Jelang Gencatan Senjata, Israel Bunuh Ratusan Warga Gaza

- Jurnalis

Jumat, 17 Januari 2025 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelang gencatan senjata yang dijadwalkan untuk diberlakukan, pasukan Israel kembali melakukan serangan udara dan darat yang mengakibatkan ratusan warga Gaza tewas.

Menjelang gencatan senjata yang dijadwalkan untuk diberlakukan, pasukan Israel kembali melakukan serangan udara dan darat yang mengakibatkan ratusan warga Gaza tewas.

JAKARTA, koranmetro.com – Menjelang gencatan senjata yang dijadwalkan untuk diberlakukan, pasukan Israel kembali melakukan serangan udara dan darat yang mengakibatkan ratusan warga Gaza tewas. Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir, dengan korban jiwa yang terus bertambah dari kedua belah pihak.

Serangan Terbaru di Gaza

Menurut laporan dari pihak berwenang Palestina, serangan udara Israel pada malam hari menargetkan sejumlah area pemukiman di Gaza, termasuk beberapa tempat yang diperkirakan dihuni oleh warga sipil. Setidaknya 250 orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, dengan ratusan lainnya terluka. Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak yang tinggal di daerah-daerah padat penduduk.

“Ini adalah tragedi kemanusiaan yang tak terbayangkan. Banyak warga sipil yang tidak memiliki tempat aman untuk berlindung. Kami membutuhkan bantuan internasional untuk menghentikan pembantaian ini,” kata salah satu pejabat Palestina yang enggan disebutkan namanya.

Kontroversi Gencatan Senjata

Gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza sempat tercapai dalam beberapa kesempatan sebelumnya, namun selalu gagal bertahan lama karena terjadinya pelanggaran dari kedua belah pihak. Saat ini, meskipun ada kesepakatan untuk melaksanakan gencatan senjata, serangan-serangan yang terus berlanjut menjadi indikasi bahwa kesepakatan ini masih jauh dari kedamaian yang diinginkan.

Baca Juga :  RS Bali Klarifikasi Isu Hilangnya Jantung dari Jenazah Turis Australia

Israel mengklaim bahwa serangan mereka ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur militer Hamas dan menghentikan serangan roket ke wilayah mereka. Namun, banyak pihak internasional mengkritik tindakan tersebut, menyoroti tingginya jumlah korban sipil yang jatuh akibat serangan udara yang tidak selektif.

Respons Internasional

Serangan ini kembali memicu kecaman keras dari berbagai negara dan organisasi internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan penghentian kekerasan dan meminta Israel untuk menahan diri dari serangan yang membahayakan nyawa warga sipil. “Kita tidak dapat membiarkan kekerasan terus berlanjut tanpa akhir yang jelas,” kata António Guterres, Sekretaris Jenderal PBB.

Sementara itu, sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Turki dan Iran, mengutuk tindakan Israel dan menyerukan solidaritas dengan Palestina. Demonstrasi anti-Israel juga terjadi di berbagai negara sebagai bentuk protes terhadap eskalasi kekerasan ini.

Kondisi Kemanusiaan di Gaza

Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk. Rumah sakit-hospital di Gaza kewalahan menangani ribuan korban yang terluka, dengan banyak fasilitas medis yang mengalami kekurangan pasokan obat-obatan dan tenaga medis. Selain itu, penghancuran infrastruktur di Gaza juga memperburuk kondisi hidup warga sipil, dengan banyak yang terpaksa tinggal di tempat perlindungan darurat.

Baca Juga :  Vietnam Catat Angka Kelahiran Terendah Sepanjang Sejarah

Pemadaman listrik yang meluas dan kesulitan akses terhadap air bersih juga menjadi masalah serius di wilayah yang sudah lama terisolasi ini.

Harapan untuk Gencatan Senjata yang Stabil

Meskipun kondisi yang semakin memburuk, berbagai pihak masih berharap bahwa gencatan senjata yang akan diterapkan dapat membawa perdamaian jangka panjang. Namun, banyak yang meragukan apakah kesepakatan ini akan bertahan mengingat ketegangan yang terus meningkat dan ketidakpastian mengenai langkah-langkah selanjutnya dari kedua belah pihak.

Pihak internasional terus mendesak Israel dan Palestina untuk kembali ke meja perundingan dan mencari solusi yang dapat mengakhiri penderitaan rakyat Gaza serta memastikan keamanan di wilayah tersebut. Namun, harapan untuk perdamaian tetap tipis di tengah kekerasan yang terus berlanjut.

Berita Terkait

Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat
Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye
AS Perberat Tekanan Ekonomi dan Blokade Laut terhadap Iran, Bukan Perluas Serangan Militer
Operasi Rahasia Trump Ganti Pesawat di Turki Picu Kontroversi di AS
Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Resmi Menikah setelah Satu Dekade Bersama
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:12 WIB

China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye

Berita Terbaru

Sekelompok warga dari Kabupaten Pati datang ke kompleks parlemen di Senayan, Jakarta, pada 27 Agustus 2026.

NASIONAL

Demonstrasi, Pati, dan Kembalinya Spirit Republiken

Jumat, 28 Agu 2026 - 11:45 WIB