koranmetro.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer AS di Iran telah memasuki tahap akhir. Dalam pernyataan yang disampaikan dari Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa “perang ini hampir selesai” dan Amerika Serikat kini siap melanjutkan perundingan dengan Iran untuk mencapai kesepakatan damai yang komprehensif.
Pernyataan ini disampaikan Trump pada Rabu malam (8 April 2026), hanya beberapa hari setelah gencatan senjata sementara antara kedua pihak mulai berlaku. Trump menekankan bahwa Amerika telah mencapai sebagian besar tujuannya melalui serangkaian serangan presisi terhadap fasilitas militer dan nuklir Iran.
“Kami telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaan yang diperlukan. Perang ini hampir selesai. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk berunding dan membuat kesepakatan yang baik bagi semua pihak,” kata Trump.
Latar Belakang Pernyataan Trump
Konflik antara AS-Israel dan Iran yang meletus sejak akhir Maret 2026 telah memasuki fase yang semakin intens. AS melakukan serangkaian serangan udara terhadap situs-situs strategis Iran, sementara Iran merespons dengan serangan rudal dan drone ke pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk.
Meski demikian, kedua belah pihak akhirnya sepakat melakukan gencatan senjata sementara setelah tekanan internasional dan kekhawatiran eskalasi yang lebih luas. Trump mengklaim bahwa tekanan militer AS berhasil memaksa Iran untuk duduk di meja perundingan.
Isi Pesan Trump
Dalam pernyataannya, Trump juga menegaskan bahwa Amerika tidak berniat menduduki Iran atau mengubah rezim secara paksa. Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan mengurangi aktivitas militernya di kawasan.
“Kami tidak ingin perang yang berkepanjangan. Kami ingin perdamaian yang kuat dan adil. Iran tahu bahwa kami siap berunding, tapi kami juga siap melanjutkan tekanan jika diperlukan,” tegasnya.
Trump juga mengatakan bahwa negosiasi akan melibatkan isu program nuklir Iran, dukungan terhadap kelompok proxy, dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Reaksi Internasional
Pernyataan Trump mendapat sambutan beragam. Beberapa sekutu AS seperti Israel dan Arab Saudi menyambut positif sinyal kesiapan berunding. Sementara itu, Rusia dan China menekankan pentingnya dialog yang melibatkan semua pihak dan menghormati kedaulatan Iran.
Di dalam negeri Iran, respons masih bersifat hati-hati. Pemerintah Iran menyatakan bahwa setiap perundingan harus dilakukan dengan prinsip saling menghormati dan tanpa tekanan militer.
Pernyataan Presiden Trump bahwa “perang dengan Iran hampir selesai” dan kesiapan AS untuk kembali ke meja perundingan menjadi angin segar di tengah ketegangan yang telah berlangsung hampir dua minggu. Meski demikian, banyak pihak tetap waspada karena sejarah menunjukkan bahwa proses perdamaian di Timur Tengah sering kali rapuh dan penuh tantangan.









