JAKARTA, koranmetro.com – Di tengah semangat Ramadan dan mudik Lebaran 1447 H/2026 M, program mudik gratis menggunakan kapal perang TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menjadi sorotan. Salah satu keistimewaannya: para pemudik tidak hanya mendapat angkutan gratis, tapi juga fasilitas makan buka puasa dan sahur secara lengkap selama perjalanan laut—dan menunya didominasi ayam yang disukai banyak orang!
Pada Minggu, 15 Maret 2026, TNI AL memberangkatkan 1.239 pemudik dari Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menuju Bangka Belitung menggunakan KRI Semarang-594 (jenis Landing Platform Dock). Saat berbincang langsung dengan pemudik di geladak tank, Asops KSAL Laksma TNI Yayan Sofiyan memastikan bahwa prajurit TNI AL akan menyiapkan menu khas untuk ibadah puasa.
“Siap, ayam rendang dan ayam gulai,” ujarnya, yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari para pemudik yang sudah onboard. Jawaban ini menunjukkan komitmen TNI AL untuk membuat perjalanan mudik tetap nyaman dan bermakna spiritual, meski di atas kapal perang militer.
Program Mudik Gratis Kapal Perang 2026
TNI AL bekerja sama dengan berbagai pihak (termasuk Baznas RI) untuk menyediakan armada kapal perang dalam program ini. Beberapa rute utama tahun ini meliputi:
- Jakarta ke Bangka Belitung (KRI Semarang-594).
- Jakarta ke Semarang dan Surabaya (dengan kapal LPD lain).
- Kuota total mencapai ribuan pemudik, prioritas bagi pemudik sepeda motor, keluarga prajurit, masyarakat umum, dan yang membutuhkan.
Fasilitas gratis termasuk:
- Tiket mudik (kapal + motor jika dibawa).
- Makan sahur dan buka puasa selama pelayaran.
- Logistik pendukung seperti air minum dan kebutuhan dasar.
Menu ayam menjadi pilihan utama karena mudah disiapkan dalam jumlah besar di dapur kapal, bergizi, dan disukai banyak kalangan. Variasi seperti ayam rendang (khas Minang), ayam gulai, atau ayam goreng/rebus sering muncul di program serupa sebelumnya—memberi rasa rumah di tengah laut.
Pengalaman Pemudik
Banyak pemudik yang ikut program ini memuji inisiatif TNI AL. Perjalanan laut menghindari kemacetan darat, lebih aman, dan punya nuansa unik: berbuka puasa sambil melihat matahari terbenam di laut, atau sahur ditemani hembusan angin segar. Suasana kebersamaan di geladak kapal juga menambah kekhidmatan ibadah.
Program ini bukan yang pertama—TNI AL rutin menggelar mudik gratis kapal perang sejak beberapa tahun terakhir, dan selalu mendapat antusiasme tinggi, terutama di masa Ramadan.
Bagi warga yang ingin ikut tahun ini atau tahun depan, pantau pengumuman resmi dari TNI AL, Baznas, atau Kementerian Perhubungan. Syarat biasanya sederhana: KTP, bukti vaksin (jika ada), dan pendaftaran online atau di posko.









