Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah kisah mengejutkan datang dari Nepal yang tengah berduka akibat banjir bandang dahsyat.

Sebuah kisah mengejutkan datang dari Nepal yang tengah berduka akibat banjir bandang dahsyat.

JAKARTA, koranmetro.com – Sebuah kisah mengejutkan datang dari Nepal yang tengah berduka akibat banjir bandang dahsyat. Seorang wanita berusia sekitar 60 tahun ditemukan hidup dalam kondisi lemah, tepat saat keluarganya sudah mempersiapkan upacara pemakaman untuknya.

Kejadian ini terjadi sekitar 10 hari setelah banjir bandang melanda wilayah utara dan tengah Nepal pada 26 Agustus 2026. Bencana yang dipicu longsoran material dari pegunungan Himalaya itu menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyebabkan ribuan lainnya masih dinyatakan hilang.

Penemuan yang Tak Disangka

Pada Sabtu (5 September 2026), tim penyelamat menemukan wanita tersebut di dalam sebuah rumah yang rusak dan penuh lumpur di kawasan Nuwakot. Tubuhnya tertutup lumpur tebal. Petugas segera memberikan air minum, membungkusnya dengan selimut, lalu mengevakuasinya.

Baca Juga :  Sorotan Global, Jet Tempur Iran dan Denda ART Rp 164 Juta di Singapura

Wanita itu kemudian diterbangkan ke Kathmandu untuk mendapatkan perawatan medis. Foto dan video penyelamatan yang dirilis Angkatan Darat Nepal menunjukkan momen emosional saat petugas mengeluarkan korban dari reruntuhan.

Keluarga Sudah Bersiap Menggelar Upacara

Sebelum kabar penemuan itu tersebar, keluarga wanita tersebut sudah hampir putus asa. Seperti banyak keluarga korban hilang lainnya, mereka mulai mempersiapkan ritual penghormatan terakhir sesuai tradisi Hindu.

Di Nepal, banyak keluarga yang tidak menemukan jenazah kerabatnya memilih menggelar kremasi simbolis. Mereka membuat boneka dari rumput kusha (rumput suci) sebagai pengganti jenazah, lalu membakarnya di tepi sungai, terutama di Kuil Pashupatinath, Kathmandu. Ritual ini dilakukan agar jiwa orang yang hilang dianggap sudah dibebaskan.

Kasus wanita berusia 60 tahun ini menjadi salah satu keajaiban di tengah kesedihan massal tersebut.

Baca Juga :  AS Setujui Penjualan Bom Rp44 Triliun ke Kanada di Tengah Ketegangan Soal Keamanan Regional

Harapan di Tengah Duka

Selain wanita tersebut, tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi beberapa pekerja yang terjebak di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air di Distrik Rasuwa, termasuk seorang warga negara China. Mereka berhasil bertahan hidup selama lebih dari seminggu di dalam terowongan yang terisolasi.

Meski demikian, jumlah korban yang masih hilang masih sangat tinggi. Ribuan keluarga terus mencari kabar, sementara sebagian lain terpaksa menerima kenyataan dengan menggelar upacara simbolis.

Kisah wanita yang ditemukan hidup ini menjadi sinar harapan di tengah bencana yang menelan banyak korban. Ia mengingatkan bahwa selama operasi pencarian masih berlangsung, kemungkinan adanya penyintas masih terbuka.

Berita Terkait

Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat
Dua Kerentanan Kritis PHP Ditemukan AI, Puluhan Persen Situs Dunia Ambil Langkah Darurat
Kerusuhan Melanda Perancis, Demo Biaya Hidup Berujung Penjarahan dan Kerusakan Massal
Serangan Rudal Houthi Hantam Istana Al-Maashiq di Aden, Lima Tewas dan 16 Luka-luka
Dua WNI Alami Luka Ringan dalam Serangan di Riyadh, KBRI Pastikan Kondisi Sudah Membaik
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Panama, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan
Vance Tegaskan Syarat AS, Iran Harus Pangkas Kapasitas Pengayaan Nuklir demi Akhiri Perang
Ancelotti Apresiasi Talenta Muda Brasil Usai Kemenangan Telak 4-0 atas India
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Peringatan Intelijen AS, Ancaman terhadap Personel Amerika di Timur Tengah Meningkat

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Kerusuhan Melanda Perancis, Demo Biaya Hidup Berujung Penjarahan dan Kerusakan Massal

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Serangan Rudal Houthi Hantam Istana Al-Maashiq di Aden, Lima Tewas dan 16 Luka-luka

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Dua WNI Alami Luka Ringan dalam Serangan di Riyadh, KBRI Pastikan Kondisi Sudah Membaik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Panama, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan

Berita Terbaru

Kesehatan mata sering kali diabaikan hingga muncul keluhan seperti mata kering, penglihatan kabur, atau sakit kepala. Padahal,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Lima Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Mengancam Kesehatan Mata

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:21 WIB