan Komitmen pada Rakyat
Partai Demokrat Tolak Anggapan Pidato AHY sebagai Sinyal Maju di Pilpres 2029
Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi
Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik
Nasib Alutsista Pensiun, Dari Museum, Sasaran Latihan, hingga Jadi Terumbu Karang
Demonstrasi, Pati, dan Kembalinya Spirit Republiken
WNA Rusia Diamankan Imigrasi usai Dokumentasikan Aksi KNPB di Wamena
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 11:24 WIB

Prabowo Tiba di New Delhi, Disambut Hangat Mahasiswa dan Diaspora Indonesia

Kamis, 10 September 2026 - 11:12 WIB

Seperempat Abad Demokrat, Antara Dukungan kepada Pemerintah dan Komitmen pada Rakyat

Selasa, 8 September 2026 - 11:07 WIB

Partai Demokrat Tolak Anggapan Pidato AHY sebagai Sinyal Maju di Pilpres 2029

Sabtu, 5 September 2026 - 11:39 WIB

Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi

Rabu, 2 September 2026 - 11:17 WIB

Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik

Berita Terbaru