JAKARTA, koranmetro.com – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan China Laksamana Dong Jun di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026) pagi. Kedatangan pejabat tinggi pertahanan China ini menjadi bagian penting dari rangkaian Dialog Strategis Komprehensif (Comprehensive Strategic Dialogue/CSD) serta pertemuan kedua Mekanisme Dialog 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara.
Suasana Penyambutan
Dong Jun tiba di Gedung Kemhan sekitar pukul 09.12 WIB dengan mobil sedan hitam, didampingi sejumlah delegasi China. Sjafrie langsung menyambut kedatangannya di depan gedung. Keduanya saling bersalaman dengan hangat sebelum menaiki mimbar untuk mengikuti upacara penyambutan resmi.
Dalam upacara tersebut, lagu kebangsaan Indonesia dan China dikumandangkan secara bergantian. Sjafrie dan Dong Jun kemudian melakukan inspeksi pasukan. Keduanya juga memberikan penghormatan kepada bendera kedua negara serta patung Presiden pertama RI Soekarno yang berdiri di halaman Kemhan. Setelah seluruh prosesi selesai, keduanya bersama jajaran pejabat masuk ke dalam gedung untuk menggelar pertemuan tertutup.
Sjafrie terlihat mengenakan jas hitam, sementara Dong Jun memakai jas militer berwarna biru dongker.
Konteks Kunjungan
Kunjungan Dong Jun ke Indonesia merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya. Ia tiba di Indonesia pada Kamis (20/8/2026) dan sempat disambut Sjafrie di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, sebelum melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Menteri Luar Negeri China Wang Yi juga sudah berada di Indonesia sejak Kamis malam.
Pertemuan ini merupakan forum 2+2 kedua antara Indonesia dan China. Forum serupa pertama kali digelar di Beijing pada April 2025. Indonesia menjadi mitra 2+2 pertama China, menandai tingginya level kemitraan strategis kedua negara.
Selain Dialog 2+2, terdapat juga Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) yang fokus pada penguatan kemitraan secara lebih luas, termasuk aspek ekonomi dan politik.
Apa yang Dibahas?
Menurut keterangan resmi dan pantauan media, kedatangan Dong Jun bertujuan memperkuat hubungan bilateral serta membahas berbagai bentuk kerja sama militer. Isu yang biasanya muncul dalam pertemuan semacam ini mencakup:
- Peningkatan kerja sama pertahanan dalam kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif.
- Latihan militer bersama.
- Modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).
- Kolaborasi di bidang industri pertahanan.
- Pertukaran personel dan peningkatan kontak prajurit ke prajurit.
- Isu-isu regional dan global yang berdampak pada stabilitas kawasan.
Hingga laporan ini dibuat, pertemuan tertutup masih berlangsung sehingga detail hasil diskusi belum diumumkan secara lengkap. Namun, kedua belah pihak menekankan pentingnya komunikasi yang saling menghormati dan berorientasi pada kepentingan bersama.
Makna Strategis
Pertemuan ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Indonesia menjalin kerja sama pertahanan dengan berbagai negara, termasuk China, demi memperkuat kemampuan pertahanan nasional sekaligus menjaga stabilitas kawasan.
Bagi China, dialog 2+2 dengan Indonesia menjadi salah satu platform penting untuk memperdalam saling percaya strategis. Kedua negara sebelumnya telah menandatangani sejumlah kesepakatan terkait keamanan maritim dan kerja sama lainnya.
Penyambutan resmi Menhan China Dong Jun oleh Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Kantor Kemhan menandai kelanjutan dialog tingkat tinggi antara Indonesia dan China di bidang pertahanan. Dalam suasana yang penuh kehormatan kenegaraan, kedua pihak membahas penguatan kerja sama militer yang saling menguntungkan.









