Polisi Bongkar Sindikat Penjualan Bayi di Pekanbaru 6 Pelaku Berhasil Diamankan

- Jurnalis

Senin, 20 Januari 2025 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus pembongkaran sindikat penjualan bayi di Pekanbaru ini menunjukkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan kejahatan yang mencurigakan di sekitar mereka

Kasus pembongkaran sindikat penjualan bayi di Pekanbaru ini menunjukkan betapa pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan kejahatan yang mencurigakan di sekitar mereka

JAKARTA, koranmetro.com – Kepolisian di Pekanbaru, Riau, berhasil membongkar jaringan sindikat penjualan bayi yang selama ini diduga telah beroperasi di wilayah tersebut. Dalam penggerebekan yang dilakukan oleh tim dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Pekanbaru, sebanyak 6 orang pelaku diamankan. Mereka diduga terlibat langsung dalam praktik jual beli bayi yang melibatkan calon orang tua angkat hingga ke luar kota.

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat yang mencurigai aktivitas ilegal di salah satu rumah yang berada di kawasan Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Polisi kemudian melakukan penyelidikan selama beberapa minggu hingga akhirnya berhasil menangkap para pelaku.

Kronologi Pengungkapan

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Wahyu Kurniawan, menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan pada Jumat malam (17 Januari 2025) di sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat transaksi ilegal tersebut. Dalam operasi tersebut, polisi juga menemukan satu bayi perempuan berusia tiga minggu yang diduga akan dijual kepada pasangan suami istri dari luar kota.

“Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada aktivitas mencurigakan di rumah tersebut. Setelah penyelidikan, kami menemukan adanya praktik penjualan bayi, dan tim kami segera melakukan penggerebekan. Enam pelaku berhasil diamankan, termasuk orang tua kandung bayi,” ujar Kombes Wahyu dalam konferensi pers.

Baca Juga :  Menko PM Muhaimin Puji Peran BRI dalam Mengembangkan UMKM

Enam orang yang ditangkap terdiri dari:

  1. Ibu kandung bayi berinisial RS (21), yang mengaku menyerahkan anaknya karena tekanan ekonomi.
  2. Penadah utama berinisial AP (35), yang diduga menjadi otak utama sindikat ini.
  3. Dua orang calon pembeli berinisial HN (38) dan LT (41), pasangan yang berasal dari luar Riau.
  4. Dua perantara transaksi yang berperan sebagai penghubung antara ibu bayi dan pembeli.

Modus Operandi

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkapkan bahwa sindikat ini telah beroperasi selama lebih dari setahun dengan target bayi yang baru lahir dari keluarga miskin atau wanita yang hamil di luar nikah. Para pelaku memanfaatkan situasi sulit korban untuk membujuk mereka menyerahkan bayi dengan imbalan uang tunai.

“Modusnya adalah menawarkan bantuan kepada ibu-ibu yang tidak sanggup mengurus bayi mereka. Pelaku menjanjikan bahwa bayi akan diadopsi oleh keluarga kaya yang mampu memberikan kehidupan lebih baik. Namun, sebenarnya ini adalah praktik jual beli bayi,“ jelas Kombes Wahyu.

Dalam kasus ini, bayi yang ditemukan rencananya akan dijual seharga Rp 25 juta. Uang tersebut akan dibagi di antara para pelaku, dengan porsi terbesar diberikan kepada otak sindikat dan sisanya kepada perantara serta ibu kandung bayi.

Baca Juga :  Kronologi Dua Pendaki Perempuan Meninggal di Puncak Carstensz

Pengakuan Ibu Kandung Bayi

Ibu kandung bayi, RS, mengaku menyerahkan bayinya kepada sindikat ini karena masalah ekonomi. RS, yang bekerja sebagai buruh lepas, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, apalagi setelah ditinggalkan oleh pasangan yang seharusnya bertanggung jawab atas anak tersebut.

“Saya tidak tahu ini ilegal. Saya pikir ini untuk diadopsi oleh orang kaya. Saya hanya diberi uang untuk biaya hidup,” ujar RS sambil menangis saat diperiksa di kantor polisi.

Namun, polisi memastikan bahwa tindakan ini tetap melanggar hukum karena melibatkan transaksi uang yang menjadikan bayi sebagai objek komersial.

Barang Bukti yang Diamankan

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang digunakan dalam transaksi penjualan bayi ini. Barang bukti tersebut meliputi:

  • Akta kelahiran bayi palsu.
  • Bukti transfer uang sebesar Rp 10 juta sebagai pembayaran awal.
  • Dokumen adopsi yang diduga dipalsukan.
  • Ponsel yang berisi percakapan antara pelaku dan pembeli terkait negosiasi harga.

Bayi perempuan yang menjadi korban dalam kasus ini kini telah diselamatkan dan berada dalam perlindungan Dinas Sosial Kota Pekanbaru. Dinas Sosial akan menentukan langkah selanjutnya untuk memastikan bayi tersebut mendapatkan perawatan yang layak.

Berita Terkait

Privasi Warga dan Batas Kewenangan Penyadapan dalam Hukum Indonesia
Polri Tetapkan Listyo Sigit dkk Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal
Persatuan yang Sehat Justru Butuh Ruang untuk Kritik
Pajak pada Produk Menstruasi, Beban Tersembunyi yang Masih Dipertanyakan
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BNPB Ingatkan Warga Aceh Tetap Waspada
Badai Sempurna di Tanah Air, Ketika Banyak Krisis Saling Mengikat
Usulan Luhut soal Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi, Begini Bunyi UU Tipikor dan Klarifikasinya
Mantan Komisi II DPR, Pasal PKPU soal Syarat Pencalonan Gibran Tidak Pernah Dibahas
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:07 WIB

Privasi Warga dan Batas Kewenangan Penyadapan dalam Hukum Indonesia

Rabu, 4 November 2026 - 11:31 WIB

Polri Tetapkan Listyo Sigit dkk Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal

Selasa, 3 November 2026 - 11:08 WIB

Persatuan yang Sehat Justru Butuh Ruang untuk Kritik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pajak pada Produk Menstruasi, Beban Tersembunyi yang Masih Dipertanyakan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BNPB Ingatkan Warga Aceh Tetap Waspada

Berita Terbaru

Merasa tidak dihargai dalam pertemanan bisa menguras energi. Kamu mungkin sering jadi pihak yang lebih dulu menghubungi,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Saat Pertemanan Terasa Satu Arah, 6 Cara Menyampaikan Perasaanmu

Sabtu, 7 Nov 2026 - 11:05 WIB

Barcelona membuka musim 2026/2027 dengan rekor mencengangkan. Di bawah asuhan Hansi Flick, Blaugrana telah mencetak 60 gol dalam 15 pertandingan resmi pertama mereka.

Liga Spanyol

Barcelona Gila Gol, 60 Kali Jebol Gawang Lawan dalam 15 Laga

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:05 WIB