Kebakaran Menghancurkan Asrama Sekolah di Kenya, 5 Pelajar Tewas dan 15 Terluka

- Jurnalis

Jumat, 6 September 2024 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kebakaran.

Ilustrasi kebakaran.

JAKARTA, koranmetro.com – Sebuah kebakaran besar telah menghancurkan asrama di Sekolah Menengah Atas di Kenya pada pagi hari ini, mengakibatkan lima pelajar tewas dan setidaknya lima belas lainnya terluka. Insiden tragis ini terjadi di Sekolah Menengah Atas St. Joseph di kota Kisumu, yang terletak di barat daya negara tersebut.

Menurut laporan awal, kebakaran mulai menyebar sekitar pukul 3 pagi waktu setempat ketika sebagian besar pelajar masih tidur. Para petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat tiba di lokasi kejadian dalam waktu singkat, namun api sudah sangat besar dan sulit untuk dikendalikan. Upaya pemadaman dilakukan selama beberapa jam sebelum api akhirnya berhasil dipadamkan.

Saksi mata melaporkan bahwa banyak pelajar terjebak di dalam gedung asrama yang terbakar, sementara beberapa yang berhasil melarikan diri mengalami cedera akibat terjatuh atau terpapar asap. Pihak sekolah dan keluarga pelajar yang terdampak sangat berduka atas kejadian ini. Para pelajar yang terluka kini dirawat di rumah sakit terdekat, dengan beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.

Baca Juga :  Jepang Hentikan Operasi F-2 Setelah Insiden Jatuh di Pasifik

Kepala Sekolah St. Joseph, Bapak John Mwangi, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan meminta doa serta dukungan dari masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, dan pihak berwenang sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan faktor penyebabnya.

Pihak kepolisian dan pemadam kebakaran setempat telah memulai penyelidikan untuk mencari tahu penyebab kebakaran tersebut. Spekulasi awal menunjukkan kemungkinan adanya masalah kelistrikan atau kelalaian, namun belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini.

Baca Juga :  Drama Menit Akhir di Dallas, Spanyol Singkirkan Portugal, Merino Akhiri Petualangan Ronaldo di Piala Dunia

Presiden Kenya, William Ruto, dalam sebuah pernyataan resmi mengungkapkan rasa belasungkawa dan mengatakan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban dan pihak sekolah. Ia juga berjanji untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan di sekolah-sekolah di seluruh negara untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Kebakaran ini telah menarik perhatian luas dari media dan masyarakat internasional, yang turut berduka dan menunjukkan solidaritas terhadap para korban. Dalam menghadapi tragedi ini, banyak yang menyerukan perlunya peningkatan infrastruktur dan peraturan keselamatan di fasilitas pendidikan untuk memastikan keselamatan pelajar dan staf.

Berita Terkait

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat
Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

Jumat, 18 September 2026 - 11:13 WIB

Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara

Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V

Rabu, 9 September 2026 - 11:31 WIB

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

Minggu, 6 September 2026 - 11:26 WIB

Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya

Berita Terbaru

Manajemen Persija Jakarta menegaskan dukungan penuh kepada pelatih kepala Shin Tae-yong meski sang pelatih menerima sanksi dari Korea Football Association (KFA).

Liga Indonesia

Persija Tegaskan Komitmen, Shin Tae-yong Tetap Nahkoda Macan Kemayoran

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:14 WIB