JAKARTA, koranmetro.com – Sebuah kisah mengejutkan datang dari Nepal yang tengah berduka akibat banjir bandang dahsyat. Seorang wanita berusia sekitar 60 tahun ditemukan hidup dalam kondisi lemah, tepat saat keluarganya sudah mempersiapkan upacara pemakaman untuknya.
Kejadian ini terjadi sekitar 10 hari setelah banjir bandang melanda wilayah utara dan tengah Nepal pada 26 Agustus 2026. Bencana yang dipicu longsoran material dari pegunungan Himalaya itu menewaskan lebih dari 1.200 orang dan menyebabkan ribuan lainnya masih dinyatakan hilang.
Penemuan yang Tak Disangka
Pada Sabtu (5 September 2026), tim penyelamat menemukan wanita tersebut di dalam sebuah rumah yang rusak dan penuh lumpur di kawasan Nuwakot. Tubuhnya tertutup lumpur tebal. Petugas segera memberikan air minum, membungkusnya dengan selimut, lalu mengevakuasinya.
Wanita itu kemudian diterbangkan ke Kathmandu untuk mendapatkan perawatan medis. Foto dan video penyelamatan yang dirilis Angkatan Darat Nepal menunjukkan momen emosional saat petugas mengeluarkan korban dari reruntuhan.
Keluarga Sudah Bersiap Menggelar Upacara
Sebelum kabar penemuan itu tersebar, keluarga wanita tersebut sudah hampir putus asa. Seperti banyak keluarga korban hilang lainnya, mereka mulai mempersiapkan ritual penghormatan terakhir sesuai tradisi Hindu.
Di Nepal, banyak keluarga yang tidak menemukan jenazah kerabatnya memilih menggelar kremasi simbolis. Mereka membuat boneka dari rumput kusha (rumput suci) sebagai pengganti jenazah, lalu membakarnya di tepi sungai, terutama di Kuil Pashupatinath, Kathmandu. Ritual ini dilakukan agar jiwa orang yang hilang dianggap sudah dibebaskan.
Kasus wanita berusia 60 tahun ini menjadi salah satu keajaiban di tengah kesedihan massal tersebut.
Harapan di Tengah Duka
Selain wanita tersebut, tim penyelamat juga berhasil mengevakuasi beberapa pekerja yang terjebak di dalam terowongan pembangkit listrik tenaga air di Distrik Rasuwa, termasuk seorang warga negara China. Mereka berhasil bertahan hidup selama lebih dari seminggu di dalam terowongan yang terisolasi.
Meski demikian, jumlah korban yang masih hilang masih sangat tinggi. Ribuan keluarga terus mencari kabar, sementara sebagian lain terpaksa menerima kenyataan dengan menggelar upacara simbolis.
Kisah wanita yang ditemukan hidup ini menjadi sinar harapan di tengah bencana yang menelan banyak korban. Ia mengingatkan bahwa selama operasi pencarian masih berlangsung, kemungkinan adanya penyintas masih terbuka.









