Kasus Korupsi Pertamina, Kejagung Geledah Kediaman Riza Chalid

- Jurnalis

Selasa, 25 Februari 2025 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan sektor strategis negara dan dapat berdampak pada stabilitas energi nasional

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan sektor strategis negara dan dapat berdampak pada stabilitas energi nasional

JAKARTA, koranmetro.com – Tim penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kediaman pengusaha minyak Riza Chalid terkait dugaan kasus korupsi di tubuh PT Pertamina. Penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan atas dugaan penyimpangan dalam pengadaan minyak mentah dan produk kilang yang merugikan negara hingga triliunan rupiah. Dalam operasi yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari, penyidik Kejagung menyita sejumlah dokumen penting, alat komunikasi, serta barang bukti elektronik yang diduga berkaitan dengan transaksi mencurigakan dalam proyek pengadaan minyak di Pertamina.

Juru bicara Kejagung menyatakan bahwa penggeledahan ini merupakan langkah lanjutan dari pengumpulan bukti setelah sebelumnya beberapa pejabat Pertamina telah diperiksa. Kasus ini bermula dari laporan dugaan penyimpangan dalam pengadaan minyak mentah dan bahan bakar yang dilakukan oleh Pertamina pada periode tertentu. Kejagung menduga adanya intervensi dari pihak luar, termasuk keterlibatan pengusaha besar di sektor migas, yang menyebabkan kerugian signifikan bagi negara.

Baca Juga :  Kasus Penganiayaan Wanita Cirebon Jadi Korban Oknum Polisi

Nama Riza Chalid bukanlah sosok asing dalam dunia bisnis minyak di Indonesia. Ia dikenal sebagai pemain utama dalam industri perdagangan minyak mentah dan sempat terseret dalam kasus-kasus besar sebelumnya. Kejagung kini menelusuri dugaan peran Riza Chalid dalam proses pengadaan minyak yang bermasalah ini, termasuk kemungkinan adanya praktik suap atau kolusi yang melibatkan pejabat Pertamina. Sementara itu, pihak Riza Chalid belum memberikan pernyataan resmi terkait penggeledahan tersebut.

Baca Juga :  Hasto, Saatnya KPK Mengusut Keluarga Jokowi

Pengacaranya hanya menyatakan bahwa mereka akan mengikuti proses hukum yang berjalan dan memastikan hak klien mereka tetap terlindungi. Kejagung menegaskan bahwa penyidikan kasus ini masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru. “Kami akan terus mengembangkan kasus ini untuk memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar juru bicara Kejagung dalam konferensi pers.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan sektor strategis negara dan dapat berdampak pada stabilitas energi nasional. Pemerintah pun didesak untuk memastikan transparansi dalam industri migas guna mencegah terulangnya skandal serupa di masa depan.

Berita Terkait

PBNU Tetapkan Logo Muktamar Ke-35 NU, Ini Maknanya
Hotman, Febrie Adriansyah Kebanggaan Presiden Dikriminalisasi Tanpa Pamit
Bobby Rizaldi Penuhi Panggilan KPK Pasca Penggeledahan Rumah, Anggota BPK RI Kooperatif dalam Pemeriksaan
Pemerintah Percepat Program Biodiesel, B50 Siap Tersedia di Seluruh SPBU Mulai Oktober 2026
Prabowo Tekankan Introspeksi, Pesan Keras untuk Pejabat dan Aparat Negara
Vonis Nadiem Makarim dan Batas Tipis Antara Kebijakan Publik dengan Korupsi
Polisi Terjun Payung Kibarkan Foto Raksasa Prabowo di Langit Cikeas, Aksi Spektakuler Penyambutan Presiden Terpilih
Rotasi Jabatan Polri, Kapolda Aceh dan Papua Barat Daya Diganti, Ini Profil Penggantinya
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 11:07 WIB

PBNU Tetapkan Logo Muktamar Ke-35 NU, Ini Maknanya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:05 WIB

Hotman, Febrie Adriansyah Kebanggaan Presiden Dikriminalisasi Tanpa Pamit

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:09 WIB

Bobby Rizaldi Penuhi Panggilan KPK Pasca Penggeledahan Rumah, Anggota BPK RI Kooperatif dalam Pemeriksaan

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:16 WIB

Pemerintah Percepat Program Biodiesel, B50 Siap Tersedia di Seluruh SPBU Mulai Oktober 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:21 WIB

Prabowo Tekankan Introspeksi, Pesan Keras untuk Pejabat dan Aparat Negara

Berita Terbaru

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menetapkan logo resmi untuk Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan digelar pada tahun 2026.

NASIONAL

PBNU Tetapkan Logo Muktamar Ke-35 NU, Ini Maknanya

Senin, 20 Jul 2026 - 11:07 WIB